
" Nggak ada yang jemput apa nggak ada yang jemput, " goda Gerhana mencolek bahu Bima.
Kenzie langsung mengangkat kepalanya yang sedari tadi tiduran di atas Paha Gerhana. " Yang dibaperin Vika yang dipacarin Mona. Pinter juga gaya lo Bim, Mau jadi Penerusnya si Gerhana,"
Begitu telinganya mendengar namanya disebut. lantas Gerhana menjitak kepala Kenzie
" Cowok Playboy kalau udah ada Pawangnya nggak bakal berani berkutik. Gerhana contohnya," ucap Dion menunjuk Gerhana dengan dagunya
" Sorry Cewek gue ini terlalu sangat sempurna buat diselingkuhi." kata Gerhana
" Halah ! Banyak omong lo ekor buaya," ledek Kris
" Bima, sekarang kan Paten sama Mona, Nanti Vika buat gue Lumayan gue jomblo, Vika juga jomblo. Orang sekarang Pawangnya Pindah haluan," ujar Dion. ia melirik diam-diam ke arah Bima
Bima menggebrak meja yang ia tempati membuat seisi kelas terlonjak kaget.
" BERANI MAJU SELANGKAH GUE GOROK LO !"
Mona yang mula-mula sedang mengoleskan masker bubuk Pada wajahnya itu. Lantas menoleh ke arah Bima, ia mengerlingkan matanya dengan malas.
Decitan Pintu kelas membuat semuanya menoleh. Di sana ada Daniel yang berada di ambang Pintu.
" Gue mau kasih informasi dari Pak Wawan kalau beliau hari ini nggak masuk,"
" OMG !" Pekik Bima
" Tapi, kalian semua disuruh ngerjain soal-soal yang ada di LKS," lanjut Daniel menghentikan kegirangan mereka
Gerhana berdecak. " Sama aja kalau gitu !"
" Udah, nggak usah ngerjain Biar yang pinter-pinter aja yang ngerjain kita tinggal nyontek. Toh Juga nggak dikumpulkan hari, ini, kan ?" sahut Bima
" Nyontek mulu hidup lo. Pantesan bego terus !" sarkas Kenzie membuat Gerhana dan Bima menoleh
" Munafik banget lo ! Lo kalau nggak bisa ngerjain juga Pasti nyontek kan," ucap Gerhana
Kenzie mendongak. " Gue nyonteknya juga Pilih-pilih kali. Nggak nyontek sama orang yang nggak waras kayak kalian berdua,"
" Songong lo !" maki Gerhana dan Bima bersamaan. Gerhana beranjak dan berjalan menghampiri Daniel yang masih berdiri di depan Papan tulis. Mereka yang menyaksikan itu, sudah hafal dengan apa yang dilakukan Gerhana.
" Bagi duit !" Palaknya
Daniel mengeluarkan selembar uang senilai sepuluh ribu di saku celananya. Gerhana mengambil uang tersebut menatapnya dengan tatapan tak terbaca
" Lagi,"
" U-uang gue cuma itu Gerhana selebihnya gue tabung buat biaya kuliah nanti meskipun nggak cukup tapi gue, berusaha buat ringanin beban orangtua,"
" Tuh ! Dengerin, Gerhana Contoh Daniel Emangnya lo sampe sekarang cuma jadi beban keluarga, " ledek Bima tertawa kencang.
__ADS_1
Gerhana menoleh. " Berisik lo !" ia kembali menatap Daniel. " Lo berharap uang ini kembali, " ia terkekeh. " Apa yang sudah di tangan gue berarti itu udah jadi hak gue,"
Daniel menggeleng. " Nggak, Gerhana Buat lo aja, gue Juga bawa bekal kok buat makan nanti Gue duluan," Pamitnya
Gerhana menarik Pundak Daniel saat cowok berbadan gempal itu hendak keluar. " Gue kasih kembalian, " Kata Gerhana. ia merogoh saku bajunya mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu." ini buat lo," Gerhana memberikan uang tersebut kepada Daniel.
" OMG !" Pekik Bima sembari menangkup Pipinya sendiri
Kenzie melirik teman-temannya yang menatap Gerhana kaget.
" Dia itu sebenernya baik. Cuma kebaikannya ketutup sama sikap gilanya,"
Bima mengangguk setuju dengan ucapan Kenzie. " siapa lagi coba orang malak malah ngasih kembalian Mana kembaliannya lebih besar lagi daripada uang yang dipalaknya,"
" Kalau gitu ceritanya gue juga mau dipalak sama Gerhana setiap hari," sahut Dion. mengebrak Pelan meja di depannya.
