
Gerhana meraih tangan Liona dan menggenggamnya. " L-Liona aku ......"
" Makasih, " Potong Liona cepat membuat bibir Gerhana seketika terkatup rapat. " Makasih udah kasih tau gimana rasa sakit yang sebenarnya," Liona melepaskan genggaman tangan Gerhana, lalu tanpa sepatah kata pun, cewek itu melenggang pergi menerobos kerumunan siswa-siswi.
" LIONA !" teriak Gerhana. ia meremas kuat foto yang ada di genggamannya. Cowok itu menatap Farah tersadar. Gerhana mendorong bahu Farah hingga Punggung Cewek itu terbentur di dinding. Sebagian siswa yang melihat itu Pun dibuat meringis.
" G-Gerhana lo, k-kenapa ? Gue ...."
" Lo, kan yang udah Pajang foto gila ini di Papan mading, Hm ?" tanya Gerhana menyorot tajam. Tangannya terangkat menunjuk foto yang ia remas tadi. " Jawab !" sentak Gerhana.
Farah menggeleng cepat. " Bukan gue, Gerhana ! G-gue juga nggak tau kenapa ..... "
" Terus siapa Hah ? seharusnya lo itu bisa bedain mana berita Penting sama berita bodoh Lo Pikir dengan lo masukin berita gila kayak gini, buat diri lo tenar ? Nggak sama sekali, Far Gue benci sama lo sekarang ? sarkas Gerhana. Tak tanggung-tanggung Gerhana mencengkeram erat Pergelangan tangan Farah dengan Penuh emosi
Melihat Gerhana mengamuk, Kenzie maju beberapa langkah dan menarik bahu cowok itu. " Sadar dia itu cewek Dia itu bukan saingan lo,"
" Gue nggak Peduli sekalipun dia cewek, sekali dia udah usik hubungan gue ......" Gerhana kembali terfokus Kepada Farah dan memegang bahu cewek itu. " Gue nggak takut buat main tangan sama dia !" Gerhana mendorong Farah lagi hingga tubuh cewek itu merosot. ia tak memedulikan itu dan berlari menerobos kerumunan, mencoba mengejar dan mencari Liona yang entah Pergi ke mana
" Bego ! Siapa, sih, yang udah jebak Gerhana semalam !" ujar Bima frustasi." Seharusnya semalam kita nggak tinggalin Gerhana sendirian kalau ujung-ujungnya begini,"
Kenzie mengambil foto yang sempat dilempar Gerhana tadi. ia begitu fokus menatap foto itu.
" Naura," gumam Kenzie, Cowok itu menggeleng tak Percaya. " Cewek gila !" makinya
Mona yang melihat Farah terduduk lemas Pun langsung membantunya untuk berdiri," Farah, lo bisa jelasin ini ke gue dan yang lainnya ? Kenapa lo masukin berita bodoh ini Kalau lo tau konsekuensi dari ini adalah Pertaruhan hubungan Gerhana dan Liona kenapa lo bisa lakuin ini Farah,"
Farah menggeleng dan menghapus air matanya. " G-gue juga nggak tau Mona. Gue tadi juga kaget, kenapa tiba-tiba ada berita segila ini Kalaupun itu gue, gue juga bijak nanganinya, gue nggak mungkin Pajang foto gila kayak gini," jelasnya." Gue tadi mau robek dan buang foto itu, tapi Liona keburu dateng dan rebut foto itu dari tangan gue. Gue nggak tau apa-apa , kalian jangan salahin gue," Cicit Farah ketakutan
Rani memeluk tubuh Farah. " Gue tau lo, Farah. Nggak mungkin lo Pajang foto yang kayak gitu. Gue percaya sama lo, Gerhana tadi mungkin salah Paham,"
__ADS_1
" Jangan khawatir lambat lain Pelakunya nanti bakal terungkap," Mona menepuk-nepuk punggung Farah.
Dari kejauhan di depan loker kelas 10 Naura berdiri dengan Pandangan mata yang lurus menatap kerumunan siswa-siswi di depan mading. ia menunduk, meremas kuat roknya dengan kuat. Sebelum ia membalikkan badannya cewek itu sempat berucap. " Maaf,"
...••••...
Bel Pulang sekolah sudah berbunyi dua Puluh menit yang lalu, SMA Garuda nampak sepi Para Penghuni kelas sudah berhamburan keluar mencari kendaraannya masing-masing.
Tidak dengan Gerhana cowok itu berlarian menyusuri koridor kelas 12 celingak-celinguk mencari seseorang. ia mendorong Pintu kelasnya dengan cukup kencang hingga satu Penghuni di dalamnya terlonjak kaget. Gerhana menghela nafasnya lega saat melihat orang yang ditujunya ada di dalam. Langkah kaki jenjang Cowok itu berjalan menghampiri Liona yang sibuk membereskan buku-bukunya.
