Koko Tan

Koko Tan
part 12


__ADS_3

" owalah Iyo nak Wahyu, hati-hati ya, nanti bapak menyusul " ujar pak Sofian


" iya pak, kalo begitu saya permisi dulu ya pak, assalamualaikum" ujar pak Wahyu sambil menyalami pak Sofian, Bu Titin, Fadel, dan juga visya


" emmm visya besok bantuin persiapan di balai desa kan " tanya pak Wahyu saat bersalaman dengan visya


" iya mas Wahyu, besok ikut " jawab visya sambil tersenyum manis


" aku jemput ya besok pagi " ujar pak Wahyu kemudian keluar dan di ikuti pak Sofian dan Bu Titin


" permisi dulu ya pak Bu " ujar Koko Tan yang sudah di luar rumah


" njeh Koko Tan semoga Koko Tan betah tinggal di kampung ini ya setelah jalan-jalan di kampung ini" ujar Bu Titin


" pasti Bu saya pastikan saya betah tinggal di sini " ujar Koko Tan kemudian melangkah menyusul pak Wahyu yang sudah siap di atas motor nya


*****


Di Seul Korea Selatan


" kita kehilangan jejak nya pak " ujar pria berbadan tinggi dan gagah


" aku yakin dia pasti sedang bersembunyi di tempat persembunyian nya, dia itu licik,dia bisa membunuh kita satu persatu jika kita lengah, tetap awasi setiap kota, jangan sampai agen rahasia kita terbunuh kembali, aku akan memikirkan strategi baru, selagi dia sedang bersembunyi " ujar seorang pria yang menjadi ketua dari agen rahasia tersebut


" baik pak, kalo begitu saya permisi" ujar pria itu sambil melangkah menuju keluar


" Tunggu dulu " ujar ketua itu


" ada apa pak ? " tanya pria itu

__ADS_1


" pesankan pesawat menuju Indonesia, aku ingin menghadiri acara penting di sana " ujar ketua itu


" baik pak, apakah saya juga ikut dengan bapak" ujar pria itu


" tentu saja, kau dan Kyong akan ikut bersama ku, tapi jika sampai sana kau jangan terkejut, Karna kita tidak akan menjalankan misi, kita hanya akan menghadiri acara penting jadi pakai baju yang rapi dan warna yang cerah" ujar ketua itu


" ohhh baik pak, kalau begitu saya permisi " ujar pria itu kemudian meninggalkan ketua tersebut


******


" bagaimana Koko Tan apakah Koko suka dengan kampung ini ?" tanya pak Wahyu yang mengendarai motor nya itu


" aku suka, kampung ini masih sangat asli dan jauh dari polusi, terlebih di kampung ini sangat damai jauh dari kejahatan, beda jauh dengan kehidupan di kota" ujar Koko Tan sambil memandangi desa


" hemm, aku juga pernah tinggal di kota selama 4 tahun saat aku kuliah, di Jakarta tepat nya, memang di sana banyak sekali kejahatan terjadi, bahkan pelakunya tidak memandang bulu, teman dekat kita sendiri pun bisa jadi penjahat " ujar pak Wahyu


" kalo boleh tau apa yang terjadi dengan diri mu saat itu " tanya Koko Tan yang penasaran


" oke " jawab Koko Tan


" ohhh iya, Wahyu apa kau punya nomernya visya atau ibu nya ?" tanya Koko Tan


"aku hanya punya nomer ibu nya hehe, ada apa " jawab pak Wahyu


" boleh aku pinjam sebentar, aku ingin memberi tahu Bu Titin, bahwa keadaan visya sedang kurang baik, tadi dia baru saja kehujanan bersama ku sewaktu keliling kampung" ujar Koko Tan


" ohhh benarkan baiklah kalo begitu kau telpon saja ibu nya, dan beri tahu" ujar pak Wahyu kemudian menghentikan motornya di pinggir jalan


" ini bicaralah" ujar pak Wahyu sambil memberikan ponsel nya

__ADS_1


****


Di rumah visya


sesudah selesai makan malam, visya langsung menuju kamar nya, tak lupa dia membawa ponselnya dan segera mengambil posisi rebahan


" hemm, kok kepala aku pusing banget ya, apa gara-gara kehujanan tadi sore ya " Guman visya sambil memijit kepala nya


ceklekkkkk


" ndok Iki susu anget nya, udah ibu campur sama jahe " ujar Bu Titin yang datang membawa susu jahe


" matur nuwun njeh Bu " ujar visya kemudian meminum susu dari Bu Titin


" sini ibu kerokin setelah itu kamu tiduran ya, biar besok vit pas bantuin masak di balai desa" ujar Bu Titin


" njeh Bu..., kok ibu tau kalo visya lagi gak enak badan ?" tanya visya


" Iyo tadi Koko Tan telpon ibu pake hp nya pak Wahyu, dia bilang kalo kamu lagi gak enak badan, terus dia bilang tadi badan kamu panas pas lagi berteduh, langsung aja ibu bikinin kmu susu jahe "ujar Bu Titin sambil ngerokin visya


" matur nuwun njeh Bu, visya tadinya mau bilang ke ibu tapi ibu lagi di kamar tadi jadi visya langsung masuk kamar " ujar visya


" yowes, ...kalo di pikir Koko Tan itu baik banget ya vis, cocok dia dengan anak nya pak Roni yang gadis itu, sama-sama anak kota dan punya fashion yang bagus banget, keliatan dari wajah dan penampilan nya " ujar Bu Titin yang sontak membuat visya terkejut


" njeh Bu, memang cocok sekali, kalo di pikir mba Mirna itu memang cantik dan juga pinter ya Bu" ujar visya yang sebenarnya sedih dan kecewa dengan perkataan ibu nya


" lalu bagaimana dengan nak Wahyu, waktu itu kan dia pernah mengutarakan perasaannya ke kamu, tapi sampai sekarang masih kamu gantung perasaan nya " ujar Bu Titin


" Bu, apa pantes anak kampung kaya visya suka sama pak Wahyu yang berpendidikan, bukan nya visya menggantung kan perasaan mas Wahyu Bu, tapi Bu, Christina juga suka dengan pak Wahyu, visya pikir Christina lebih pantes Bu, dia kan sering ikut papa nya keluar kota , beda dengan visya yang hanya di kampung " ujar visya yang sedih karena harus mencintai orang yang sama

__ADS_1


" jika memang kamu belom ada niatan untuk serius ke laki-laki, tidak ada salahnya ndok untuk mencoba kuliah di kota, ibu tau kamu pasti takut jauh dari orang tua, tapi ibu yakin kamu pasti bisa ndok , kamu harus rubah sikap rebahan kamu ini, jika kamu berhasil kamu bisa memilih seperti apa tipe suami idaman kamu nanti , kmu juga gak akan minder sama neng mirna dan juga nak wahyu ndok, ibu yakin nak Wahyu pasti bangga melihat kamu jadi gadis yang berpendidikan dan bisa membanggakan orang tua, ibu juga bisa melihat tulus cinta nya nak Wahyu ke kamu ndok, pasti nak Wahyu mau menunggu kamu sampai lulus kuliah " ujar Bu Titin yang membahas banyak hal kepada visya


__ADS_2