
MALAM itu, angin berembus sangat kencang. Liona menutup Jendela kamarnya, Tiba-tiba, Satya datang ke kamarnya
" Gue mau keluar lo kalau nggak berani di rumah Panggil aja Gerhana. Biasanya tuh anak tanpa diundang juga Dateng sendiri nerobos jendela."
Liona menoleh cepat. Bagaimana abangnya tahu kalau Gerhana sering masuk ke kamarnya lewat jendela, atau Jangan-jangan ?"
" Gue tau semuanya. Kalau mau Pergi sama Gerhana, jangan lupa kunci Pintunya. " Cowok berpostur tinggi itu menepuk kepala Liona, sebelum ia keluar dari kamar sang adik
Liona berdecak sebal. Andaikan saja Gerhana itu Peka, mengajaknya keluar malam, atau mengajaknya di suatu tempat, Pasti Liona bisa merasakan indahnya kisah Percintaannya. Namun Liona harus membuang angan-angannya sejauh mungkin. Gerhana tidak Pernah mengajaknya ke tempat semewah itu.
Suara ketukan pada jendela kamarnya membuat Liona menoleh langkah kakinya berjalan mendekati Jendela kamarnya. Sebelum ia membukanya ia sempat mengintip di sela-sela Jendelanya. Hitam Hanya ada warna hitam yang menutupi Jendelanya.
Liona meneguk ludahnya kasar. ia memejamkan matanya sembari membuka jendela kamarnya dengan kasar.
" Aw !"
Liona membuka matanya kaget lantaran telinganya mendengar rintihan dan suara bariton di depannya. ia melebarkan bola matanya saat melihat siapa di hadapannya ini. Gerhana mengusap-usap keningnya yang memerah akibat hantaman kuat dari jendela kamar Liona.
" Gerhana kamu nggak apa-apa !" tanya Liona sedikit berteriak
" Nggak apa-apa dari mananya , Liona Sakit tau !".
" Lagian kamu itu kenapa hobi banget masuk lewat jendela, sih Kayak rumahku nggak ada Pintunya aja," omelnya," Buruan masuk,"
Gerhana berdecak. Baru saja ia ingin melakukan hal yang romantis selalu saja berakhir Liona yang merusaknya. Dari dulu PDKT-an hingga sekarang sudah menjalin hubungan. Cowok itu memasuki kamar Liona dengan membawa Paper bag di tangannya. sedangkan Liona mengambil kotak P3K dari dalam lemarinya
" Untung tadi aku nggak Pukul kamu Pake sapu. Lain kali kalau mau main itu lewat depan, lewat Pintu, jangan lewat jendela kamar, Kalau ada tetangga yang lewat nanti dikira yang nggak-nggak," omel Liona sembari mengoles salep di dahi Gerhana. " Udah berapa kali aku bilang kayak gini coba sama kamu,"
" Males lewat Pintu, Bosen !"
__ADS_1
Liona menatap Gerhana dengan sebal, ia menekan benjolan kecil di dahi Gerhana membuat cowok itu meringis kesakitan.
" Sakit, Sayang," rintihnya
" Rasain !" Cewek itu beranjak dan mengembalikan kotak P3K ke dalam lemarinya.
" Na, kamu mau sesuatu dari aku nggak," tanya Gerhana.
Liona menoleh cepat saat mendengar gaya bicara Gerhana yang berbeda
" Aku ? tanya Liona
Gerhana mengangguk. " iya, Kenapa ?"
Liona menggeleng ia mengulum bibirnya yang hampir mengeluarkan senyuman manis Oh, ya, Tuhan, kenapa setiap Perlakuan sederhana Gerhana membuatnya melayang tinggi.
Liona mendongak. " Sesuatu apa ?"
Gerhana mengambil dua kotak berukuran yang berbentuk Hati dan berukuran kecil dari dalam Paper bag-nya. Cowok itu menyerahkannya kepada Liona
" Coba buka sendiri, bisa ?
Liona menatap kotak di tangannya lalu mengangguk. jemari lentiknya membuka kotak tersebut. Sorot matanya berbinar melihat banyaknya cokelat dengan warna Pink yang dihiasi tulisan Love you
Gerhana tersenyum manis saat melihat sorot wajah berbinar dari sang kekasih. Jemarinya bergerak untuk menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Liona
" Kamu suka, " Liona menoleh dan mengangguk cepat. Siapa yang akan menolak cokelat ? Cokelat juga termasuk makanan yang membuat mood-nya naik seketika. " Ada lagi nih yang kecil. " Cowok itu kembali menyodorkan kotak kecil kepada Liona.
__ADS_1
" Banyak banget ini apa isinya ?" tanya Liona sambil membolak-balikkan kotak kecil tersebut.
" Kalau aku kasih tau, bukan kejutan namanya."
Liona menutup kotak kecil di hadapannya dengan raut wajah bingung. Kotaknya kecil, sekilas seperti kotak cincin. Buru-buru Liona membuka kotak tersebut. Betapa terkejutnya saat matanya menangkap benda mewah di hadapannya itu
" K-kalung, " beonya. Liona menutup kembali kotak tersebut. Hal itu tentunya membuat Gerhana memudarkan senyumannya.
" Kenapa Nggak suka ?" tanya Gerhana
" Nggak seharusnya kamu kasih ini ke aku. ini itu terlalu berlebihan Gerhana, Apalagi Pasti harganya juga mahal, kan ?"
" Kenapa Permasalahin harga ?" tanya Gerhana sedikit kecewa
Liona menoleh. ia menatap kalung berbandul kunci tersebut. Entah kenapa, Liona merasa sangat ragu untuk memakainya.
Gerhana mengambil kalung tersebut dari tangan Liona. Hal itu membuat Liona mendongak menatap Gerhana dengan jarak yang sangat dekat. Gerhana memosisikan dirinya di belakang tubuh Liona, lalu memasangkan kalung liontin kunci itu di leher Liona.
"Jangan Pernah di lepas ya, Kalung ini sebagai kunci gembok yang ada di kalung aku," ujarnya. Liona mendongak menatap Kalung dengan liontin gembok kecil di leher Gerhana. Sejak kapan cowok ini memakai kalung Atau Liona baru menyadarinya ?
" Kunci itu," Gerhana menyentuh liontin kalung di leher Liona. " Sebagai kunci hati kita, nggak ada yang bisa misahin kita, Kecuali kalau kamu lepasin kalung ini," ujarnya. " Jaga kalung ini baik-baik ya, kayak kamu jaga hati ini buat aku," lanjutnya sembari menyentuh dada Liona dengan jemari telunjuknya.
Liona diam tersipu malu. Sungguh, dari banyaknya momen yang ia habiskan bersama Gerhana. ini adalah momen terindah yang Pernah ia rasakan Meskipun sederhana, Liona sangat menyukainya.
Melihat Liona yang hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya. Cowok itu mengangkat dagu Liona, Pipi yang menjadi candu itu, seolah-olah sebagai magnet untuk menarik bibir Gerhana segera menyentuhnya. Satu kecupan hangat menyapa Pipi Liona. Cewek itu memejamkan matanya dengan Perlahan merasakan desiran yang begitu kuat Pada dadanya
" I Love you, Liona Geandra,"
__ADS_1