KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 16 Malaikat Pelindung


__ADS_3

JAM sudah menunjukkan Pukul setengah delapan, tapi Liona tak juga mendapatkan angkutan umum. ia bergerak gelisah, takut datang terlambat sekolah.


" ini tukang ojek sama angkot Pensiun berjamaah atau gimana, sih ?" Liona menatap Jam tangannya dengan sangat kesal. " Kalau gue jalan kaki, yang ada kan delapan baru sampe.".


Liona merutuki motornya yang sedang mogok itu. " Sumpah Apes banget gue hari ini sih," Cewek dengan rambut kuncir kuda itu melangkahkan kakinya menuju Posko tepat di samping bengkel Om Adul. sialnya ada Momoy juga di sana


" CEWEK !" Liona menoleh mencari sumber suara. Tepatnya di bengkel Om Adul. banyak gerombolan siswa yang entah dari sekolah mana sedang enak-enakan duduk di sana.


" Maaf, Bang. Saya ini cowok, bukan cewek. " ucap Liona


Cowok dengan nametag Riko itu menghampiri Liona dan duduk di samping cewek itu. " Sendirian aja Nungguin taksi lewat ?" tanya Riko. Liona hanya meliriknya sekilas tanpa ada niat untuk menjawab. " Siapa tau kalo lo bingung mau naik apa ke sekolah gue bisa anterin lo,"


" Nggak usah, makasih Gue lagi nungguin angkot dari tadi nggak ada yang lewat,"


" Angkot ?" beo Riko bertanya-tanya


" Gue bukan cewek berada yang harus milih naik apa. Yang Penting bisa sampe tujuan itu udah lebih dari cukup, " jelas Liona.


Riko tertawa. Cowok itu terus-terusan menatap Liona. " Lo ini dari SMA Garuda ? tanya Riko dibalas anggukan Liona. " Lo berarti kenal Gerhana kan ? Riko menjentikkan jarinya. " Pas banget kalau gitu ! Nanti tolong bilangin ke dia, suruh ke jalan Cendrawasih nomor 15 Bilang aja diajak balapan sama Riko. Tenang aja gue bukan musuh Gerhana, Gue ini temen ..... "


" Gue nggak kenal sama yang namanya Gerhana !" Potong Liona cepat kemudian berdiri dari duduknya.


Riko mencekal tangan Liona. " Ada apa lagi ? Gue udah telat. Lo jangan buat gue emosi, ya !"


" Sebentar doang, nggak lama. Nanti gue anterin lo ke sekolah, " cegah Riko.


" Telinga lo nggak berfungsi ? Gue nggak mau ! Lo emang nggak ada bedanya ya, sama temen lo satu itu Lepasin tangan gue atau gue tendang ?" ancam Liona


Riko tertawa meremehkan. " Tendangan cewek sekuat apa, sih ? Palingan cuma kayak ..... Anjing !" Riko meringis kesakitan saat kaki Liona menendang bagian sensitifnya. Liona mengatupkan bibirnya terkejut. ia bergerak gelisah takut jika Riko meluapkan amarahnya


" Lo nggak apa-apa kan ? S-sorry, gu-gue nggak sengaja Sumpah, " ucap Liona sedikit gugup. ia meremas tali tasnya. Demi apa pun, Liona tidak ada niat untuk menendang bagian itu. Liona berlari menghindari Riko ketika cowok itu nampak kesal.


Riko menyuruh temannya untuk mengejar Liona. Liona terkejut saat melihat tiga cowok mengejarnya. ia belok memasuki yang dan berhenti, menoleh ke kanan dan ke kiri mencari tempat bersembunyi ia memejamkan matanya Pasrah saat telinganya mendengar derap langkah cepat yang menghampirinya.


Liona hanya bisa berharap ada malaikat yang turun dari bumi untuk menyelamatkannya. ia membuka matanya terkejut saat merasakan tangannya ditarik begitu kencang ke warung kopi, " Lo siapa ? tanya Liona sedikit berteriak.


Cowok itu menutup rapat Pintu, kemudian menekan kepala cewek di sampingnya untuk menundukkan kepalanya. Liona mengintip di sela-sela Pintu. ia menghela napasnya lega saat rombongan Riko tidak mengejarnya lagi.


" Lo Kenapa bisa dikejar Riko ?" tanya cowok itu


Liona menoleh. " Kata siapa ? Gue tadi ...... GERHANA !" Pekik Liona terkejut.


" Baru sadar lo? Gimana ? keren nggak aksi gue selamatin lo ? Udah Pantes kan gue jadi malaikat Pelindung lo belum ?" Gerhana menaik-turunkan alisnya


" Lo kayaknya lebih Pantes jadi malaikat Pencabut nyawa ? jawab Liona. Cowok itu duduk di salah satu kursi Panjang. Liona mengatur napasnya yang tersengal-sengal.

__ADS_1


Gerhana membuka dua kancing seragamnya. Hal tersebut membuat Liona melirik Gerhana dengan cepat


" Lo-lo mau ngapain ?" tanya Liona.


Gerhana menoleh dengan alis yang terangkat sebelah. " Enaknya ngapain,"


" Lo macem-macem gue teriak, ya Gerhana !"