" G-Gerhana tapi itu kebanyakan Lo ambil aja uang gue itu. Kalau mau kasih kembalian lima ribu aja, lima ratus ribu itu lebih dari ....."
" Ambil aja buat tabungan biaya kuliah lo nanti Gue duluan mau beli es Doger," Gerhana menepuk uang Pemberian Daniel. " Lumayan sepuluh ribu dapet es Doger dua gelas,"
Gerombolan cowok di meja Paling belakang dekat dinding mengangakan mulutnya tak Percaya dengan kelakuan Gerhana. sifatnya sangat aneh bukan ?
Bima berkata. " Cuma Gerhana aja yang malak orang dikasih kembalian dan kembaliannya lebih besar daripada uang yang dipalaknya."
" Cuma Gerhana aja motor ninja nggak ada harga dirinya di matanya,"
" Cuma Gerhana aja kodrat motor buntut lebih tinggi daripada apa pun," sambung Dion
Mereka saling Pandang satu sama lain. menepuk jidat secara bersamaan dan menyandarkan Punggungnya di sandaran kursi, Gerhana itu baik, hanya ah Sudahlah , Pokoknya bicara soal Gerhana itu memang tak ada habisnya.
...•••••...
Saat berjalan di lorong. Gerhana tak sengaja berpas-pasan dengan Liona. Hal itu membuat Gerhana menghentikan langkah cewek itu
" Kamu mau ke mana ?" tanyanya
Liona menoleh. " Mau ke kantin."
" Tadi ke mana aja nggak ada di kelas ?" tanya Gerhana
" Oh Tadi aku ke Perpustakaan balikin buku Paket semester satu," jawabnya
Gerhana menganggukkan kepalanya. Cowok itu menggandeng tangan Liona untuk ke kantin bersama. Di Perjalanan, mereka tak sengaja berpas-pasan dengan Celine. Tatapan sinis Pun menghunus masuk ke dalam mata teduh Liona
" Ternyata matre," sindir Celine sambil melirik kalung yang melingkar indah di leher Liona
Liona menghentikan langkahnya saat mendengar satu sindiran yang sepertinya ditujukan kepadanya. Hal itu membuat langkah Gerhana turut terhenti.
" Ngomong lagi, Celine," suruh Liona
__ADS_1
" Jadi ini tujuan lo Pacaran sama Gerhana ? Selain mau Populer ternyata buat manfaatin Juga, ya ?" Celine tersenyum mengejek. " Ada aja kelakuan orang nggak mampu,"
" Lo itu kenapa sih Celine ? Kalau Lo itu nggak suka sama hubungan gue sama Liona nggak usah diliat, Celine, Bikin Penyakit hati," ucap Gerhana. Entahlah dulu ia tidak membenci Celine. Namun, saat melihat Liona selalu diganggu oleh Parasit ini, Namun saat melihat Gerhana selalu diganggu oleh Parasit ini. Gerhana bertekad untuk menjaga Liona dari Celine. " Keadaan Liona itu nggak Pantes lo hina, Celine walaupun dia itu nggak Punya apa-apa seenggaknya dia itu masih Punya hati yang baik nggak kayak lo Ngerti," ucapnya. " Nggak kayak lo kayak harta tapi miskin hati," Gerhana mengetatkan genggamannya Pada tangan Liona
" Lo Cemburu sama gue, Celine ? Liona menatap Celine serius. " Lo ngomong kayak gitu, karena lo sakit hati, kan sama Gerhana karena Gerhana itu lebih memilih gue daripada lo," Liona menyentuh Pundak Celine sembari menatap dalam mata sinis itu.
" Na, Ayo," ajak Gerhana. Namun cewek itu masih setia menatap Celine seolah ingin memberi Penjelasan
" Kalau yang dipilih Gerhana itu gue. lo bisa apa ? Lo nggak bisa maksain Pilihan seseorang, Celine, " ucap Liona. " Sekuat apapun lo mau rusak hubungan gue, sekuat apa pun lo rendahin gue di depan Gerhana, gue sama Gerhana nggak bakal berhenti berjuang Celine, Nggak bakal Putus hanya karena omongan busuk lo itu," ucap Liona, " Kalau gue rendah di mata lo, seenggaknya gue lebih tinggi di mata Gerhana, " Liona tersenyum. ia membenarkan jepitan rambut Celine yang sedikit mengendur. " Makasih Celine, seenggaknya kehadiran lo di hubungan gue sebagai uji Pertahanan benteng di hubungan gue sama Gerhana, " ujarnya, " Lo boleh rusak hubungan gue sama Gerhana sampei lo Puas Tapi, Kalau takdir gue sama Gerhana, jangan salahin gue kalau nantinya gue kibarkan bendera kemenangan di depan lo,"
Terakhir Liona menepuk-nepuk Pundak Celine, sebelum akhirnya cewek itu kembali menyatukan tangannya Pada tangan Gerhana dan melenggang Pergi meninggalkan Celine yang menatap keduanya dengan tatapan Penuh kebencian.
