
" AAAAA ! AYAAAH ! LIONA BAPER !" Pekik Liona seraya memejamkan matanya.
Sebuah baskom kecil melayang tepat di kepalanya. Liona menoleh dengan cepat dan mendapati Satya yang berdiri berkacak Pinggang di ambang Pintu kamar. Liona membuang baskom kecil yang bertengger di kepalanya. berdecak sebal, dan bersedekap dada menatap abangnya dengan sebal.
" Teriak-teriak mulu lo ! Bikinin gue kopi, buruan Bikinin tiga ada temen gue yang lainnya soalnya," suruh Satya
Tanpa menunggu Persetujuan dari bibir Liona, cowok itu melenggang Pergi.
" Gue belum Jawab iya, Bang Sat !" teriak Liona kesal. Dengan Perasaan dongkol Liona berjalan menuju dapur dan membuatkan tiga gelas kopi untuk temen-temen Satya.
...••••••...
Kedatangan Liona dan Gerhana di sekolah, mengundang atensi beberapa siswa di koridor. Dengan serempak, Para siswa-siswi, Gerhana dan Liona membuka Ponselnya saat dering notifikasi dari grup chat lambe turah SMA Garuda.
" OMG-OMG ! OMG DAEBAK LIONA KOK LO MAU SIH SAMA PANGERAN KODOK PADAHAL GERHANA, KAN JELEK KALAU KENCING KELUAR," Pekik Bima seraya menangkup Pipinya Pura-pura terkejut
" Emangnya lo, kalau kencing keluar dosa !" sahut Kenzie. " Gerhana ceritanya lo bisa Jadian sama Liona ?" tanya Kenzie Pada Gerhana yang menatap sebal Bima dan Kenzie
" Kepo banget lo urusan sama orang lain, Urusan uang kas lo tuh yang banyak !" sinis Gerhana Pada Bima
" SADAR DIRI GERHANA ! UANG KAS LO DARIPADA UANG KAS GUE SAMA KENZIE LEBIH BANYAKAN UANG KAS LO !" teriak Bima
Kenzie berdeham saat seluruh mata langsung tertuju ke arahnya Kadang Bima suka heran, kenapa ia dilahirkan lancar berteriak begini ?
" Na ! mending lo sama gue aja, Na. Gue orangnya setia loh, Na," Bima mengedipkan sebelah matanya dengan genit
Gerhana menatap Bima dengan tatapan menusuknya. ia menoleh dan menatap Liona. " Kamu masuk aja. aku mau urusin dua monyet ini dulu," suruh Gerhana Pada Liona. Sengaja ia menggunakan aku-kamu agar Bima terpancing
" APA ! OMG-OMG," Liona, Gerhana, dan Kenzie terlonjak kaget akan teriakan melengking Bima. " Gerhana, sumpah deh Gue nggak bohong jujur gue merinding denger lo Pake aku-kamu Mending lo-gue aja, nggak usah romantis Nggak Pantes buat Lo sumpah," Ujar Bima
" iri Bilang bos," geram Gerhana
...••••...
Suasana kantin begitu ramai, Apalagi di kantin Mak Jum. Di Pojok sana ada Gerhana dan Liona yang duduk berdampingan Sedari tadi mata Gerhana tidak lepas dari Liona yang begitu lahap memakan makanan di hadapannya.
" Na," Panggil Gerhana. ia menarik kursi yang ia duduki untuk mendekat ke arah Liona sedikit. Tangannya menurunkan tangan Liona yang hendak memasukkan satu Potong sosis ke dalam mulut cewek itu
Liona mendongak menatap Gerhana
" Ada apa ?
" Gue kalau minta sesuatu sama lo, boleh kan,"
" Biasanya juga langsung ngomong. Kenapa Pake nanya lagi ?" tanya Liona diiringi kekehan kecil dari bibirnya.
" Jangan deket-deket Atta lagi,ya," Pinta Gerhana
" Kenapa ?" tanya Liona
__ADS_1
" Masih nanya kenapa ?" beo Gerhana, " Liona Lo ...."
" Sedeket-deketnya gue sama Atta, gue nggak bakal naruh hati ke dia. Sekarang hati gue itu milik lo," Potong Liona
Gerhana tersenyum mendengarnya. Tangannya bergerak mengusap sayang Surai hitam itu. " Tapi, sedeket-deketnya lo sama Atta walaupun lo nggak naruh hati ke dia, siapa yang nggak akan cemburu Na, kalau liat Pacarnya sendiri malah berduaan sama cowok lain Coba kalau lo, gue gituin juga ? ucap Gerhana
" iya, iya, nggak lagi," ucap Liona
" Nggak ngapain ?"
