KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 58 Hubungan telah usai


__ADS_3

" Na," Panggil Gerhana, tapi cewek itu tak menoleh sedikit pun. " Sampe Kapan Liona ? Sampe kapan kita kayak gini terus ? Kapan kamu bisa Percaya sama aku kalau berita itu nggak bener ? Dan Kapan kamu Percaya kalau itu cuma jebakan ?" tanya Gerhana dengan raut wajah kesal


" Sampe lo bawa bukti di depan gue. Dan yang di gudang tadi." Liona terkekeh saat mengingatnya. " Penjelasan dari Naura udah cukup jelas, Gerhana. Apalagi yang mau diperjelas ?" Liona menggertakkan giginya berusaha tak mengeluarkan air mata.


Liona melirik Gerhana sekilas, lalu menerobos hujan yang turun amat deras. ia tak memedulikan Gerhana lagi dan seragamnya yang basah kuyup. Melihat itu, Gerhana menyusul dan menghalangi Langkah Liona.


" Na, Jangan menghindar. Aku ini cuma dijebak Naura biar hubungan kita rusak. Aku nggak mungkin kayak gitu di belakang kamu, Sayang kamu harus Percaya sama Please," ucapnya lirih sembari menggenggam telapak tangan Liona.


" Apa buktinya ? Apa buktinya kalau lo dijebak sama Naura ?"


Gerhana terdiam, tak ada bukti apa Pun yang bisa ia tunjukkan kepada Liona. Salah satu bukti hanya ada CCTV bar. Namun, mendengar Penuturan Naura tadi, dengan lancang cewek itu menghapus semuanya.


" Nggak ada, kan ? Jadi, jangan harap gue bisa Percaya sama lo, Gerhana," ucap Liona dengan nada bicara yang bergetar.


" Na ! Jangan egois !" sentak Gerhana refleks


" Gue nggak bakal egois kalau lo nggak kayak gini !" jawab Liona emosi.


Jakun Gerhana naik turun menahan ucapan yang hendak keluar. ia menatap manik mata Liona yang sendu.


" Apa Cuma segini aja arti hubungan kita, Na ? Apa lo masih nggak Percaya kalau gue bener-bener tulus sama lo apa kalau gue mati baru lo ngerti Perasaan gue,"


Liona terkejut dengan gaya bicara Gerhana yang berubah. Kenapa ini sangat menyakitkan baginya ? ia mencoba melepas Pandangannya dari mata Gerhana. Tapi, ia gagal. seolah manik mata itu mengandung magnet yang mampu menarik mata Liona untuk terus menatapnya.

__ADS_1


" Apa segitu berengseknya gue di mata lo ? Sampe lo nggak mau Percaya sama gue lagi ? Apa artinya lo buat gue, Na ? Kalau lo nggak Percaya sama gue sedikit pun, apa artinya hubungan kita, Na ?" ucap Gerhana lirih Cowok itu mengusap-usap Punggung tangan Liona dengan lembut." Gue ini Sayang sama lo. Maafin gue, gue gagal jaga hubungan kita . Gue bodoh karena karena akhirnya gue sendiri yang rusak semua ini. Maafin gue, Liona !"


Liona menggeleng Pelan. ia melihat cewek yang sedari tadi berdiri tak jauh di belakang Gerhana. Naura, ia berdiri mematung dengan membawa Payung yang melindungi tubuhnya. Badannya terlihat sangat Pucat.


" Liat ke belakang. Ada orang yang lagi butuh lo," suruhnya


Gerhana menggeleng cepat. " Gue nggak Peduli, gue nggak butuh dia. Yang gue butuhin sekarang cuma lo, Na !" ujar Gerhana langsung mengeraskan suaranya. ia memeluk tubuh Liona, memejamkan mata, membuat bulir air matanya turun bersamaan dengan hujan yang semakin lebat, " Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Apa kata-kata ini belum cukup lo Pahami, Na ? Butuh bukti apa lagi kalau gue bener-bener ini serius sama lo ?" tuturnya lirih. " Dari awal gue nggak Pernah main-main sama lo. Gue mohon Percaya sama gue."


Liona memejamkan matanya dengan Pedih, tak sedikit Pun ia membalas Pelukan Gerhana. Bahunya bergetar hebat, Liona menangis tanpa suara.


" Gerhana," lirih Liona. " Pergi dari gue," suruhnya dengan Pelan. " Pergi Gerhana," suruhnya lagi saat Gerhana tak menghiraukannya


" Sayang ...... "


" Pergi dari gue, Gerhana !" sentak Liona, kemudian cewek itu terisak pilu. ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Gerhana. " Gue mohon Pergi dari gue,"


Mendengar itu, Liona terisak. Hati Gerhana berdesir Perih saat mendengar tangisan Liona. Liona mendorong tubuh Gerhana kuat hingga dekapan Gerhana terlepas. Cowok itu menatap Liona dengan mata yang memerah.


