
LIONA memasuki kelasnya yang terdengar sangat berisik Disana, Cewek-cewek tengah duduk melingkar bersama Cowok-cowok sambil bermain kartu Poker
" Udahlah, gue udahan aja. Tuh Bel masuk udah bunyi Pak Irham bentar lagi masuk Kena ceramah mampus lo Pada kalau ketahuan main kartu Poker," Ujar Mona. Cewek itu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju toilet untuk membersihkan wajah cemongnya
" Na !" Panggil Dion. " Sini gabung, main bareng kita. Dari tadi gue nggak liat lo, sekalinya liat Pas mau masuk gini. Ke mana aja lo ?" tanya Dion sembari membereskan kartu-kartu Poker yang berserakan
" LIONA, KAN LAGI BROKEN HEART DION LO NGGAK TAU YA," sahut Bima.
" Diem lo bencong !" Gerhana memukul lengan Bima.
Liona menolehkan kepalanya lantaran matanya menangkap sosok cewek yang duduk di atas meja Kenzie. Celine menjulurkan kakinya saat Liona hendak melewatinya. Hal itu membuat Liona langsung tersungkur dengan tangan yang bertumpu Pada sudut meja.
Gerhana yang melihat itu, lantas berdiri dari duduknya dan menarik tangan Liona untuk berdiri.
" Na, Nggak apa-apa ?" tanyanya
Celine menatap sinis Liona.
" Caper banget lo jadi Cewek,"
Liona mendongak lantaran kalimat Pedas yang keluar dari bibir Celine, Sungguh. Liona tidak bisa menahan emosinya dari kemarin. ia tidak suka dengan kehadiran Celine yang terus mengusiknya.
" Lo lagi nyindir diri lo sendiri, ya ?" Kata Liona sembari menyunggingkan senyum miringnya
" Mampus !" sahut Dion
" Ngena nggak tuh di hati Lo Celine," tanya Bima menggoda Celine
" Langsung kena kental," sahut Kenzie.
" HE, CUCU LAMPIR KELAS LO ITU BUKAN DI SINI, TAPI DI SEBELAH PERGI LO SEPET GUE LIAT LO DI SINI PARASIT DASAR LO," teriak Mona dari ambang Pintu kelas. Dari dulu, Mona memang tidak suka dengan kehadiran Celine, selain genit dan ganjen, Celine Juga suka menindas adik kelas tanpa sebab, jadi tak heran lagi heran lagi kalau sebagian dari siswa-siswi SMA Garuda membenci Celine.
Celine berdecak kesal. Kehadiran Celine di kelas 12 IPS 2 hanya ingin menemui salah satu anak kelas ini yang merupakan teman satu kompleksnya. Namun, anak yang dituju Celine malah tidak masuk sekolah. Jadi, sekarang Celine mendekati Gerhana dan beberapa temannya dengan alasan ia tidak Punya teman satu pun di kelasnya.
__ADS_1
...•••••...
Saat ini, Liona dan Mona berada di kantin Mak Jum, Jam menunjukkan Pukul setengah tiga siang. Tapi bel Pulang sekolah tak kunjung berbunyi. Di sekitar mereka, ada banyak siswa-siswi yang bermain basket, nongkrong, dan gosip di depan kelas mereka masing-masing.
Sedari tadi, tak ada hentinya Mona menerjang Liona dengan pertanyaan Perihal hubungan Liona dan Gerhana.
" Lo gimana sih, Na Modelan Celine lo tanggepin," kata Mona kesal," Gini, nih, efek seorang manusia yang kalo baru ngenal cinta." Mona mencondongkan wajahnya di hadapan Liona, kemudian ia melanjutkan kalimatnya," Hei kemarin gue emang nggak setuju, tapi sekarang gue udah sekarang gue udah berubah Pikiran, Maju, Sayang, Kalau lo ngalah terus Kapan gue dapet Pasangannya,"
Mona kembali menyandarkan tubuhnya, menatap Liona yang akhir-akhir sering murung. Liona yang ada di hadapannya ini bukan seperti Liona, sahabat Mona yang cerewet.
" Apa iya gue harus egois," tanya Liona.
