Kisah Di Dalam Kisah

Kisah Di Dalam Kisah
Tantangan


__ADS_3

...Jangan lupa beri voment dan ikuti author ya😊...


Happy reading🌻🌻🌻


πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–


Kelima anak remaja yang tadi dipanggil sudah maju ke atas panggung. Mereka juga sudah mengeluarkan pendapatnya masing-masing.


"Yah, kalah cepat kan. Kata aku juga nggak usah tegang," ucap Arsen.


Aku mengembuskan nafas sebal. Mataku mendelik tajam pada Arsen yang sedang membersihkan kacamatanya.


"Gara-gara kamu nih, yang ngomong nggak baik. Awas aja ya, kalau sampe give away terkahir aku nggak berhasil dapet. Aku mau minta ganti rugi!"


Arsen menoleh cepat, wajahnya menolak apa yang aku katakan.


"Aku nggak ngomong sembarangan ya, cuma ngingetin aja. Dan apa tuh tadi, kamu minta ganti rugi ke aku? Nggak mau ya. Aku nggak salah apa-apa," bantahnya tak terima.


"Ya udah, kalah gitu dukung aku lah, kasih do'a yang baik. Aku janji, kalau aku berhasil dapet novelnya, aku bakal traktir siomay di sana," kataku sambil menunjuk tukang siomay yang mangkal di dekat pohon beringin.


"Cuma siomay?"


Lah. Dia minta lebih. Baiklah, aku akan memberikan bonus satu lagi.


"Aku tambah sama es doger yang di sampingnya deh. Gimana?" tawarku sambil menaik turunkan alis.


"Hmm. Oke deh. Pokoknya sehabis acara ini, kalau kamu dapet give away harus nepatin janji traktir siomay sama es doger,"


Aku mengangguk cepat, "Do'anya dulu gimana?"


"Semoga Agatha dapet give away novel, biar bisa traktir dan nggak minta ganti rugi,"


Aku tersenyum lucu mendengarnya, tapi tetap mengaminkan do'a Arsen.


"Aamiin."


πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–


Sekarang sudah masuk give away terakhir, yaitu novel. Aku sudah sangat siap, sebab lengah sedikit akan kehabisan kesempatan, karena hanya tersedia tiga buah novel saja.


"Baiklah. Sekarang kita akan ke puncak give away. Kalian harus benar-benar mempersiapkan diri," ucap Bella membuatku degdegan.

__ADS_1


"Kali ini bukan hanya pertanyaan, tetapi ada sebuah tantangan juga. Setiap orang akan mendapatkan tantangan yang berbeda. So, kalian harus benar-benar siap,"


Duh, mana ada tantangan juga. Semoga aku berhasil mendapatkannya, lumayan sekali kalau aku mendapatkan novel gratis.


"Saya tidak akan memberikan pertanyaan di awal. Saya akan menghitung sampai tiga, yang lebih cepat mengangkat tangan akan saya persilakan naik ke atas panggung," jelas Bella semakin membuatku panas dingin.


Tanganku tanpa sengaja meremas jari Arsen. Rasanya dingin di kulit telapak tanganku sedikit menghangat saat menyatukan dengan jemari Arsen.


"Sen, aku degdegan nih," ucapku tanpa menoleh pada Arsen.


"Pokoknya harus cepat-cepat angkat tangan," balas Arsen, dia juga membalas kuat pautan tanganku.


"Siap!" jawabku meski rasanya tidak begitu siap.


"Satu..."


"Dua..."


"Ti-"


"Tiga!"


Tepat sekali. Aku mengangkat tangan saat Bella menyebutkan angka tiga. Kepalaku bergerak untuk melihat kondisi lapangan. Ah, ternyata hanya dua orang yang mengangkat tangannya. Padahal di give away sebelumnya banyak sekali yang mengangkat tangan. Namun, aku sangat bersyukur karena ternyata mempunyai peluang yang sangat besar untuk mendapatkan novel gratis.


"Iya..." teriak penggemar Bella.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Karena jumlah yang mengangkat tangannya pas dengan jumlah buku novel saya, maka saya persilakan ketiganya untuk naik ke atas panggung,"


Sebelum aku pergi bergabung dengan Bella, aku menoleh terlebih dahulu pada Arsen. Senyumku mengembang dan menarik alis ke atas untuk memberitahu Arsen kalau aku mendapat kesempatan emas ini.