" Bukan lo, tapi gue yang Punya alasan buat lo Pergi. Pergi dari gue, Gerhana !"


" Liona ..... "


" Gue udah mati rasa sama lo ! Gue benci sama lo, gue nggak mau lo ada di samping gue lagi !" Napas Liona memburu.

__ADS_1


Dalam sekejap, Gerhana mematung. Kalimat yang Gerhana hindari kalimat yang seharusnya tidak keluar dari bibir Liona, akhirnya terdengar. Jantung Gerhana berdebar sangat kencang. Detak yang menyakitkan Cowok itu merasakan sakit hati yang belum Pernah ia rasakan.


" Gue mau kita selesaikan hubungan kita sampe di sini G-gue mau kita Putus, Gerhana," ucap Liona dengan kepala menunduk.


Gerhana menggeleng kuat. " Nggak, nggak ! Gue nggak mau Tarik kata-kata lo, Na !" Perintah Gerhana sedikit membentak. " Jangan gini Na, Lo boleh jauhin gue selama apa pun itu. Tapi gue mohon, jangan Pernah keluarin kata-kata Putus," ujar Gerhana lemah. " Kita udah janji buat nggak keluarin kalimat Perpisahan. Tapi, kenapa lo langgar semuanya ? Lo bilang kalau lo bakal tetap di samping gue. Gue juga Pernah bilang sama lo, Jangan Pergi saat hubungan kita lagi ada masalah. Sakit, Na, Lo nggak tau gimana rasanya kalau cowok udah jatuh sama satu hati Sekali lo Pergi, gue nggak malu buat nangis di depan lo," ujarnya, " Gue butuh lo, Gue mohon, jangan Pergi," cegahnya.


" Tapi gue nggak butuh lo lagi, Gerhana. Gue udah nggak ada rasa apa pun sama lo. Alasan apa lagi buat gue tetap bertahan di samping lo ? Gue mohon, lo jangan egois Gerhana ini kemauan gue sendiri. Gue mau Putus, Gerhana," ujar Liona diiringi air mata yang terus menetes.


Gerhana menatap lama mata. ia mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya yang sangat basah. ia mendongak, menahan Perih di ulu hatinya. kemudian, cowok itu memalingkan wajahnya tak berani menatap wajah Liona.


" Pergi. Gue lepasin lo sekarang itu, kan yang lo mau ?"


Liona memejamkan matanya sejenak, menahan kelu Pada rongga mulutnya. jantung dan hatinya seperti dihantam batu yang sangat besar. Liona menunduk dan menangis lagi. ini kemauannya tapi kenapa rasanya sangat menyakitkan saat Gerhana melepaskannya ?


" Jangan nangis di depan gue nggak mau liat orang yang gue sayang nangis karena gue." Gerhana mengusap Pipi Liona. " ini yang lo mau. Gue harap dengan gue lepasin lo, lo nggak nangis lagi, Na. Gue mohon jangan nangis di depan gue. Gue ngerasa jadi cowok berengsek di sini," ujar Gerhana dengan suara surau


Liona memejamkan wajahnya tak mampu bertatap muka dengan Gerhana.


" Makasih udah kasih warna di dalam hidup gue. Makasih juga udah kenalin apa arti cinta sesungguhnya. Lo cowok Pertama yang buat masa SMA gue lebih berwarna. Dan, lo cowok Pertama juga yang kenalin gue apa arti sakit yang sesungguhnya. Di puja lalu dijatuhkan."


Liona tertawa hambar. " Gue nggak mau sakit hati karena terus-terusan di samping lo Dan gue nggak mau lo rasain sakit hati karena di samping gue," ucap Liona.


" Maaf, kita kembali lagi ke awal. Dua insan yang nggak saling menyapa dan dua insan nggak saling ada rasa." setelah mengatakan itu, Liona membalikkan badannya. Berlari menerobos hujan yang kian deras

__ADS_1


Gerhana menatap nanar Punggung Liona. ia ingin mengejar Liona, ia ingin memeluk tubuh Liona. Namun ia sadar Posisinya sekarang.


" Walaupun lo bukan siapa-siapa gue lagi, tapi Perasaan gue masih tetap sama buat lo," ucap Gerhana. ia mendongak sebentar, membiarkan wajahnya diguyur air hujan. Petir-petir yang saling bersahutan pun tak membuat Gerhana Pergi dari tempatnya.


__ADS_2