" Nggak deket-deket sama Atta." jawab Liona
" Biar apa ?" tanya Gerhana
" Biar lo nggak Cemburu," kata Liona Pelan
Gerhana menahan senyumnya. Tangannya terangkat mencubit gemas Pipi Liona. kemudian ia beralih menggengam telapak tangan Liona yang nganggur di meja.
Sebuah baju basket melayang menutupi kepala Gerhana. Cowok itu berdecak dan menatap sang Pelaku dengan tajam. Bima cowok itulah tersangkanya
" Pacaran mulu lo ! Ayo ke lapangan," ajak Bima
" Ganggu aja lo anjing !" umpat Gerhana. ia menoleh menatap Liona." Na, gue ke lapangan dulu nanti anak anjing Lepasin, sat !" Ucapan Gerhana terpotong lantaran kerah bajunya begitu kuat ditarik oleh Bima
" MAK JUM ! GERHANA HUTANG DULU YA SAMA SOSISNYA LIONA BESOK KALAU MAU KELULUSAN GERHANA BAYAR SEMUANYA !" teriak Gerhana dari kejauhan.
" LIONA GEANDRA !!!! Teriakan Mona mampu mengalihkan fokus Liona. Napasnya memburu serta tangannya memegang gulungan kertas
" Sumpah ini gawat darurat ! Demi hutangnya Gerhana yang sampe dua juta ! BERITA LO YANG PACARAN SAMA GERHANA MASUK DI PAPAN MADING," Kata Mona lantang
Liona melebarkan bola matanya, " Apa ?"
" What,"
" Demi apa ! Liona Pacaran sama Gerhana,"
" ini beneran,"
Ucapan kaget dari beberapa Pengunjung kantin tentunya mengundang atensi Liona dan Mona.
" Ayo, buruan ke sana," Mona menarik tangan Liona untuk segera menuju mading yang sudah dikerumuni banyak siswa-siswi. Tak hanya Mona dan Liona saja, beberapa siswa-siswi pun terkejut tadi juga meninggalkan kantin.
" Aw, aw ! Santai dong !" Mona menyentak adik kelasnya yang dengan kasarnya mendorong tubuh Mona kala cewek itu hendak menerobosnya.
Liona, Mona, Farah dan beberapa kumpulan mantan Gerhana menatap Celine yang dengan lancangnya merobek berita hangat itu. " Otak-otak Kalian Perlu diasah Selebihnya lo !" Celine menunjuk Farah. " Harusnya lo bijak memasuki berita sebodoh ini,"
" Lo kalau iri ngomong aja," sahut Rani
" Terserah Farah mau masukin berita itu ke mana aja yang dia mau Toh, guru-guru juga nggak keberatan, kan ?" Kenapa jadi lo yang ribet gitu Atau jangan-jangan Lo itu ......" Mona memutari tubuh Celine, kemudian berkata, " Cemburu,"
Celine memalingkan wajahnya dan berdecih Pelan. " Cemburu ? Gue nggak cemburu. Cuma gue nggak suka berita sebodoh ini masuk ke Papan mading,"
__ADS_1
" Ngomong aja Lo itu Cemberu, Pake ngeles lagi," sindir Liona. " Gue heran sama lo Celine. Gue salah apa sih sampe-sampe lo segitu bencinya sama gue,"
" Gue itu suka sama Gerhana dari kelas sepuluh Puas lo," jawab Celine. cepat semuanya dibuat terdiam oleh jawaban Gerhana sebelum akhirnya teriakan-teriakan mengejek dari beberapa siswa yang berkerumun menyapa indera Pendengaran Celine
" Dih, cucu lampir ! Heh, sadar diri Mbak Gerhana itu nggak suka sama lo," cecar Mona
Liona mendekati Celine dan menepuk bahu cewek itu. " Sebanyak apa pun lo berjuang, sebanyak apa pun gue lo suka sama Gerhana dan sekuat apapun lo cinta sama Gerhana. Kalo dipilih Gerhana itu gue lo mau apa," ujar Liona sedikit memelankan suaranya. " inget Celine, Nggak cuma fisik juga yang baik tapi harga diri juga Perlu dijaga. Kalo harga diri lo rendah lo nggak ada artinya di mata Para cowok," ucap Liona diakhiri senyum tipis di ujung bibirnya
...••••••...
