KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 68 Jangan Pernah buat dia kecewa ?


__ADS_3

" Wujud lo itu mirip spesies monyet. Pantes hidup di hutan,"sarkas Kenzie memotong ucapan Bima.


Bima melotot tak terima. " Anj ...."


" Siapa itu yang ribut ? Kalau mau ribut bukan di sini tempatnya ! Keluar dan teriak di lapangan," omel sang Penjaga Perpustakaan memotong umpatan Bima.


" Kenzie, nih, Bu ! Nakal !" adunya. Kenzie menatap Bima dengan sinis. Kakinya bergerak menendang kaki Bima sehingga kaki yang berusaha berdiri tersebut kembali ambruk


" Anjing !" umpat Bima. Kenzie tak ada keinginan untuk membantu sahabatnya. Cowok itu duduk di samping Bima


" Tumben," ucap Kenzie. Gerhana menoleh dengan alis yang terangkat sebelah. " Tumben ke sini. Biasanya kalau bukan karena disuruh ambil buku. lo nggak bakal ke tempat ini," lanjutnya


" Salah ?" tanya Gerhana. Kenzie menoleh dan menggeleng


" Nggak. Gimana keadaan lo ?" Gerhana menjawab lewat anggukkan kepalanya, Pertanda ia baik-baik saja


Buku yang ditaruh dengan kasar di atas meja, membuat Gerhana dan Kenzie menoleh. Bima. Cowok itu mendudukkan dirinya di hadapan Gerhana.


" Matematika kemarin lo dapet berapa ? Pasti lo dapet lima .... "


" Sembilan Puluh lima," jawab Gerhana memotong ucapan Bima


" Hah !" Bima dan Kenzie terkejut bersamaan


Selama Gerhana bersekolah dari SD hingga SMA. Gerhana tidak Pernah yang namanya mendapatkan nilai sembilan Puluh lima di mata Pelajaran. Paling tinggi ia hanya mendapatkan nilai enam Puluh saja.


Bima menangkup Pipinya. " OMG GERHANA ! ia memukul meja di hadapannya dengan Pelan. menyilanhkan kakinya dan menatap Gerhana dengan tatapan interogasi. Cowok itu menangkup Pipi Gerhana. " Bilang ! siapa yang ada di diri lo sekarang ini Gerhana ke gue ? Lo Pasti bukan Gerhana, kan, Pasti !"


Gerhana menghempas Pelan tangan Bima yang begitu kuat menangkup Pipinya. " Lo ngomong apa sih, "


Bima langsung menggeleng, Cowok itu berdeham. " Lo kayaknya Pas Koma kemarin di alam sana lo jumpa sama Albert Einstein." Cowok itu menatap Gerhana dengan tatapan memicing. " Lo tukeran otak, ya ? tanya Bima. " Lo jadi Pinter gini, Gerhana ? Lo, kan gobl .... sakit bego !" ucap Bima diakhiri Pekikan kencang lantaran Kenzie menginjakkan kakinya begitu kuat


Kenzie menatap Bima dengan sinis, kemudian ia menatap Gerhana.


" Lo belajar dari mana ?" tanya Kenzie Pada Gerhana


" Buku latihan."


" Semuanya ?"


Gerhana mengangguk


" Lo kok jadi kalem Kayak begini, sih, Gerhana ? Gue ngerasa kayak monyet di sini saat dia sahabat gue sikapnya kayak kucing," ujar Bima. ia memasang mimik wajah yang dibuat sedih


Kenzie beranjak dari duduknya saat bel berbunyi. Sebelum ia melenggang bersama Gerhana, Kenzie berkata. " Lo emang monyet baru sadar,"

__ADS_1


" Anjing ...... " Bima berdeham saat Penjaga Perpustakaan menatapnya dengan tajam." Hehe, Permisi Bu." Cowok itu menyusul dua sahabatnya yang meninggalnya


Di ambang Pintu Perpustakaan, langkah kaki Gerhana terhenti saat tangan lentik mencekal Pergelangan tangan. Gerhana menoleh refleks menyentak Pelan cewek itu.


" Lo siapa ? tanya Gerhana


" Gu-gue, Celine, maaf," ucapnya Pelan. Gerhana diam. ia tak mengerti kenapa cewek di hadapannya ini tiba-tiba mengucapkan kata maaf


" Salah lo apa ?" tanya Gerhana


Celine menggeleng. " Kalau gue bilang saat keadaan lo kayak gini, lo nggak akan ngerti. ini buat lo. Hitung-hitung sebagi Permintaan maaf gue," Celine memberikan satu kotak susu dan roti manis kepada Gerhana.


Gerhana hendak menerimanya, tapi Bima menyentak tangan Gerhana. Cowok itu merebut susu kotak Varian strawberry dan roti manis dari tangan Celine.


" Wih ! Susu sama roti, nih ! Buat gue, kan Celine Makasih emang lo Itu baik banget," Pujinya


" i-itu, kan, buat ..... "


" iya, tau, Buat, gue, kan Celine ? Ya elah, Celine ! Nggak usah malu-malu segala Pake nitipin ke Gerhana !" Bima menyela ucapan Celine. ia sedikit menunduk dan berbisik ke Celine. " Lo mau jadi Parasit lagi ? Lo mau hancurin hubungan Gerhana untuk yang kedua kalinya."


Celine menggeleng cepat begitu mendengar tuduhan Bima. " Gue cuma mau minta maaf ke kalian terutama Gerhana. Apa itu salah ?"


