KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 48 Murid baru


__ADS_3

" Bapak tau Pancasila yang ada kelima ?" tanya Gerhana, melipat tangannya di atas mejancasila nomor lima, kan ? keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,


" itu dia Pak, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. kita itu harus adil, kalau di sekolah tempat belajar dan di rumah tempatnya istirahat. Kalau gitu, jangan dikasih PR lagi, Pak. Ya nggak, Yang ?" ucap Gerhana, lalu menyenggol lengan Liona. Liona menoleh, menatap Gerhana datarODUS AJA LO, KODOK !" maki Bima melempar bongkahan " Ya udah, Bapak nggak kasih kalian PR asalkan Kamu ......." Pak Wawan menggantungkan kalimatnya. ia berjalan menghampiri Gerhana, lalu mencondongkan tubuhnya. " Asalkan kamu rajin masuk kelas, nggak gangguin saya lagi, dan harus mendapatkan Peringkat satu Gimana Mau ?"rhana mengerjapkan matanya berkali-kali. Jangankan Peringkat Pertama, mendapatkan terakhir saja ia sudah sangat bersyukurNggak deh Pak makasih," ucap Gerhan Wawan memukul kepala Gerhana dengan spidolnya, kemudian kembali ke meja guru. Tiba-tiba seseorang mengetuk Pintu kelas mengalihkan antensi mereka. Di ambang Pintu ada Bu Hani bersama satu anak cewek dengan almamater asing.


" Anak baru ?" tanya Liona Pada Maya yang duduk di sampingnya


Maya sedikit memutar badannya dan berkata. " iya katanya hari ini kelas kita ada murid baru. Mungkin dia orangnya," ucapnya

__ADS_1


" Naura, ya ?" Pindahan dari Bandung bener ?" tanya Pak Wawan cewek itu mendongak dan mengangguk malu. Pak Wawan melambaikan tangannya," Sini, Nak kenalan dulu sama teman-teman baru kamu," suruhnya


Cewek itu nampak enggan untuk mendekat, kepalanya malu, Apalagi ia sosok yang tak suka keramaian Dan katanya kelas 12 IPS 2 ini tempat orang bar-bar.


" Dia sakit apa gimana sih ? Pucat banget," ucap Liona Pelan.


" Mungkin kulitnya aja kayak gitu. Nanti bangunin kalau udah istirahat. aku mau tidur," ucap Gerhana. kemudian ia menelungkupkan kepalanya Pada sela-sela lipatan tangannya

__ADS_1


" Nama aku Naura Sabrina kalian bisa Panggil aku Naura. semoga bisa berkawan dengan baik," ujar murid baru itu sedikit malu.


Mereka ber-oh Panjang saat siswi tersebut menyebutkan namanya.


Bima berkata. " Yoi, Naura santai aja anak-anak kelas ini nggak seburuk yang orang liat. Kita semua enak kalau lawan kita juga enak Pesan gue tabah-tabahin diri aja masuk kelas 12 IPS 2 ini Nanti lo bakal tau sendiri serusuh apa kelas ini ?" ucapnya. " Terutama ......" Bima menoleh dan mendapati Gerhana yang tidur di samping Liona. " OMG SI BEGO MALAH TIDUR !"


Pak Wawan langsung terlonjak kaget, terutama Naura yang tersentak kaget akan teriakan Bima. " Naura kamu jangan kaget ya, itu namanya Bima dia itu emang gitu orangnya Sabar aja ya," ujar Pak Wawan dan langsung diangguki Naura," Kamu sekarang boleh duduk dari cari kursi yang kosong," Suruh Pak Wawan. Naura mengangguk ia melangkah mencari bangku kosong ia mendapati meja kosong di belakang cowok yang sedari tadi hanya diam. Naura bisa menebak, jika cowok itu adalah cowok Pendiam

__ADS_1


Kenzie melirik saat melihat Naura duduk di belakangnya. Naura sempat menghentikan aktivitasnya yang hendak mengeluarkan buku dan turut menatap Kenzie sampai akhirnya cowok itu mengalihkan Pandangannyaura mengerutkan dahinya bingung Di kenapa ? batinnya Namun, Naura memilih abai dan kembali ke aktivitasnya


...••••...


__ADS_2