KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 18 Tanaman Cinta


__ADS_3

" Jomblo ngenes itu Pantesnya nyanyi lingser wengi, " Dengan cepat, cowok itu menyambar kunci motornya dan berlari keluar rumah


Liona langsung mendelik tajam. ia keluar dan mendongak ketika satu kantong m


Liona mengembuskan napasnya. dengan Pelan," Yah, akhir tahun begini kita itu harus hemat. Nanti biar Liona aja yang nyuciin, " ucapnya


" Ayah tau kamu capek Laundry segitu nggak sampe lima Puluh ribu, Gih buruan bawa keburu laundry Mak Cik tutup," suruhnya


" Dibandingkan, Liona Ayah lebih capek Ayah setiap hari cari uang tanpa lelah, sedangkan Liona ? Liona cuma duduk di rumah, sekolah dan belajar," ucapnya


Ayah Liona tersenyum mendengar kalimat yang dilontarkan Putrinya. Liona adalah anak Perempuan satu-satunya yang ia miliki setelah kepergian istrinya ia merasa takut kalau tidak berhasil membahagiakan Liona. Maka dari itu ia rela bekerja keras demi kebahagiaan Liona.


Liona mencium Punggung tangan ayahnya. sebelum ia melenggang Pergi mengeluarkan motor matic-nya Ayahnya merasa sangat beruntung. Liona selalu menerima keadaan yang sederhana ini. Matanya menatap bingkai foto di mana ada wanita Paruh baya serta dua anak kecil di sisi kirinya Ayah mengusap air matanya yang tiba-tiba mengalir tanpa Permisi.


" Bun anak kita, Liona dan Satya sekarang udah jadi anak yang hebat,"

__ADS_1


...••••...


Cewek cantik dengan helm bulat yang terpasang apik di kepalanya membelokkan setir motornya saat ia sudah sampai di depan laundry Mak Cik. Liona menggedor-gedor Pintu kaca lantaran Mak Cik asyik berjoget mengikuti alunan musik yang berdentum keras.


" Assalamualaikum Mak Cik !" teriak Liona


Alunan musik yang diputar keras oleh Mak Cik akhirnya berhenti. Wanita tiga Puluh tahun tersebut. berjalan dengan gaya moleknya membukakan Pintu untuk Liona.


" Mau laundry ?" tanyanya dan langsung diangguki oleh Liona. Mak Cik mengambil Plastik besar yang dipegang Liona. " Ambil hari Kamis ya, Liona !"


" MANG JAJANG BELI ITIK KE PASAR BALI ADUH NENG CANTIK KITA KETEMU LAGI !"


" Lo ngapain sih !" sentak Liona.


" Tunggu. Neng ! Momoy dari tadi nungguin Neng Liona loh Ada titipan dari Mas Ge .... khm ! Maksudnya ada titipan dari Mas Goblin Sebentar ya, Momoy ambil dulu, "

__ADS_1


Garis kerut di kening Liona langsung tercetak jelas. " Titipan dari Mas Goblin ? Maksudnya dari tuyul, "


Cewek itu menolehkan kepalanya saat Momoy kembali membawa kotak besar dengan Pita. " Nih Neng Liona Amanah Momoy udah selesai Kata Mas Goblin dirawat yang baik-baik. Neng. kalau Perlu dianggap seperti anak sendiri. Ya Udin Momoy cabut Neng ! assalamualaikum !"


Liona menatap kotak cantik di tangannya. jemari lentiknya menarik secarik kertas yang terselip di antara tali Pita.



Dengan Penasaran Liona membuka tali Pita yang melingkar indah Pada bagian luar kotak kado tersebut. Tangan lentiknya membuka Penutup kotak itu.



Tulisan yang tertempel di kertas Putih tersebut membuat Liona menghela napasnya kasar. Atas dasar apa Gerhana mengirimkannya tanamannya seperti ini ? Liona menatap tanaman yang tertanam di atas aquarium tersebut dengan sangat aneh. Ditanam di atas Pasir Putih ?


__ADS_1


" Kalau dikasih Pasir Putih mana bisa hidup tanamannya ?" gerutu Liona. " Seharusnya lo kasih tanah kuburan gue baru suka,"


...•••••...


__ADS_2