Bima menegakkan tubuhnya kembali. " Gue udah maafin lo, nggak tau deh Gerhana Kalau udah inget semua nanti, Pergi lo," usirnya


" Pergi Celine," Usir Kenzie dengan datar. Celine menghela napas. Cewek itu mengangguk Pelan sebelum akhirnya Pergi


Gerhana menutup Punggung Celine yang kian menjauh dari Pandangannya Kenapa cewek itu meminta maaf kepadanya ?


" Ayo ke kelas," ajak Kenzie


Gerhana menoleh. " Cewek itu siapa ?"


" Bukan siapa-siapa. Orang gila, jangan dipikirin. Ayo ke kelas." jawab Bima. ia merangkul Pundak Gerhana, tersenyum tipis saat sahabatnya ini tak menolak Perlakuannya. Meskipun Gerhana tak ingat siapa ia, Bima tetap bersyukur Gerhana masih mau berteman dengannya


Bima menghentikan langkahnya." Lo berdua duluan. Gue mau ke toilet,"


" Jangan lama-lama Sebentar lagi Panitia ujian kita dateng, Jangan sampe lo telat," Kata Kenzie


" Gue mau ke toilet, bukan mau cari jodoh," jawab Bima sedikit emosi


Kenzie memutar bola matanya malas. tak menyahuti ucapan Bima lagi dan memilih memasuki kelasnya bersama Gerhana. Setelah melihat dua sahabatnya melenggang dari hadapannya. Bima berjalan menuju depan kelas 11 IPA 1. Kelas itu nampak sepi, tak ada Penghuninya sama sekali. Wajar kelas 12 sekarang sedang melaksanakan ujian dan kelas 10 sampai 11 diliburkan.


Bima menatap kotak sampah di depannya, lalu menatap susu kotak dan roti yang ada di tangannya.


" Yang ngasih sama barang yang dikasih sama-sama kayak sampah !" Bima membuangnya, tak minat untuk menerima Pemberian dari Celine. Cewek cantik munafik yang telah melukai sahabatnya

__ADS_1


...•••••...


Gerhana menoleh dan berkata." Liona. "


Sudut bibir Kenzie terangkat membentuk seulas senyuman yang sangat tipis. Bersyukur Gerhana tidak menjauhi Liona seperti ada Pikirannya


" Gue boleh titip Pesan sama lo,"


" Apa ?"


" Jangan Pernah buat Liona nangis. Nanti kalau lo udah tau semuanya. lo bakal marah sama diri lo sendiri."


...••••...


Wujud lo itu mirip spesies monyet. Pantes hidup di hutan,"sarkas Kenzie memotong ucapan Bima.


Bima melotot tak terima. " Anj ...."


" Siapa itu yang ribut ? Kalau mau ribut bukan di sini tempatnya ! Keluar dan teriak di lapangan," omel sang Penjaga Perpustakaan memotong umpatan Bima.


" Kenzie, nih, Bu ! Nakal !" adunya. Kenzie menatap Bima dengan sinis. Kakinya bergerak menendang kaki Bima sehingga kaki yang berusaha berdiri tersebut kembali ambruk


" Anjing !" umpat Bima. Kenzie tak ada keinginan untuk membantu sahabatnya. Cowok itu duduk di samping Bima


" Tumben," ucap Kenzie. Gerhana menoleh dengan alis yang terangkat sebelah. " Tumben ke sini. Biasanya kalau bukan karena disuruh ambil buku. lo nggak bakal ke tempat ini," lanjutnya


" Salah ?" tanya Gerhana. Kenzie menoleh dan menggeleng


" Nggak. Gimana keadaan lo ?" Gerhana menjawab lewat anggukkan kepalanya, Pertanda ia baik-baik saja


Buku yang ditaruh dengan kasar di atas meja, membuat Gerhana dan Kenzie menoleh. Bima. Cowok itu mendudukkan dirinya di hadapan Gerhana.


" Matematika kemarin lo dapet berapa ? Pasti lo dapet lima .... "


" Sembilan Puluh lima," jawab Gerhana memotong ucapan Bima


" Hah !" Bima dan Kenzie terkejut bersamaan


Selama Gerhana bersekolah dari SD hingga SMA. Gerhana tidak Pernah yang namanya mendapatkan nilai sembilan Puluh lima di mata Pelajaran. Paling tinggi ia hanya mendapatkan nilai enam Puluh saja.


Bima menangkup Pipinya. " OMG GERHANA ! ia memukul meja di hadapannya dengan Pelan. menyilanhkan kakinya dan menatap Gerhana dengan tatapan interogasi. Cowok itu menangkup Pipi Gerhana. " Bilang ! siapa yang ada di diri lo sekarang ini Gerhana ke gue ? Lo Pasti bukan Gerhana, kan, Pasti !"


Gerhana menghempas Pelan tangan Bima yang begitu kuat menangkup Pipinya. " Lo ngomong apa sih, "


Bima langsung menggeleng, Cowok itu berdeham. " Lo kayaknya Pas Koma kemarin di alam sana lo jumpa sama Albert Einstein." Cowok itu menatap Gerhana dengan tatapan memicing. " Lo tukeran otak, ya ? tanya Bima. " Lo jadi Pinter gini, Gerhana ? Lo, kan gobl .... sakit bego !" ucap Bima diakhiri Pekikan kencang lantaran Kenzie menginjakkan kakinya begitu kuat

__ADS_1


__ADS_2