
Celine Pulang. Mendengar itu, Liona marah karena Gerhana lebih memilih Celine dibandingkan Liona Kemarin malam selesai mengabari Gerhana kalau ia diantarkan Kenzie Pulang. ia langsung mematikan Ponselnya.
" Lo marah, ya ? Maafin gue, Na, Gue berani sumpah gue nggak ada hubungan apapun sama Celine. Gue ....."
Liona mengangguk di dalam Pelukan Gerhana. " iya, tau. sekarang Kamu Pulang, " Potong Liona diakhiri usiran lembut dari bibirnya
Gerhana melepaskan pelukannya dan menatap lebih dalam manik teduh milik kekasihnya. " Sebentar aja gue mau liat Ratu cantik gue yang berhasil buat gue, khawatir banget. " Gerhana langsung tersenyum." Sayang. " Gerhana menyentuh Pipi Liona. " Tetap jadi Liona-nya Gerhana yang gue kenal ya Meskipun ada masalah nantinya jangan Pernah berubah. Percaya sama gue Sebanyak apa pun cewek di dunia ini yang gue mau cuma lo. Dan sebaik apa pun cewek di dunia ini yang gue mau cuma lo. Dan sebaik apa pun cewek di luaran sana. lo tetep jadi yang terbaik buat gue," ucap Gerhana diakhiri senyuman di bibirnya.
Liona menunduk dan tersenyum tipis. Bagaimana ia bisa marah dengan Gerhana sedangkan Gerhana sangat Pintar untuk mengembalikan senyumannya yang hilang ?
" Lo emang bukan yang Pertama buat gue. Na, Tapi yang terakhir buat gue," lanjutnya. " Liona tak bisa menahan senyumnya lagi dan memukul lengan Gerhana. " Bendahara galak aku ini bisa salah tingkah juga iya ternyata," Gerhana mencolek Pelan hidung Liona membuat rona merah muncul di Pipi Liona. " Gue Pulang dulu. malem jangan tidur malem-malem," ucap Gerhana dengan Perhatian. Setelah Puas memandangi wajah cantik itu. ia membalikkan badannya hendak melangkah keluar. Namun, Panggilan dari bibir Liona membuat Langkah kakinya terhenti.
" Gerhana."
Gerhana langsung membalikkan badannya. " Apa ?
__ADS_1
Liona menunduk malu. " B-Boleh Peluk lagi !" Setelah mengatakan itu Liona menggigit bibir bawahnya dengan Perasaan yang sangat malu.
" Apa ? Coba ulangi. minta apa tadi ?" tanya Gerhana pura-pura tidak dengar.
Liona mendongak dan menggeleng cepat. " Nggak. Nggak jadi. Kamu Pulang aja bener kata kamu tadi. Sekarang udah malam."
" Sini. " suruh Gerhana. Cowok itu merentangkan tangannya
Liona menatap Gerhana dengan bingung. " Mau ngapain ?"
" Nggak ..... " Ucapan Liona terpotong saat Gerhana menghampirinya dan memeluknya. Liona memejamkan matanya saat merasakan Gerhana menaruh dagunya di atas Kepalanya.
Gerhana melepaskan Pelukannya.
" Udah, ya, nanti hilaf Takutnya lo nanti kenyang sembilan bulan."
__ADS_1
Liona berdecak. lalu memukul lengan cowok itu. Gerhana memang sangat Pintar membuatnya melayang tinggi, tapi Gerhana juga Pintar menjatuhkannya.
Gerhana tertawa melihat raut wajah kesal Liona. " Bercanda Sayang," ia langsung mengacak-acak gemas rambut Liona. " Gue Pulang Nanti gue ke sini lagi bawa keluarga, Pak lurah, Pak RT, dan bawa Penduduk sekompleks,"
" Mau ngapain ?" tanya Liona
Gerhana memajukan wajahnya dan berbisik. " Mau halalin bendahara aku galak ini. Bendahara cantik yang berhasil ubah cowok Playboy ini."
Liona langsung tersenyum mendengarnya. " Buruan Pulang. Aku mau tidur," usir Liona
Gerhana mengangguk. " Good night kesayangan Gerhana. " Kemudian Gerhana melangkah keluar lewat jendela kamar Liona. Lagi dan lagi Liona dibuat geleng-geleng kepala dengan tingkah laku Gerhana. Belum sempat cowok itu menginjakkan kakinya di tanah. suara lembut yang keluar dari bibir Liona membuat Gerhana loncat-loncat kegirangan.
" Good night juga, kesayangan Liona," balas Liona membuat Gerhana seperti orang gila saat itu juga
...•••••...
__ADS_1