" Gerhana Di mading ada apa tuh rame-rame ?" tanya Bima seraya menunjuk ke arah mading yang dipenuhi beberapa siswa. Gerhana menoleh kemudian melangkahkan kakinya menuju Papan mading.
" ADA APA INI WOI," teriak Bima. Matanya melebar sempurna lantaran melihat Celine yang adu Jambak dengan Mona," OMG," Pekik Bima
" Gue nggak ada masalah apa pun sama lo, Mona Jangan simpulin sendiri Hobi banget lo cari kesalahan orang lain," Kata Celine sambil mengusap kepalanya yang hampir lepas.
" Heh, Kuyang ! Gue nggak cari kesalahan lo, ya ! Tapi emang lo hari ini banyak kesalahan Bos," sahut Mona
Celine mengepalkan tangannya kuat-kuat lantaran tak ada satu pun yang ada di Pihak Celine. ia mengangkat tangannya hendak melayangkan tamparan di wajah Mona. Namun, Mona dapat menghindar dengan cepat sehingga tanpa sengaja, telapak tangan Celine menampar Pipi Liona.
" Wah, setan lo Celine !" maki Mona.
Liona menyentuh Pipinya yang terasa Panas.
" Na, nggak apa-apa ?" tanya Gerhana seraya mengusap Pipi Liona. tepat saat itu bel Pulang sekolah berbunyi, membuat sebagian siswa yang berkerumun tadi, membubarkan dirinya masing-masing. Kini hanya tersisa beberapa siswa saja yang masih setia menyaksikan drama Panas itu.
Gerhana mendongak dan menatap Celine tajam. ia kembali menunduk memperhatikan Liona. " Sayang Kamu nggak apa-apa ? Ayo Pulang. Gue antar ya," Tanpa menunggu Persetujuan dari bibir Liona. Gerhana menggengam tangan Liona melenggang Pergi. ia melintasi Celine tak sedikitpun Gerhana meliriknya membuat Celine mengepalkan tangannya.
...••••...
Gerhana menghentikan motornya tepat di depan rumah Liona. kemudian ia menatap Liona yang turun dari atas motornya. Gerhana merasa bersalah hari ini, ia gagal untuk menjaga Liona dari Celine ini yang ditakutkan Gerhana kalau hubungan mereka diketahui anak-anak sekolah Teror dan bully takutnya nanti Pada datang Pada diri Liona.
" Ayah lo sama Bang Satya di mana," tanya Gerhana
" Keluar mungkin tadi Pagi gue liat mereka Packing baju, katanya mau jenguk saudaranya yang sakit di Jakarta," ucap Liona
Gerhana menghela napasnya Pelan, kemudian menatap sebentar wajah cantik di depannya.
" Di rumah sendirian Apa Perlu gue temenin atau ..... "
" Nggak ! Jangan Gerhana, takutnya nanti banyak omongan dari mulut-mulut tetangga. Tau sendiri tetangga gue kayak gimana. lebih Lo Pulang aja udah mau sore ini takutnya lo dicariin orangtua di rumah," Ujar Liona
" Sebenernya gue nggak dicariin sama mereka sekalipun gue Pulang minggu depan," ucap Gerhana. " Paling langsung diusir aja dari rumah, " lanjutnya diiringi kekehan kecil dari bibirnya. Cowok dengan berperawakan tinggi tersebut turun dari atas motornya. menghampiri Liona yang sedari tadi berdiri menatap Gerhana dengan senyuman manisnya
Wajah cantik Liona mampu membuat Gerhana jatuh cinta berkali-kali. Sebisa mungkin Gerhana menahan gejolak di hatinya. Wajah cantik Liona membuat Gerhana terhipnotis beberapa kali. ia berdiri tepat di hadapan Liona. ia menatap intens wajah cantik itu.
" Nggak Pulang ? Mau ngapain ......" Liona terdiam cukup lama dan menikmati detak jantungnya yang berdetak dengan cepat.
Baru saja Gerhana mengecup singkat Pipi kanannya. tepat di bekas tamparan Celine tadi. Liona mendongak saat merasakan tangan Gerhana mengusap Pipinya
" Cepat sembuh kesayangannya Gerhana,"
__ADS_1
...•••••...