...••••...
Hujan turun membasahi dua insan yang menaiki motor matic Gerhana menghentikan motornya di bawah Pohon besar dekat jalanan Di samping mereka ada Penjual es kelapa yang tengah membuka Payung untuk menghalau at hujan. Gerhana menghampirinya dan menitipkan motornya Pada Penjual es kelapa tersebut. Setelahnya ia menarik Pergelangan tangan Liona memasuki hutan sepi yang hanya terdengar kicauan burung.
" Gerhana ! Mau ke mana ?" tanya Liona Penuh curiga. Cewek itu menghentikan langkahnya
" Masuk ke dalam," ucapnya
Liona terdiam beberapa saat. ia melihat suasana hutan yang sangat sepi dan gelap m Apalagi ditambah gemuruh Petir yang saling bersahutan
" Ayo angetin badan di dalem," ajak Gerhana membuat bulu kuduk Liona semakin merinding. " Na, ayo masuk Aku mau kasih tau sesuatu di sana."
Langkah kaki Liona mengikuti Gerhana. Begitu ia memasuki area hutan, ia disuguhkan oleh Pemandangan bungan yang tertata rapi di sana. Ada sebuah gubuk kecil yang berdiri kokoh di samping Pohon akasia yang menjulang tinggi. Tak ada rasa seram lagi yang Liona rasakan ia malah sangat tertarik untuk memasuki gubuk itu.
Gerhana menghidupkan lampu Petromax yang tergantung di sana sedangkan Liona menatap banyaknya foto-foto kebersamaan Gerhana, Bima dan Kenzie yang tergelantung Pada tali rami
" Nyaman kan, di sini ? Tempat ini yang selalu aku kunjungi sama Kenzie dan Bima. " Gerhana mengamati keadaan gubuknya yang masih terlihat bagus. " Gubuk ini dibuat waktu kita bertiga masih kelas 2 SMP kita bertiga janjian di sini apapun masalahnya sejauh apapun kita nanti, itu nggak boleh dijadiin alasan runtuhnya Persahabatan, " ucap Gerhana. Liona bersila , menyimak Gerhana," Dan ini," Gerhana menunjuk kertas origami berbentuk love yang tertempel indah Pada gubuk ini," ini kertas milik kita bertiga Kalau salah satu dari kita sudah Punya Pacar, ketentuannya harus nulis nama Pacarnya di kertas ini," ujarnya. Gerhana mengambil pulpen dari dalam tasnya dan meraih salah satu kertas origami tersebut.
Gerhana dan Liona
Gerhana tersenyum melihat nama Liona yang ia tulis mengisi ruang kertas origaminya
" Berarti kamu sering nulis nama mantan-mantan kamu dulu ?" Kan mereka dulunya Pacar kamu," ucapnya
Gerhana menggeleng. Matanya terus menatap Pemandangan sekitar gubuknya yang nampak sangat indah.
" Kata siapa ? Aku nggak bakal tulis nama seseorang kecuali orang yang aku seriusin," Gerhana menoleh Kepada Liona. " Dan orangnya itu kamu."
Cewek itu memalingkan wajahnya tersipu malu. Ucapan dan Perlakuan manis Gerhana selalu berhasil membuat Jantung Liona berdebar kencang ia tersentak kaget saat Gerhana menarik Pinggangnya mendekat ke arahnya.
" Kamu itu satu-satunya Perempuan yang berhasil masuk ke dalam hidup aku. Kamu itu Perempuan yang bakal aku junjung tinggi derajatnya setelah derajat keluarga aku," ujarnya, " Dan kamu. " Gerhana mencolek hidung Liona. " Satu-satunya Perempuan yang aku Perjuangkan sampe takdir memisahkan Kita berdua," Gerhana mencium Pinggung tangan Liona. Terakhir ia mengecup singkat kedua Pipi Liona
" Kamu Pake bedak apa ?" tanya Gerhana
" Cuma bedak bayi doang,"
" Besok nggak usah Pake lagi," Kata Gerhana
__ADS_1
Liona mengerutkan dahinya bingung. Apakah dirinya tak Pantas memakai bedak bayi ?