"Aku berhasil, Sen. Pokoknya kamu nggak usah khawatir sama traktirannya. Setelah dapet novel, kita gaskeun ke tukang siomay sama es doger,"


"Siap. Udah gih, buruan sana ke atas. Dua orang remaja udah naik ke atas panggung tuh,"


"Tunggu aku di sini."


Aku benar-benar meninggalkan Arsen dan mulai mengambil langkah ke atas panggung. Jantungku bergerak lebih cepat. Ah, degdegan sekali. Aku merasa menjadi artis dalam beberapa waktu yang akan aku lalui.


Sesampainya di atas panggung, Bella tersenyum manis padaku. Dari tatapannya, dia sudah mengenalku seperti sangat akrab. Yaa mungkin karena pertemuan pertamaku bersama Arsen tadi pagi.


"Siap?" tanya Bella pada kami bertiga.

__ADS_1


"Siap!"


"Oke. Sekarang saya minta kalian untuk berjajar di sini ya,"


Aku berdiri di sebelah kiri. Di tengah tersisi oleh gadis remaja memakai kerudung segi empat, dan di sisi kanan ada seorang remaja laki-laki yang kacamata min-nya cukup tebal.


Sebenarnya aku sedikit kikuk, karena diantara mereka hanya aku yang bukan anak remaja.


"Sebelumnya, boleh dong saya tahu nama kalian?"


"Boleh," jawab gadis di sampingku.


"Terima kasih. Yang pertama memperkenalkan diri, kamu dulu ya," ucap Bella yang tengah berdiri di hadapan remaja laki-laki itu.


Bella menyerahkan mikrofon pada remaja itu, dan diterima langsung.


"Selamat siang semuanya. Perkenalkan, nama saya Angga. Saya sangat senang hadir di acara ini. Terima kasih."


Aku mengacungi dua jempol pada remaja itu. Ia cukup lantang dan berani. Suaranya pun tegas.


"Wah. Semangat sekali Angga. Baiklah, selanjutnya adek yang manis ini ya," Bella mengganti posisi menjadi di hadapan gadis itu.


"Hai semuanya. Perkenalkan, namaku Alifia. Aku juga sangat senang berada di acara talkshow kak Bella. Terima kasih."


"Terima kasih, Alifia. Saya juga sangat senang bertemu kamu. Sekarang tinggal satu lagi yang belum berkenalan ya? Baiklah, silakan untuk kakak cantik ini untuk memperkenalkan diri,"


Aku menerima mikrofon dari Bella. Sumpah, tanganku gemetar saat menerimanya. Saat ini dalam pikiranku, semua pasang mata menatap dalam padaku dengan tatapan yang dalam.


"B-baik. Te-terima kasih untuk waktunya. Perkenalkan, saya Agatha. Mungkin di sini saya sendiri yang berdiri dengan usia yang bukan lagi remaja. Saya juga sangat senang berada di acara ini."


Suara tepuk tangan di sana membuat aku mengalihkan penglihatan. Sialan. Arsen kenapa harus memberikan tepuk tangan untukku. Aku kan jadi malu, sebab kedua remaja itu saat memperkenalkan dirinya tak ada yang memberi tepuk tangan.


Aku menatap sengit pada Arsen yang tengah berdiri dengan tepukan hebohnya. Awas saja, nanti akan aku balas.


"Baik baik. Terima kasih untuk semuanya. Saya mulai sekarang ya."


Dua pertanyaan beserta tantangan telah Bella berikan pada Angga dan Alifia. Sekarang ini, bagian untukku. Ah, sangat degdegan akan mendapat pertanyaan dan tantangan seperti apa.


"Untuk Mbak Agatha, pertanyaannya adalah-


"Jika hari ini kamu berada di posisi yang sangat hancur, dan ada seseorang yang mampu dengan segenap jiwa membantumu dengan cinta. Apa yang akan kamu balas?"

__ADS_1


"Untuk tantangannya, kamu sebut nama seseorang itu dan katakan perasaan padanya. Kalau ada orangnya di sini, maka kamu harus memanggilnya ke atas panggung ini."


__ADS_2