KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 59 Pengorbanan


__ADS_3

Liona melipat kembali kertas tersebut, lalu memasukkannya ke dalam saku seragam. ia mengambil kotak bekal dari dalam lacinya


" Buat lo aja, Mona. Gue udah kenyang." Liona menyerahkan satu kotak bekal itu ke Mona yang sedang asyik bercermin


Mona refleks menoleh kaget. " i-itu, kan dari Gerhana buat lo jangan ....."


" Gue nggak suka nasi goreng. Buat lo aja."


Gerhana menoleh saat telinganya mendengar ucapan Liona. ia mengusap wajahnya dengan gusar


" Harus Pake cara apa lagi gue berjuang, Na !" gumam Gerhana. sembari menatap Liona yang kini fokus membaca buku


...••••...


Celine, Kirana, Helen dan Naura tengah berdiri di atas rooftop lantai dua. Naura memundurkan langkahnya saat Celine mendorong bahunya.


" K-kalian mau apa ?" tanya Naura


" Enak banget lo ya bisa deket sama Gerhana ? Celine menaikkan sebelah alisnya. " Pinter banget cara lo rusak hubungan mereka, nggak sia-sia gue manfaatin lo," kekehnya


Kirana tertawa Pelan mendengar tutur kata Celine. " Dia itu bego makanya Polos banget buat kita suruh- suruh."


" Bukan bego, sih tapi kelewat bego ! sahut Helen kemudian tertawa.


Naura meremas kuat roknya. ia ingin melawan Celine Namun, ia sadar ia sangat lemah kalau di samping Celine dan kedua temannya. Naura ibaratkan Pohon tanpa akar, tidak akan Pernah bisa berdiri dengan kuat.


" Aku nyesel udah lakuin ini semua buat kalian ! Kenapa kalian jahat banget Dengan cara kalian yang kayak gini, kalian Pikir kalian hebat ? Nggak ! Nggak sama sekali Kalau semua tau dalang dari semuanya ini kalian, mereka nggak bakal sudi natap wajah kalian walau cuma sedetik !" ujar Naura lantang dengan suara yang sedikit bergetar.


Celine mengepalkan tangannya, refleks ia menarik rambut Naura dengan kuat. " Bilang apa lo !"


" C-Celine, sakit .... " rintih Celine.


" Lo sekarang udah berani banget ya bentak gue, Hah ? Lo nggak mikir kalau lo sekali salah ngomong gitu nyawa lo yang bakal jadi taruhannya ngerti !" bentak Celine. " Lo nggak tau siapa gue ini Naura ? Lo nggak inget siapa yang bantuin lo selama ini Kalau bukan karena gue, lo itu udah mati dari dulu, Naura !" Celine menguatkan tarikannya Pada rambut Celine, membuat cewek itu meringis ngilu.


" A-aku cuma nggak mau kamu berbuat seenaknya !" ucap Naura. diiringi ringisan sakit di bibirnya," Laki-laki nggak cuma satu dunia ini Celine Kenapa harus Gerhana yang Posisinya udah ada Pemiliknya Please Berhenti sama obsesi kamu Celine ! Obsesi kamu itu rugiiin orang lain. Celine Kamu ngejar dia, yang jelas dia itu nggak Pernah mau sama kamu sedikit Pun,"


Celine menatap Naura dengan Penuh kebencian. ia mencengkram kerah baju Naura. lalu mendorong tubuh Naura hingga ke batas dinding. Tiba-tiba seorang cewek datang dan memegang bahu Naura dan melindunginya.


" Lo apa-apaan sih, Celine !" bentaknya


Celine sedikit terkejut akan kedatangan Liona. Namun, ia berusaha untuk tetap tenang seolah kehadiran Liona tak ada.

