KISAH UNTUK GERHANA

KISAH UNTUK GERHANA
Bab 29 Jadian


__ADS_3

Tak henti Liona mengumpat kasar ke Gerhana. Mulutnya berkomat-kamit menyumpah serapahi cowok yang duduk anteng dengan satu Piring makanan di tangannya. Dengan bodoh, Liona Percaya omongan Gerhana yang mau mengantarnya Pulang. Seperti saat ini, dengan sengaja Gerhana membawa Liona ke rumahnya.


" Gue nggak mau tau, anterin gue Pulang !"


" Nanti gue anterin, santai aja," ucap Gerhana


Liona tersentak Pelan saat merasakan berat Pada Pahanya. ia menundukkan kepalanya dan mendapati Gerhana yang merebahkan kepalanya di atas Pahanya.


" Gerhana, bangun ! Nggak enak sama Keluarga lo," Cewek itu berusaha menyingkirkan kepala Gerhana dari atas Pahanya


" Biarin, keluarga gue nggak ada. Nyokap sama Bokap Pergi ke rumah Nenek Cuma ada adik cewek gue aja yang belum Pulang sekolah," ujarnya


" Ya Tapi ...." Liona menghela napasnya Pasrah. ia membiarkan Gerhana berbuat sesukanya. Liona menunduk saat merasakan Pipinya ditatap lembut oleh tangan Gerhana.


" Na, Kapan ?" tanya Gerhana.


" Kapan apanya," tanya Liona.

__ADS_1


" Kita Liona," ucap Gerhana. " Kapan Jadiannya." lanjutnya." Gue udah lama nunggu jawaban iya dari bibir lo Bilang nggak sekali lagi kalau emang lo itu nolak gue," ucapnya. " Biar gue sadar diri dan nggak kejar lo lagi,"


Liona memalingkan wajahnya . Kenapa ia tidak suka dengan Gerhana berbicara seperti itu ? Liona hanya ragu untuk memulai semuanya. ia takut gagal Terutama. ia Takut sakit hati dengan kisah cintanya.


" Lo nggak usah ragu Sama gue nggak usah takut, dan nggak usah Peduiiin Omongan mereka yang nentang keras hubungan kita nanti, terutama Celine Liona Yang jalani itu kita berdua bukan mereka," Gerhana mengubah Posisinya menjadi duduk. Tangannya terangkat menyelipkan anak rambut Liona yang menjuntai. Sejenak ia menatap mata teduh Liona di depannya menatap intens wajah cantik yang selalu hadir dalam mimpinya. " Gue ulangi lagi Ucapan gue Liona Geandra apa lo mau jadi Pacar gue,"


Liona menoleh saat Gerhana menggengam tangannya dan menyentuhkannya Pada dada bidang cowok itu. " Lo bisa rasain gimana detak jantung gue sekarang. Na, gue serius kali ini," ucapnya," Liona," Panggil Gerhana. Liona mendongak menatap mata Gerhana yang terlihat sangat serius.


Cewek itu sedikit menyunggingkan senyumnya." iya,"


" L-Liona, s-serius ?" tanya Gerhana. Liona memalingkan wajahnya malas kemudian mengangguk. Gerhana memejamkan matanya, menahan getaran gembira di hatinya, " Na, Tatap gue, " suruh Gerhana. Namun cewek itu tidak merespons sama sekali." Na," Panggilannya sedikit berbisik," Sayang,"


Liona menahan napasnya Sejenak, tangannya refleks meremas Pelan seragamnya. Jantungnya sangat kencang lantaran Gerhana memanggilnya semanis itu. Walaupun sering Gerhana mengucapkan kata itu, tapi rasanya sangat berbeda untuk sekarang.


" Tatap gue di sini," Gerhana menarik dagu Liona menghadap dengannya. " Gue sayang Sama lo, gue cinta sama lo, Gue nggak mau janji tapi sebisa mungkin gue bakal jagain lo, sebisa mungkin gue jaga hubungan kita. Dan lo," Gerhana menyentuh hidung. Liona dengan jari telunjuknya. " Satu-satunya cewek yang bakal singgah di sini," Gerhana menunjuk dadanya," Untuk selamanya,"


Tak satu pun ucapan Gerhana dibalas oleh Liona. Cewek itu masih canggung dengan status barunya. Percayalah hubungan berawal dari teman adalah hal yang sedikit memalukan.

__ADS_1


" Jangan Pernah ada keinginan buat tinggalin gue, ya ? Gue liat lo Pergi sama Atta aja udah sakit banget, Na, Apalagi liat lo Pergi dari gue nanti," ucap Gerhana.


Gerhana menatap Gerhana dengan teduh.


" Seharusnya gue yang bilang gitu sama Lo, Gerhana, seharusnya lo yang jangan tinggalin gue dalam keadaan apa pun. Kita itu beda dengan segala kecukupan lo dan gue dengan segala ....."


" Jangan ngomong gitu, Kita itu sama derajatnya di mata Tuhan," Potong Gerhana.


" Ya udah ganti aja,"


" Ganti apa,"


" Lo itu terlalu sangat sempurna buat gue yang biasa ini," ucap Liona


" Kebalik," Ucap Gerhana." Lo itu terlalu sangat sempurna buat gue yang jauh dari kata sempurna ini," ucap Gerhana diiringi kekehan kecil dari mulutnya Gerhana menarik bahu Liona untuk bersandar sepenuhnya di bahunya


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2