
dretttt....dretttt...
ponsel visya berdering
" hallo assalamualaikum " ujar visya
" waallaikumsalam, visya ini aku Tan " jawab Koko Tan di seberang
visya pun terkejut dan terdiam seketika, untuk apa Koko Tan menghubungi visya
" ada apa Koko Tan " ujar visya yang gugup
" aku mohon nanti malam temui aku di toko bunga ku, ada hal yang harus aku sampai kan " ujar Koko Tan
" aku gak bisa Koko, aku harap Koko jangan pernah hubungi aku lagi " ujar visya kemudian mengakhiri panggilan nya
visya pun menjadi sedih dan dilema, sebenarnya dia ingin sekali memperbaiki hubungan nya dengan Koko Tan, namun mengetahui kenyataan yang pahit tentang kehidupan Koko Tan membuat Visya enggan untuk memperbaiki hubungan nya
visya pun bergegas mandi dan melaksanakan tugas nya sebagai umat muslim, kemudian dia merebahkan tubuh nya di kasur
****
Koko Tan diam-diam mengambil kesempatan untuk kabur dari vila, dia keluar lewat jendela kamar nya dan lari menuju jalan raya
__ADS_1
" vis maaf kan aku jika aku harus jujur dengan rasa ini " ujar Koko Tan sambil berlari menjauh dari vila
Tentu saja pelarian Koko Tan di ketahui oleh anak buah tuan Suho, kemudian mereka pun menghampiri tuan Suho yang sedang asyik dengan wanita-wanita nya
" maaf tuan, tapi tuan Chen kabur seperti nya dia kembali ke kampung itu " ujar anak buah tuan Suho
" kejar dia, dan bawa kembali ke rumah aku akan menghukum dia " ujar tuan Suho yang penuh keringat dan hanya memakai celana pendek
" baik tuan, kami juga menemukan ini di kamar tuan Chen " ujar anak buah itu sambil menunjuk kan lukisan wajah visya
" Hem... seperti nya Chen sedang berusaha bertemu dengan gadis itu, haha bawa dia juga aku ingin bermain-main dengan nya " ujar tuan Chen dengan tatapan genit
anak buah tuan Suho pun bergegas mencari Koko Tan dan membawa lukisan tersebut
****
" ohhh iya sewa mobil " ujar Koko Tan
Koko Tan pun bergegas menyewa mobil di tempat rental dan langsung mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan tinggi
sesampainya di kampung jati lutung, Koko Tan langsung memarkir kan mobil nya di bawah pohon beringin yang dulu nya sempat dia tabrak, kemudian dia bergegas menuju rumah visya
saat sampai di depan rumah visya dia melihat jendela kamar visya terbuka dia pun langsung berlari menuju kamar visya
__ADS_1
" visya " panggil Koko Tan di depan jendela kamar visya
" ehhh Koko Tan kok kesini " ujar visya yang sedang memainkan ponselnya
Koko Tan pun langsung melompat dan masuk lewat jendela kamar visya
" Vis aku harus ngomong hal ini langsung ke kamu " ujar Koko Tan sambil menatap wajah visya
" Koko mau ngomong apa " ujar visya yang gugup karena di dalam kamar itu hanya ada mereka berdua
" aku cinta sama kamu visya, aku gak bisa berhenti mikirin kamu di sana, aku mau kita perbaiki hubungan kita seperti saat pertama kita bertemu " ujar Koko Tan
" gak bisa Koko, aku gak mau ketemu sama Koko lagi, dan aku gak perduli sama perasaan Koko terhadap aku " ujar visya
" visya aku bisa jelasin siapa aku sebenarnya, aku yakin kamu pasti syok dengan kejadian tadi pagi " ujar Koko Tan
" Koko, lebih baik pergi, aku mau istirahat, aku gak perduli lagi dengan keadaan Koko " ujar Visya kemudian menarik tangan Koko Tan dan menyuruh nya lompat lewat jendela
namun Koko Tan tidak bertindak dia malah memeluk visya dengan erat
" Vis sampai kapan pun aku gak bisa lupain kamu dan juga Rara " ujar Koko Tan
dor...dor...
__ADS_1
dua tembakan yang meleset