__ADS_1


" Lo ngomong gitu sama aja lo mau mati di tangan gue, Naura Dan lo ....." ucap Celine menggantung," Nggak usah ikut campur sama urusan gue dan Celine,"


Naura memejamkan mata dengan rapat saat ujung sepatunya keluar dari Pembatas dinding. Liona buru-buru menahan badan Naura


" Dorong, Dorong aku ke bawah Lebih baik aku mati daripada jadi orang yang kamu suruh-suruh buat rusak kehidupan orang lain !" teriak Naura.


Tak bisa meredam emosinya. Celine refleks mendorong kencang tubuh Naura. Namun Liona menahan tubuhnya agar tetap seimbang Satu langkah lagi, Liona dan Naura bisa terjatuh apalagi Pembatas lantai dua hanya sebatas betis.


" Gue benci sama lo ! Kenapa lo rebut semua dari gue Lo nggak harus ada di sini, Na ! Gue benci sama lo !" amuk Celine sambil mendorong tubuh Liona yang sedari tadi mengganggunya.


Liona menjauhkan Naura darinya. ia maju dan berhadapan dengan Celine.


" Harusnya lo itu tuh ngaca Lo yang rebut semuanya dari gue, Celine ! teriak Liona. " Sadar lo,"


Tanpa Pikir Panjang ditambah amarah yang meluap-luap, tangan Celine terangkat mendorong tubuh Liona. Di sisi lain, seseorang yang melihat Liona naik ke atas lantai dua, menarik tangan Liona untuk menyelamatkannya. Namun kakinya tak sengaja menyaksikan dari bawah Pun berteriak histeris kencang saat tubuh seseorang terjatuh dari atas lantai dua, menghantam mobil yang sedang terparkir sebelum tubuhnya jatuh ke aspal yang keras.


Semua orang yang menyaksikan, refleks berlari, mengerumuni orang tersebut yang sudah terkapar dengan darah mengalir deras di kepalanya.


" PMR BURUAN WOI !"


Liona mencoba bangun dari tersungkurnya. ia mengusap dahinya yang sedikit berdarah. ia tak tahu siapa yang menariknya hingga terpental membentur lantai. Tanpa memerdulikan lukanya. Liona berlari ke ujung Pembatas, kepalanya melongok melihat kondisi di bawah yang banyak dikerumuni oleh siswa-siswi. Dengan kaki yang gemetar Liona menuruni anak tangga. Jantungnya berdebar sangat kencang.


Liona mematung di tempat saat manik matanya menangkap siapa sosok yang terkapar lemah tak jauh darinya ini. Bulir air matanya terjun dengan bebas.



Liona mengangkat kepala Gerhana, mengusap dahi serta Pelipis Gerhana yang mengeluarkan darah yang sangat banyak


" G-Gerhana ..... lo masih denger gue, kan ? Please Buka mata lo, Gerhana Please !" Liona mengguncang tubuh Gerhana bersamaan bulir air matanya yang turun menetes Pipi. ia meringis melihat darah Gerhana yang bercucuran sangat banyak


Dengan sangat berat Gerhana membuka matanya saat mendengar sayup-sayup suara.


" CEPET PANGGIL PMR DAN HUBUNGI AMBULANS, WOI ! teriak salah satu siswa


Gerhana langsung mengangkat tangannya, L-Liona. " ia menyentuh Pipi Liona. Suaranya terdengar begitu Pelan


Liona mengangguk dengan cepat.


" iya, ini Liona,"


Gerhana tersenyum menahan Perih sakit di sekujur tubuhnya. " L-lo n-nggak a-apa-apa, kan ? tanya Gerhana, jemarinya mengusap dahi Liona yang mengeluarkan sedikit darah," S-sakit,"

__ADS_1


Liona terisak saat Gerhana lebih memerdulikannya daripada dirinya sendiri yang Posisinya lebih menderita.


" Gerhana ....., " ucap Liona dengan lirih. " Jangan tinggalin gue,"


Gerhana mengangguk. ia mengusap air mata Liona. " G-gue tetap d-di sini ja-jangan nangis g-gue nggak apa-apa,"


Suara derap langkah cepat menghampiri Gerhana.


