KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 67 Kalung


__ADS_3

dengan sedikit menyunggingkan senyum tulusnya. ia tidak tahu kenapa Gerhana berada di sini. " Nggak. Aku udah izin sama Ayah tadi. " ucapnya sedikit canggung. " Kamu kenapa bisa sampai di siniMerasa diperhatikan, Liona langsung menoleh." K-kenapa liatin aku kayak gitu,"erhana menggeleng Pelan. Matanya begitu intens menyorot teduh mata sendu Liona. Dengan ragu tangan Gerhana terangkat mengusap Pipi Liona yang sedikit basah. Cewek itu tersentak akan Perlakuan Gerhana. Detak jantungnya berdebar sangat kencang. Liona memejamkan matanya menikmati usapan tangan Gerhana yang sudah lama tak ia rasakan.


Gerhana menyelipkan anak rambut Liona. " Jangan nangis. Tangisan lo buat gue inget sama seseorang. Tapi gue nggak tau itu siapa,"


Liona menahan kelu di ulu hatinya. ia ingin memeluk Gerhana, tapi Pelukan itu rasanya seperti hampa tidak ada sosok asli di dalamnya

__ADS_1


Orang itu aku Gerhana


" Liona," Panggil Gerhana


Liona membuka matanya. " K-kenapa ?"

__ADS_1


Liona menggeleng sebagai jawaban. ia tak mungkin menjawab dengan jujur Pertanyaan Gerhana. Mau sepanjang apa pun Liona bercerita Gerhana tidak mengerti dan tidak mengingat semuanya.


" Nggak apa-apa. Kamu nggak Perlu tau," ucapnya


" Pasti gara-gara cowok kan makanya lo nangis kayak gini ?" tebaknya. " Cowok nggak cuma satu di dunia ini. Lo kenapa tangisin yang jelas-jelas udah nggak Peduliin lo lagiona tertawa Pelan. Meskipun sirat matanya memancarkan kesedihan. ia merasa lucu dengan ucapan Gerhana. Ucapannya yang terlontar seolah-olah menyindir dirinya sendirimang kamu udah ikhlas kalau aku cari yang baru ?" tanya Liona dengan alis yang terangkat.

__ADS_1


" MaksudnyaLupain aja," Liona melirik Ponselnya yang menyala. jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. " Udah malam, aku Pulang duluan Kamu jangan malam-malam Pulangnya biar cepat sembuh.Sembuh ? Gue nggak sakit,"ona tersenyum dan berdiri dari duduknya. Gerhana yang melihat itu Pun ikut berdiri. Liona menatap Gerhana intens. jemari terlunjuknya bergerak menyentuh Pelipis Gerhana. Kemudian turun menyentuh dada Gerhana.ngatan dan hati Kamu lagi nggak baik-baik aja. Selamat malam aku Pulang sampe ketemu lagi besok." Setelah mengatakan itu. Liona melenggang Pergi meninggalkan Gerhana seorang diri. Cowok dengan setelan jaket dan celana jeans itu Pun masih menatap kepergian Liona hingga Punggung cewek itu hilang dari PandangannyaLo itu kayak nggak asing buat gue. Lo itu sebenernya siapa ? Dan gue ..... " Gerhana menyentuh Pelipis yang disentuh Liona tadi, kemudian menyentuh dadanya. " Ada apa dengan gue ?" Gerhana tak pergi. Cowok itu kembali mendudukkan dirinya di kursi menatap gemerlap bintang yang bersinar sangat indEmang kamu ikhlas kalau aku udah cari yang baru ?hana menggelengkan kepalanya. Kenapa ucapan Liona terngiang-ngiang di kepalanya ue nggak tau yang lo omongin itu apa. Tapi gue nggak suka lo ngomong begitu," ucapnya. ia menatap sekitar taman yang tak asing baginya. Entahlah, niatnya tadi hanya lewat saja. Namun entah mengapa langkah kakinya tertarik untuk belok ke taman iniwok itu mengambil Ponselnya lantaran dering notifikasi berbunyi. Tertera nama Liona yang muncul di sanaaca Pesan yang dikirimkan Liona. refleks cowok itu mendongak menatap bulan dan bintang di atas sana. ia kembali menunduk saat notifikasinya kembali berbunyGerhana sedikit memutar tubuhnya, mencari keberadaan orang yang dimaksud Liona. Namun sepertinya hanya ada ia sendiri saja di sini. Taman nampak sepi, hanya ada lampu-lampu taman yang menghiasi gelapnya malam ini.


__ADS_2