
" aku ikut juga dong " ujar Arin yang cengar-cengir
" yowes ayo " ujar pak Stefen
" ehhh gak bisa kamu harus balik lagi kerja, ayo naik ke ambulans, jangan cingar kamu ya, ini masih jam kerja lho " ujar Fadel sambil menjewer telinga Arin
" aduh. ...duh Iyo mas Fadel, sakit tau " keluh Arin sambil memegang Telinga nya yang merah karena bekas di jewer Fadel
" hahahaha " para warga yang ada di tempat itu pun tertawa melihat tingkah lucu Arin dan Fadel
" kita pamit dulu ya pak buk, assalamualaikum" ujar Fadel sambil masuk ke dalam mobil ambulans
" waallaikumsalam" jawab warga serentak
kemudian Arin dan Fadel pun meninggalkan tempat itu
" mari Koko Tan, keburu sore, soalnya nanti sore kita para warga ada kerja bakti di balai desa " ujar pak Stefen sambil mempersilahkan Koko Tan dan Visya untuk berjalan terlebih dahulu
" saya permisi ya Bu pak assalamualaikum" ujar visya sambil tersenyum maniis
pak Stefen, visya dan Koko Tan pun mulai menyusuri jalan kampung
saat di perjalanan visya melihat mba Kun yang lagi petakilan loncat-loncat dari satu pohon ke pohon, visya hanya geleng-geleng melihat tingkah gabut mba Kun
dretttt drettttt
ponsel pak Stefen berdering
" sebentar ya ndok visya saya angkat telpon dulu " ujar pak Stefen kemudian berjalan sedikit jauh dari visya dan Koko Tan
__ADS_1
" enjeh pak " ujar visya tersenyum manis
" emm Vis ,kira-kira di sini udah ada yang usaha ternak belom " tanya Koko Tan sambil duduk di sebuah akar pohon rambutan
" ternak nya hewan apa dulu nih, soalnya di sini banyak orang yang punya peliharaan, burung ada, ayam ada, kambing ada, kelinci ada, bahkan ular juga ada " jawab visya santai
" hemm, jadi sudah banyak yang punya hewan ternak ya, .. menurut kamu usaha apa yang belom di jalan kan di kampung ini vis " tanya Koko Tan kembali
" setau aku, masyarakat di sini itu sudah memiliki pola pikir maju ko, apa yang mereka tanam mereka jadikan bahan pangan contoh nya saja buah kelapa, selain di jual ke kota dan di ambil santan nya, masyarakat sini juga mengelola kelapa itu menjadi minyak goreng, selain itu mereka juga mulai menanam mengunakan pupuk alami dan sudah mengurangi penggunaan pupuk kimia " ujar visya dengan jelas
" waww keren juga " ujar Koko Tan datar
pak Stefen pun menghampiri mereka ....
" ndok visya bapak minta maaf ya, seperti nya bapak harus pulang duluan Karna tiba-tiba saudara bapak yang ada di kota meninggal dunia" ujar pak Stefen
" Iyo ndok, yasudah kalo begitu bapak pamit dulu ya ndok mari..." ujar pak Stefen kemudian meninggalkan mereka berdua
kini hanya tinggal visya dan Koko Tan yang ada di tempat itu
glegerrrrr jeder......jeder.....
suara gemuruh petir di langit
" waduh kayaknya mau ujan deh, ayo kita pulang aja Koko " ujar visya yang kebingungan
" yaudah ayo keburu ujan duluan " ujar Koko Tan sambil berlari kecil bersama Visya
Di jalan visya dan Koko Tan bertemu dengan sebagian warga yang melintasi jalanan kampung, mereka juga turut berlarian menghindari hujan
__ADS_1
" Vis kok kamu tumben sampe sini main nya " tanya salah satu ibu-ibu yang sedang mengangkat jemuran di depan rumah nya
" njeh bude soalnya lagi temenin Koko Tan muter-muter kampung tadi " teriak visya sambil berlari kecil
visya pun melanjutkan perjalanan menuju rumah, tapi sepertinya air hujan di awan sudah tidak bisa di tampung lagi dan.....
byurrrrr....hujan deras mengguyur kampung itu
" sini cepet Vis keburu basah " ujar Koko Tan yang menarik tangan visya menuju pos ronda
" aduhh Iyo sabar dikit to " ujar visya yang kaget karena tangan nya tiba-tiba di tarik oleh Koko Tan
" tuh kan baju kmu basah " ujar Koko Tan
" dikit doang kok ini, aku udah biasa hujan-hujanan" ujar visya sambil tersenyum maniis
mereka pun terdiam di gemuruh riuh hujan, sesekali visya melihat makhluk halus yang mencoba untuk mendekati Visya,tapi visya selalu mengucapkan ayat suci Al-Qur'an untuk mengusir makhluk itu
" vis ....dingin ya " tanya Koko Tan yang dari tadi diam seribu bahasa
" dikit ko " jawab visya
Koko Tan pun melepaskan jaket yang dia pakai
" di pake ya biar gak dingin " ujar Koko Tan sambil memberikan jaket ke pada visya
" gak usah ko, jadi ngerepotin" pekik visya yang terkejut
" tidak papa, aku tau kamu kedinginan " ujar Koko Tan sambil tersenyum manis
__ADS_1