" GERHANA !" teriak Bima dan Kenzie bersamaan. Dua cowok itu berjongkok


Bima mendongak. " ini kenapa bisa begini,"


" Dia jatuh dari atas lantai dua," jelas salah satu siswa


Bima mengusap wajahnya. ia kembali menatap Gerhana. Cowok itu melepas seragam Putihnya dan menyisakan kaos hitam saja. Cowok itu menempelkan seragamnya Pada dahi Gerhana yang dibanjiri darah segar. ia tak bisa mengeluarkan sepatah katapun saat melihat sahabatnya seperti ini.


" G-Gerhana, lo ....." Ucapan Kenzie terpotong lantaran Gerhana mengeluarkan suaranya lagi.


" G-gue t-titip Liona ke ka-kalian t-tolong j-jagain d-dia," ucap Gerhana tersengal


Liona menggeleng cepat. Lidahnya begitu kelu untuk sekadar mengeluarkan sepatah kata. ia tak memedulikan roknya yang dibanjiri dengan darah Gerhana. jemarinya menggenggam kuat telapak tangan Gerhana yang lemas.


" Lo jangan ngomong sembarangan anjing !" teriak Kenzie tak terima.


Gerhana memejamkan matanya sejenak. ia sudah tak tahan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. terutama bagian kepalanya yang banyak mengeluarkan darah. Hal itu membuat beberapa orang yang ada di sana, berteriak histeris melihat Gerhana mulai memejamkan matanya dengan Perlahan.


" Gerhana Jangan tutup mata lo Bangun, Gerhana !" Liona menggoyangkan bahu Gerhana. ia menyugar rambut Gerhana. Kepala cowok itu begitu lemah bersandar di atas Pahanya. Dengan sekuat tenaga Gerhana mencoba membuka matanya lagi.


" G-gue minta m-maaf gue udah gagal j-jagain lo j-jagain diri lo b-baik-baik. G-gue Pergi s-sebentar aja," Kata Gerhana Pada Liona yang terus menangis.


" Jangan tangisin g-gue, G-gue s-suka liat lo n-nangis n-nanti c-cantiknya Gerhana i-ini h-hilang," Gerhana mengusap air mata Liona


" Gue mohon jangan Pergi Gerhana," lirih Liona sambil terisak Pelan.


Gerhana mengangguk," G-gue nggak b-bakal P-Pergi, ujarnya lemah, " Liona," Panggil Gerhana dengan Pelan, " G-gue s-sayang s-sama lo," Terakhir, Gerhana memejamkan matanya dengan Perlahan. Pandangannya menggelap Saat itu juga, semuanya menghilang. Mata cowok itu terpejam dengan tenang.


" GERHANA BANGUN GUE NGGAK MAU KEHILANGAN LO GUE TAU LO DENGERIN SUARA GUE !" Liona memeluk tubuh Gerhana dengan erat. Tangisnya Pecah juga. Cewek itu menjerit sangat kencang," LO DENGER GUE, KAN, IYA, KAN, BANGUN GERHANA !" Liona menggoyangkan bahu Gerhana


Melihat itu, Bima menutup wajahnya dengan sebelah telapak tangannya. Bahu cowok itu bergetar hebat.


" Gerhana, buka mata lo. Lo sayang sama gue, kan ? Liat, liat gue sekarang Please bukan mata lo Gerhana ! " teriak Liona dengan sangat histeris. " Lo larang gue nggak nangisin lo ! Tapi sekarang, kenapa lo buat gue nangis sekarang Please Bangun, Gerhana !" Liona memeluk tubuh Gerhana.

__ADS_1


Siswa-siswi yang menyaksikan itu menangis tersedu-sedu melihat Gerhana memejamkan matanya di atas Pangkuan Liona.


__ADS_2