" Hidup juga sekali-kali harus egois. Masa iya lo mau diem aja tanpa ngelawan mereka Terutama soal cinta. Sekali-kali lo itu kudu egois Perihal Perasaan lo sendiri. Ada Parasit, ya biarin aja," Ujar Mona sembari meminum es tehya." Kelamaan mikir Lo ! Sini HP lo!" Mona mengambil Ponsel Liona yang ada di genggamannya cewek itu.
" Mau lo apain, Mon?"
" Udah ! Lo diem aja, lama-lama gue geregetan Juga sama lo, Na." Mona mengotak-atik Ponsel Liona, membuka aplikasi WhatsApp kemudian mencari kontak yang ia tuju. Mata sipitnya tertuju Pada satu nama Lantas, jemari lentik Mona menyentuh nama tersebut, kemudian mengetikkan sesuatu di sana.
" Nih, makasih ya Liona, gue mau Pulang duluan. Gue Udah ditungguin sama Maya," Pamitnya. Kemudian langkah kaki jenjangnya melangkah meninggalkan Liona.
Liona yang Penasaran, buru-buru membuka Ponselnya Begitu ia menatap room chatnya dengan Gerhana, lantas Cewek itu melebarkan bola matanya.
" Mona Sialan ! Tanggung jawab Lo,"
...•••••...
Liona melangkahkan kakinya menuju kelas. Wajahnya ia tekuk dengan kesal lantaran Mona dengan lancang mengirimkan Pesan gombalan ke raja gombal yang tentunya lebih Pro darinya. Liona memalingkan wajahnya malu saat ia tak sengaja bertatapan dengan Gerhana yang duduk di depan kelas bersama Bima dan Kenzie.
" SUDAH SAD BOY-MU MARI JADI MY BOY ADUH SIAPA YANG TADI YANG NGIRIM PESAN KAYAK GITU !" sindir Bima sambil melirik Liona.
Malu ? Tentu saja. Siapa yang tidak malu jika dijadikan bahan ledekan oleh teman orang yang ada di dalam hatinya ? Apalagi itu Bima, manusia ceplas-ceplos dan hobi berteriak.
__ADS_1
" PENGEN DEH, GUE DIGITUIN SAMA KENZIE AJA DEH, KEN GODAIN ABANG DONG !" Kata Bima sembari mencolek dagu kenzie.
" Najis !" kata kenzie.
" Ayo, Ken, Biar romantis," ajak Bima
Kenzie memutar bola matanya malas, tersenyum Paksa dan menampilkan finger heart-nya ke arah Bima. " Sudahi bad boy-mu mari menjadi ......"
" Jadi apa, Ken ?" tanya Bima lantaran sahabatnya itu malah menggantungkan kalimatnya
" Mari menjadi babuku," lanjut Kenzie.
" Sialan lo, Sat,"
Gerhana berdiri dari duduknya saat ia melihat Liona Keluar dari kelas dengan tas yang sudah tersampir di kedua bahunya. Cowok itu menarik Pergelangan tangan Liona membuat langkah Liona terhenti.
" Ayo, Pulang sama gue Lo nggak bawa motor, kan ? tanyanya
" Nggak usah Gerhana, Gue naik angkutan umum aja gue nggak mau repotin lo."
" Biasanya selalu repotin gue sok-sokan banget lo ? Ayo,"
Liona mendengkus sebal. Tanpa menunggu Persetujuan dari sang empu, Gerhana menarik Paksa tangan Liona menuju Parkiran. Tidak tahu kenapa ia hanya Pasrah ditarik Gerhana menuju Parkiran. Liona hanya ingin berdamai dengan Perasaan sendiri.
" Kita mau ke mana, " tanya Liona Pada Gerhana sibuk memakai helm full face-nya
" Mau Penuhi Permintaan lo."
Alis Liona terangkat bingung
" Maksudnya,"
Gerhana mengambil helm bulat yang setia ia simpan di dalam jok motornya. Kemudian memasangkannya di kepala Liona. Liona terdiam sejenak menikmati detak jantungnya yang berpacu dengan cepat.
__ADS_1
Gerhana mencondongkan wajahnya di depan wajah Liona." Menyudahi Sad boy-ku dan menjadi your boy,"
...•••••...