
Diam-diam Mirna mencuri pandang ke arah Koko Tan, Koko Tan yang tau hal itu hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis, acara rapat di lakukan secara lancar dan Tahun ini merupakan hari ulang tahun termeriah di kampung jati lutung
" jadi nak Wahyu tadi ingin menyampaikan pendapat apa tentang acara nya, kita kan sudah menyusun tim nya di sini, untuk konsumsi kita serahkan kan ibu-ibu PKK, dan untuk dekorasi pemuda kampung, untuk mendirikan panggung bapak-bapak, jadi nak Wahyu mau seperti apa, silahkan pendapat nya " ujar pak Stefen yang ada di antara mereka
" saya mau nya gini pak, akhir-akhir ini kita hanya merayakan hari ulang tahun desa dengan lomba dan makan besar, serta penyambutan kepala desa dan perangkat desa lain nya, setelah itu hanya pertunjukan tari dari gadis desa kita, bagaimana jika kita memanfaatkan panggung yang sudah berdiri kokoh itu untuk lomba bernyanyi, pidato, puisi, dan lainnya pasti akan lebih seru pak, kita kan mulai dari pagi sampai malam acara nya, saya yakin pasti kali ini warga kampung banyak yang antusias, terutama para pelajar yang bakat nya terpendam, kita bisa tau dari lomba ini, apa bakat yang mereka punya , bagaimana setuju tidak, jika kita hanya gunakan panggung untuk sambutan kepala desa dan menari,saya rasa kita tidak perlu mendirikan panggung, cukup kasih terpal di atas tanah dan beberapa mik, itu pun sudah jadi, dan pasti nya hemat pengeluaran " ujar pak Wahyu panjang lebar sambil berdiri di antara orang-orang yang ada di tempat itu
" saya setuju sekali, apalagi kampung ini jarang sekali terekspos oleh dunia luar, jika bukan kita siapa lagi yang akan memajukan kampung kita ini, kita harus tau bakat anak muda di kampung kita untuk di banggakan di dunia luar " ujar Koko Tan antusias yang membuat pak Roni angguk-angguk kepala
" baik saya setuju, jadi bagaimana jika Nak Wahyu sebagai pembawa acara nya dan nak Tan sebagai tim bawah panggung, jadi sebelum lomba di mulai anak-anak harus sudah ada di tempat, dan mungkin masih banyak lagi, saya yakin kali ini anak muda desa pasti bisa " ujar pak Roni sambil tersenyum maniis
" kalo begitu saya akan memberikan hadiah spesial untuk kedua pemuda kita ini pak, saya bangga dengan ide-ide mereka " ujar pak Sofian yang membuat seluruh orang di tempat itu terkejut
" wah-wah Monggo pak Sofian kalo mau, yang penting jangan lupa besok bangun pagi buat belanja di pasar hahaha " ujar pak Tejo
" Iyo gak lupa to" ujar pak Sofian santai
" saya boleh usul satu lagi gak bapak-bapak" ujar Mirna yang dari tadi hanya membisu
"silahkan ndok Mirna " ujar pak Stefen
__ADS_1
" bagaimana jika kita buat undangan untuk beberapa desa yang sebelumnya belum pernah kita undang ke acara ulang tahun desa Kita ini, acara ini akan semakin meriah jika banyak orang yang antusias dan mendukung acara ini sampai selesai " ujar Mirna sambil tersenyum maniis
" boleh-boleh nanti akan kita buat kan" ujar pak Tejo
" oke karena acara rapat nya sudah selesai, kita akhiri acara rapat nya, Monggo pak Sofian berdoa untuk kelancaran acara kita dua hari mendatang ini, semoga tidak ada halangan dan selalu mendapat kan kemudahan" ujar pak Stefen
pak Sofian pun langsung memimpin doa, yang di setiap kata selalu di susul dengan kata " amin" oleh orang-orang yang ada di tempat itu
acara rapat malam itu pun selesai, Koko Tan memutuskan untuk pulang bersama pak Sofian mengunakan motor king milik pak Sofian, sedangkan pak Wahyu pulang bersama Mirna
sesampainya di rumah ......
" tumben belom tidur Bu " tanya pak Sofian karena Bu Titin masih terjaga di depan tv
" ibu hanya gak bisa tidur aja pak kalo bapak gak di rumah, wong biasanya kalo rapat pulang nya jam sembilan malam, Iki kok sampe jam sebelas tuh lama sekali to pak e ki" ujar Bu Titin sambil memonyongkan bibirnya
" owalah sayang ku Ki Jan, tadi itu banyak sekali yang harus di bahas, jadi lama, pikiran ku juga tadi di rumah terus, mikirin anak bojo di rumah, wes ayo bubuk jangan cemberut, bapak belom di kasih jatah 4 hari lho " ujar pak Sofian sambil mengendong manja Bu Titin yang duduk di sofa depan tv
mereka berdua pun masuk kamar meninggalkan Koko Tan yang sedang duduk di depan tv
__ADS_1
" suttt Koko Tan " panggil Fadel
" ada apa?? " tanya Koko Tan
" tidur sama aku di kamar sini, hehe " ujar Fadel
Koko Tan pun langsung menghampiri Fadel yang menutupi setengah tubuh nya di balik pintu
" buset ....Lo habis ngapain ??" tanya Koko Tan yang melihat tubuh Fadel biru-biru
" ini semua gara-gara visya, makanya kaki aku, tangan aku, punggung aku,biru semua, ini aku olesin balsem biar besok bisa vit lagi badan nya " ujar Fadel sambil memakai kembali celana pendek nya
" habis di apain sama visya " tanya Koko Tan kembali
" di tendang, terus kepentok tembok, kan sakit Koko, mana aku nih sebelum kepentok tembok jatuh juga di depan pintu kamar nya visya, aduhhh sedih eyy " ujar Fadel sambil memperlihatkan wajah melas nya
" kasian ya adik nya nakal haha " ujar Koko Tan
" yowes ini di tarik dulu springbad nya, atas bawah ini " ujar Fadel sambil menarik springbad nya kemudian di bantu oleh Koko Tan
__ADS_1
mereka pun mulai merebahkan tubuhnya di kasur dan lama-kelamaan mereka terlelap dalam mimpi mereka