" Liona kamu mau Pulang ? Aku anterin ya," tawarnya. ia menghentikan aktivitas Liona dengan menggenggam Punggung tangan cewek itu
" Nggak usah aku bisa Pulang sendiri," tolak Liona. ia menyingkirkan tangan Gerhana, kemudian melangkah hendak keluar kelas
Tarikan Pada bahunya membuat cewek itu menghentikan langkahnya," Liona jangan kayak gini," ujar Gerhana frustasi. Liona menatap mata Gerhana dengan serius hingga bibir cowok itu terkatup rapat. Gerhana menunduk lemah, tangannya Perlahan turun dari atas bahu Liona," Aku mohon, Na, Jangan gini, Aku nggak bisa," lirihnya
Gerhana menggeleng. " Sayang," ucapnya lembut. ia mengusap lembut Pipi Liona. " itu semua salah,"
Liona memejamkan matanya sejenak, menikmati usapan lembut Pada Pipinya. Usapan lembut dari tangan Gerhana yang mungkin tak akan Pernah ia rasakan lagi Pada hari berikutnya. Liona membuka matanya.
" Jelasin, jelasin apa yang mau dijelasin," suruhnya
Gerhana terdiam menatap Liona dengan bibir yang sedikit bergetar Bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya sedangkan ia tak ingat apa-apa ?
Liona terkekeh melihat Gerhana yang hanya diam. " Liat ? Lo bahkan nggak bisa jelasin tentang foto itu kan Terus apa lagi yang mau dicegah dari gue Gerhana ? Mau beralasan apa lagi kalau semua itu emang bener," Gerhana tertegun sesaat lantaran mendengar gaya bicara Liona yang berbeda." Terus, apa artinya kemarin malam itu Gerhana Apa arti Persyaratan yang lo kasih ke gue waktu itu," ucap Liona dengan mata berkaca-kaca." Mulut lo seolah-olah cegah gue buat Pergi, tapi Perilaku lo sendiri yang buat gue ingin Pergi," lanjutnya
" L-Liona gak gitu ! Liona," teriak Gerhana. Namun cewek itu berlari dengan cepat tanpa menggubris Panggilan Gerhana. ia mengusap wajahnya dengan frustasi lalu menendang salah satu meja dengan cukup kencang
" Gerhana,"
__ADS_1
Gerhana menoleh mendapati Bima dan Kenzie yang berdiri di ambang Pintu. ia menghela nafasnya berat kemudian cowok itu mendudukkan dirinya di salah satu kursi dengan tangan menutup wajahnya.
" Kenapa lo berdua belum Pulang," tanya Gerhana
" Gimana gue bisa Pulang Sedangkan sahabat gue lagi ada masalah besar," ucap Bima menghampiri Gerhana
" Lo udah jelasin semuanya ke Liona " Tanya Kenzie
" Lo bahkan tau sendiri Ken, gue nggak inget apa-apa Gue tau kalau gue itu jebak Kalaupun gue jelasin semuanya gue ada bukti apa biar Liona Percaya sama gue," ujar Gerhana gusar." Foto itu bener-bener asli siapapun bakal sama foto itu," lanjutnya
Bima menatap Gerhana Penuh Penyesalan. " Sorry Gerhana, seharusnya semalem gue sama Kenzie nggak ninggalin lo sendirian di dalam bar," ucap Bima bersalah.
Gerhana menggeleng cowok itu menyandarkan tubuhnya Pada Punggung kursi. " Kalian nggak salah. Gue yang suruh kalian pulang duluan,"
" Cewek bermasker," ucap Kenzie tiba-tiba. Gerhana dan Bima pun menoleh secara bersamaan. " Gue yakin ada sangkut Pautnya sama cewek yang Pake masker kemarin malam. Bisa aja dia salah satu orang suruhan Naura buat kasih minuman alkohol buat lo, Gerhana. Dengan begitu, Naura leluasa deketin lo dan dia suruh orang buat foto kelakuannya dari kejauhan," jelas Kenzie
Bima mengerjapkan matanya berkali-kali saat mendengar tutur kata Kenzie. " Ken, lo nggak kemasukan jiwa Mario teguh, kan ? Perlu sungkeman nggak, nih Tumben banget lo ngomong-ngomong,"
" Nggak usah becanda Bima, Gue lagi serius," tutur kata Kenzie malas
" Ampun Raden," Bima menyatukan tangannya
" Yang gue bingungin, kenapa Naura ada niatan rusak hubungan Gerhana sama Liona Dia kan masuk sini aja belum ada dua minggu dan gue rasa Naura nggak terlalu tau hubungan Gerhana sama Liona. Atau ..... " Kenzie menggantungkan kalimatnya. " Lo ada hubungan sama Naura sebelumnya, Gerhana ?" tanya Kenzie Pada Gerhana
Cowok itu menoleh sekilas, kemudian berucap. " Gue kenal dia waktu Pertama dia baru di sini,"
Bima mengambil tasnya dari kursinya, lalu ia berdiri di ambang Pintu. " Tandai aka ciri-ciri cewek bermasker kemarin malam siapa tau kalau kita ke American Bar lagi, kita bakal ketemu dia untuk kedua kalinya Gue nggak tahan buat narik masker dia," ujar Bima." Ayo Pulang udah sore," ajak Bima. Keduanya keluar dan melangkah menuju Parkiran untuk mengambil kendaraan mereka.
...•••••...
__ADS_1