" Berharap banget lo gue macem-macemin ?" kata Gerhana diikuti kekehan kecilnya


Liona berdeham Pelan. ia menatap Gerhana dari samping, terdiam sejenak memperhatikan wajah Gerhana yang begitu tegas dan tampan, Liona menggeleng dengan kuat.


" Lo mikir apa sih, Liona ! batin Liona


" Lo kenapa bisa sampe sini ?" tanya Liona


" Tadinya gue mau berangkat sekolah nggak sengaja liat lo kayak dikejar maling, " Gerhana menyilangkan kakinya. " Tadinya mau gue biarin lo disantap habis-habisan sama Riko. Lo kenapa bisa dikejar sama mereka,"


Liona langsung mengembuskan napasnya. " Mereka yang gangguin gue duluan. Temen lo yang lebay. Padahal cuma gue tendang bagian sensitifnya aja,"


Gerhana yang mula-mula memakan keripik. lantas tersedak saat mendengar ucapan Liona.


" Bego ! Pantesan aja dia marah sama lo,"


" Lo tinggal bilang aja kalau lo itu cewek gue, beres. Lo aman. "


Liona tidak akan Pernah melakukan itu meskipun hanya Pura-pura. Cewek itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ia bingung harus berterima kasih bagaimana lantaran Gerhana sudah menolongnya. Liona membenarkan rambutnya dan berdeham.


" Gerhana," Panggilnya


" Kenapa !"


Liona memalingkan wajahnya.


" Ma-makasih,"


" Lo bilang Makasih sama siapa ? Sama angin yang berlalu ? Gue di sini, ? ucap Gerhana. " Coba Ulangi lo ngomong apa Tadi ? tanya Gerhana


Liona mengembuskan napasnya


" Makasih udah nolongin gue dari Riko Gue nggak tau kalau lo nggak bawa gue lari ke sini,"


" Udah tugas gue," kata Gerhana


" H-hah ?"

__ADS_1


" iya, udah jadi tugas gue iya Walaupun lo itu sering kesel sama gue dan gue sering gangguin lo. Tapi ..... " Gerhana berdiri di hadapan Liona. " Gue janji sama lo gue akan selalu ada di samping lo dan selalu ada saat lo butuh gue,"


" Gerhana ....."


Gerhana mengangguk. " Gue tau. Na Lo Pasti kagum kan sama gue ? Gue juga nggak tau kenapa selalu lo yang bisa ....."


" Gerhana ! Kita telat, bego !"


...•••••...


" Liona Geandra kelas 12 IPS 2. Kamu terlambat baru kali ini. Apa alasan kamu terlambat begini ? tanya Pak Wawan.


Liona menunduk merasa bersalah. Tangannya saling bertautan menahan gugup. Melihat itu Gerhana menggeser kursinya dan berbisik.


" Nggak usah takut ada gue di sini Na, " Gerhana menggenggam tangan Liona


Liona mendongak sempat terpaku hingga suara Pak Wawan mengejutkan keduanya. " Kamu juga Gerhana ! Di dalam buku harian Bapak. kamu itu selalu rutin telat setiap hari. Besok mau berangkat jam berapa lagi, Gerhana ? suara Pak Wawan mengetuk-ngetukkan Pulpennya di atas meja.


Gerhana mengusap telinganya. " Kuping gue Panas. Kuping lo Panas nggak, Na ?" ucapnya mengabaikan Pak Wawan


Liona menginjak kencang kaki Gerhana hingga membuat Gerhana meringis kesakitan.


" GERHANA !" sentak Pak Wawan. Gerhana terlonjak kaget. Cowok berperawakan tinggi tersebut refleks menegakkan tubuhnya dan menguap lebar. " Bapak sampe Pahit liat kamu terus, Gerhana ! Pak Wawan memijat keningnya


" Liatnya saya sambil makan gula aja Pak Nanti juga manis," sahut Gerhana.


Pak Wawan menatap tajam Gerhana," Jawab lagi kamu !"


Gerhana langsung bersedekap dada. " Pepatah bilang Pamali jika. tidak menjawab ucapan orang yang sedang berbicara dengan kita. Hadis riwayat Ger ......"


" Diam kamu !" sentak Pak Wawan membuat Gerhana mengatupkan bibirnya. Pak Wawan menatap Liona cewek cantik itu menundukkan kepalanya. Liona menoleh saat merasakan Punggung tangannya diusap oleh jemari Gerhana


" Nggak apa-apa," bisik Gerhana


" Liona. Bapak harap ini yang Pertama dan terakhir kamu terlambat Besok jangan ulangi lagi, ya ? Bapak maklumin kamu karena ini yang Pertama buat kamu, " ucap Pak Wawan membuat Perasaan Liona lega.


Liona mengangguk Pelan, " Terima kasih, Pak,"


" Sama-sama Pertahanin nilai kamu dan sikap disiplin kamu. Nggak lagi kamu ada di sini sebentar lagi kamu lulus. Bapak harap kamu dapat nilai yang tinggi. Dan kamu Gerhana Ngapain kamu Pegang-pegang tangan Liona,"


Liona dan Gerhana menatap satu sama lain. Dengan bersamaan mereka melepaskan tautan tangannya dan berdeham canggung. Gerhana menggaruk lehernya yang tidak gatal


" A-anu Pak tadi ada nyamuk di tangan Liona, "


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2