
ia duduki. Udah selesai makan belum Kalau udah ayo Pulang. " ajak Gerhana. yang entah sejak kapan berdiri di samping Liona. Mona berdecak kesal Belum juga ia membeberkan semuanya, Gerhana malah mengganggunyaona. " Jangan kebanyakan gibah, nanti dosa, Ayo Na," Gerhana menarik Paksa Pergelangan tangan Lion Sok suci banget hidup lo ! Kayak bersih dari dosa aja lo !" sahut Kevin dari mejanya. Gerhana menoleh, kemudian mengangkat jari tengahnya. Melihat Gerhana yang Pergi bersama Liona, Bima menghampiri Mona. Cowok itu tersenyum miring saat menatap Mona yang merenggut kesalWOI SINI GIBAH BERDUA SAMA AA' BIMA !" Pekik Bima tepat di samping Mona, membuat cewek itu terlonjak kagena menoleh dan berdiri. " LO NGGAK USAH TERIAK KENAPA AH ITU LO TERIAK JUGA, MON ! balas A, LO ..... " Gebrakan meja yang amat keras menghentikan aksi adu mulut Bima dan Mona. Dua manusia itu menoleh refleks ke arah Kenzie yang menatapnya dengan tatapan jutek.Bisa diem nggak lo berdua !" tegur berdua mending nikah aja Sama-sama doyan teriak !" imbuh Kevin sembari melempar bungkusan minuman gelas ke arah Bima.Nggak usah nyuruh orang nikah. Mending lo cari jodoh jaa daripada jomblo," sindir KenzieSadar diri lo !" balas Kevierlap bintang menghiasi gelapnya malam. sembari duduk di salah satu kursi Panjang yang ada di taman kecil, cewek cantik itu mendongak membiarkan wajahnya diterpa angin yang berembus kencang. menarik kepala Liona untuk bersandar di bahunya. " Na, " Panggil Gerhana. Liona hanya berdeham sebagai jawaban. Mata cewek itu terpejam nyaman. " Mau gue seriusin nggak ?" tanya Gerhana. Liona mendongak dan menaikkan sebelah alisnmemukul Pelan lengan cowok itu." Masih sekolah jangan ngomong gitu Pamali buat anak yang belum cukup umur kayak kita." ujarnyamemutar tubuhnya agar menghadap Liona. " Dalam artian beda. Mungkin orang lain kata serius dalam hubungan itu memiliki arti jalan jenjang berikutnya. Tapi nggak dengan kita," Gerhana menggenggam telapak tangan Liona. " Aku mau serius sama kamu, serius sama satu orang, serius dengan dengan satu hati, dan serius dengan tujuan yaitu kamu. Tapi dengan satu syaratenaikkan sebelah alisnya dan bertanya. " Syarat ?"awab dulu mau nggak," tanya Gerhana sekali lagi, mengulangi Pertanyaan tadi.ersenyum. ia memalingkan wajahnya. " Mungkin sekarang aku bisa jawab kalau aku nggak bakal ninggalin kamu." Liona menatap Gerhana." Tapi, aku nggak bisa janji. Kalau nanti tiba-tiba aku Pergi dari kamu, itu sama aja aku bohong dan munafik sama ucapan aku sendiri Tapi aku berusaha. Berusaha buat di samping kamu terus," ujara menarik kembali kepala Liona untuk bersandar di bahunya Cowok itu mengusap Surai Hitam milik Liona," Aku sayang kamu. Kalua kamu Pergi nanti jangan lupa untuk kembali. Kembali di sini dan jangan lupa ada aku yang selalu siap nunggu kamu, sejauh apapun itu kamu Pergi," ujarnyenggeleng Pelan." Gimana aku bisa Pergi dari kamu sedangkan aku juga takut kamu Pergi dari aku ?"n. Sekalipun nanti aku Pergi, yang bakal aku jadikan tujuan itu orangtua aku dan .... " Gerhana mencolek Pelan hidung Liona," Kaerkekeh atas Perlakuan Gerhana. Cowok itu merengkuh tubuh Liona dengan hangat. " Liona," Panggil Gerhana. Cewek itu hanya berdeham matanya masih terpejam sangat nyaman." Jangan Pergi dulu aku belum siap kehilangan sosok cewek yang udah berhasil ubah cowok nakal ini," ucapnya. " Jangan Pergi, aku mau mati bareng kamu Dan aku berharap Kita aku selalu bersama hingga 50 sampai 100 tahun ke depan,