Koko Tan

Koko Tan
part 20


__ADS_3

semua warga pun bertepuk tangan, pak Sofian dan juga pak Roni tampak bahagia dengan pemandangan itu, Para warga mendukung sikap Wahyu yang berani dan langsung to the poin untuk mengajak visya menikah, namun dari kejauhan tampak Koko Tan yang tidak nyaman dengan situasi di tempat itu, ia pun perlahan menghampiri Fadel yang ada di depan panggung


" Fadel , aku mau pulang duluan ya, tiba-tiba kepala ku pusing" ujar Koko Tan


" ohhh untung aja yang bawa kunci nya aku bukan ibu, ini ya kunci nya , hati-hati pulang nya ko " ujar Fadel sambil memberikan kunci rumah


Koko Tan pun langsung meninggalkan balai desa


visya tampak gugup di atas panggung, namun pak Wahyu mencoba menghibur visya


" sebelum nya saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga kampung Karna mau merahasiakan kejutan saya ini, dan Alhamdulillah ternyata visya belom tau, sebagai hadiah nya nanti ibu dan bapak berserta keluarga boleh memilih baju atau celana di butik ibu saya, bagaimana setuju " ujar pak Wahyu


" setuju....!!!!" teriak warga kampung yang ada di tempat itu


" yuk Vis kita nyanyi " ujar pak Wahyu sambil tersenyum kepada visya


" emm malu mas " ujar visya lirih sambil tersenyum maniis


" gapapa kok " ujar pak Wahyu sambil tersenyum manis juga


musik pun mulai terdengar, di iringi dengan para warga yang tersenyum lebar melihat keromantisan mereka, visya yang dulu nya ragu akan rasa dan cinta nya kepada Wahyu kini sudah merasa lega, di tambah lagi Cristina yang saat ini sedang tersenyum maniis melihat mereka berdua di atas panggung


Wahyu pun mengawali lagu tersebut dengan suara nya yang lembut


Telah kutemukan


Yang aku impikan


Kamu yang sempurna


Visya pun mulai melantunkan lirik berikut nya


Ho, segala kekurangan


Semua kelemahan


Kau jadikan cinta


Tanpamu


Aku tak bisa berjalan


Mencari cinta sejati


Tak kutemukan


Darimu


Aku bisa merasakan


Kesungguhan hati


Cinta yang sejati


Karnamu


Dikirim Tuhan


Untuk melengkapiku


Tuk jaga hatiku

__ADS_1


Karnamu


Hasrat terindah


Untuk cintaku


Takkan cemas


Ku percaya kamu


Karena kau jaga


Tulus cintamu


Ternyata


Kamu yang kutunggu


Du du-du-duu du-du duu


Segala kekurangan


Semua kelemahan


Kau jadikan cinta


Tanpamu


Aku tak bisa berjalan


Mencari cinta sejati


Darimu


Aku bisa merasakan


Kesungguhan hati


Cinta yang sejati


Karnamu


Dikirim Tuhan


Untuk melengkapiku


Tuk jaga hatiku


Karnamu


Hasrat terindah


Untuk cintaku


Takkan cemas


Ku percaya kamu


Karena kau jaga


Tulus cintamu

__ADS_1


Ternyata


Ternyata


(Ooh ternyata)


Ternyata


Kamu yang kutunggu


Du du-du-duu du-du duu


Mereka bernyanyi hingga membuat semua orang tidak bisa memalingkan wajah mereka ke lain arah, ketika visya dan pak Wahyu selesai bernyanyi semua orang bertepuk tangan dan memberikan pujian yang luar biasa kepada mereka


acara lomba pun selesai, dan pengumuman pemenang lomba akan di umumkan 3 hari kedepan, kini saat nya mereka semua pulang, tak terasa sudah jam 5 sore, sebelum pulang pak Wahyu membagikan nasi kotak kepada warga dan penduduk kampung tetangga yang hadir, semua orang dapat dengan rata nasi kotak itu, pak Wahyu sengaja menyiapkan nya jauh-jauh hari, hanya untuk melamar visya yang entah akan di terima atau tidak, tapi Alhamdulillah nya diterima


setelah selesai membagikan nasi kotak, pak Wahyu di panggil oleh ustadz Abdullah


" nak wahyu, boleh saya bicara sebentar" ujar ustadz Abdullah


" ohh iya pak " ujar pak Wahyu kemudian berjalan bersama ustadz Abdullah untuk sedikit menjauh dari keramaian


" nak wahyu " ujar ustadz Abdullah lirih


" iya ustadz" ujar pak Wahyu


" selamat atas di terima nya lamaran nak Wahyu, tapi saya ingin memberikan saran kepada nak wahyu Untuk menikah dengan nak visya secepatnya, agar para masyarakat tidak berfikir aneh-aneh tentang hubungan kalian, biar bagaimanapun nak Wahyu kan panutan di kampung ini " ujar ustadz Abdullah sambil mengelus rambut pak Wahyu


" iya pak Terimakasih banyak saran nya " ujar nak Wahyu sambil tersenyum maniis


" saya hanya ingin nak wahyu jauh dari ghibahan para ibu-ibu desa, mengerti kan maksud saya nak wahyu " ujar ustadz Abdullah


" iya saya mengerti pak ustadz" ujar pak Wahyu


" yasudah saya permisi dulu nak wahyu, saya harus pulang karena sudah sore mari nak Wahyu , Assalamualaikum" ujar ustadz Abdullah


" waallaikumsalam ustadz" ujar pak Wahyu


ustadz Abdullah pun meninggalkan pak Wahyu dan balai desa


sedikit demi sedikit para warga pun mulai pulang ke rumah masing-masing, kini hanya tinggal para panitia yang tersisa


" le bapak dan ibu pulang duluan ya, ini panggung sama dekorasi nya biar besok pagi saja sudah sore " ujar pak Roni kepada pak Wahyu


" enjeh pak, tapi Wahyu pulang nya nanti Yo pak, mau nganterin Visya dulu pak " ujar pak Wahyu sambil cengengesan


" yowes iya, hati-hati Yo le bawa anak orang " ujar pak Roni


" hehe enjeh pak " ujar pak Wahyu sambil menyalami pak Roni dan Bu Roni


" le , ibu seneng banget, tole tadi mau melamar visya di depan orang kampung, selamat Yo le anak ibu " ujar Bu Titin sambil memeluk anak sulung nya


" enjeh Bu matur nuwun njeh hehe " ujar pak Wahyu sambil tersenyum


" yowes ibu pulang dulu, besok mau ada orang-orang kampung datang ke butik, jadi ibu mau catat belanjaan buat ibu belanja besok subuh, tole hati-hati Yo di sini " ujar Bu Titin kemudian melepaskan pelukannya


" yowes assalamualaikum " ujar Bu Titin


" pamit Yo le, assalamualaikum" ujar pak Roni


" enjeh pak, Bu " ujar pak Wahyu

__ADS_1


__ADS_2