
visya pun mencoba mengejar Koko Tan, namun dari belakang Wahyu dengan sigap menarik tangan visya dan memeluk visya
" jangan di kejar kamu bisa terluka " ujar Wahyu Sambil mengelus rambut visya
" sebenarnya ada apa ?? " tanya visya, sambil melihat wajah Wahyu, namun ternyata, Wahyu juga sebelum nya telah di pukuli oleh orang tersebut, sehingga wajah nya memar dan pucat
" mas Wahyu, Astagfirullah, mas Wahyu " ujar visya kemudian menangis
" ayo kita pulang " ujar Wahyu sambil mengandeng tangan visya
" pak, Bu, Wahyu anterin visya pulang dulu Yo, wes ibu tenang wae Wahyu baik-baik aja " ujar Wahyu sambil tersenyum kepada ibu dan bapak nya
" le, lebih baik kita pulang ke rumah dulu, kita obati luka di wajah kamu le" ujar Bu Roni
" gapapa Bu, ada hal yang lebih penting dari luka Wahyu, ibu tenang aja, sekarang ibu dan bapak pulang Yo " ujar Wahyu
" mas, visya gak mau pulang sebelum mas di obati luka nya " ujar visya sambil menangis
" aku gapopo lho Vis " ujar Wahyu sambil menatap wajah visya yang menangis itu
" pokok e visya mau ke rumah mas Wahyu dulu obatin luka mas Wahyu " ujar visya
" yowes ayo kita pulang bersama" ujar Wahyu kemudian mengajak kedua orang tua nya dan juga visya pulang ke rumah nya, jarak dari rumah visya lebih jauh dari pada rumah Wahyu, maka dari itu visya tidak tega melihat Wahyu yang wajah nya lebam, mereka hanya perlu melewati 5 rumah saja untuk sampai ke rumah Wahyu
sesampainya di rumah Wahyu, visya langsung mengobati, pak Roni ,Bu Roni, dan juga Wahyu
" ndok sudah ...bapak dan ibu sudah lebih baik sekarang" ujar pak Roni yang sudah di obati oleh visya
__ADS_1
" ndok ibu sama bapak masuk ke kamar dulu Yo, mau istirahat, kamu kalo ada apa-apa ngomong sama Wahyu aja " ujar Bu roni sambil tersenyum
" enjeh Bu, ibu cepat sembuh Yo bu" ujar visya yang kasian dengan kedua calon mertua nya itu
" Iyo Vis, yowes ibu tinggal masuk dulu Yo " ujar Bu Roni
kini tinggal visya dan Wahyu di ruang tamu, visya pun mulai meneteskan obat merah ke kapas dan mengobati luka Wahyu, Wahyu hanya bisa menatap wajah visya sambil tersenyum manis
" sudah vis, ini jauh lebih baik " ujar Wahyu
" sebenarnya ada apa mas, kenapa Koko Tan di tangkap dan mas bisa luka-luka seperti ini " tanya visya yang bingung
" jadi sebenarnya, Koko Tan itu tidak amnesia, dia hanya sedang menyembunyikan diri nya di kampung ini, laki-laki yang bertubuh kekar itu adalah komplotan yang bertugas melacak keberadaan Koko Tan , ternyata Koko Tan adalah seorang psikopat, dia sudah membunuh lebih dari 35 orang " ujar Wahyu
" apa!!!, jadi Koko Tan psikopat, kenapa dia menghindar dari laki-laki itu" ujar visya
" karena Koko Tan tidak ingin di penjara " ujar Wahyu
" terus kenapa mas bisa luka-luka wajah nya "tanya visya kembali
" aku juga di pukuli mereka saat mereka mencoba masuk ke dalam rumah, ayah dan ibuku di paksa keluar untuk memberi tahu di mana keberadaan Koko Tan, sedang kan aku di pukuli oleh mereka, entah mengapa mereka sangat tempramen, aku rasa mereka berfikiran bahwa kami menyembunyikan Koko Tan di kampung ini " ujar Wahyu
kemudian wahyu mengeluarkan kertas yang di kertas itu terdapat wajah Koko Tan, ternyata itu adalah koran dari negara korea selatan, di koran itu koko Tan menjadi seorang buronan, karena telah membunuh 35 orang agen rahasia, dan juga beberapa polisi lain nya
" jadi nama dia bukan Tan, tapi Chen " ujar visya saat membaca koran tersebut
" seperti nya dia orang yang cerdik, dia bisa merubah identitas nya dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain nya, dia sudah menjadi buronan lebih dari 10 tahun " ujar Wahyu
__ADS_1
" sudahlah aku gak mau memikirkan Koko Tan" ujar visya sedih karena baru saja dia ingin memperbaiki hubungan nya dengan Koko Tan tapi dia sudah di buat kecewa dengan kisah kelam Koko Tan
" sekarang...., kita pikir kan pernikahan kita, yang akan terlaksana 3 bulan lagi " ujar Wahyu sambil tersenyum maniis Kepada visya
hati Visya pun menjadi lebih baik setelah melihat senyum yang mengembang di pipi Wahyu
" aku pulang sendiri aja mas, mas di rumah aja istirahat ya" ujar visya sambil tersenyum
Wahyu pun menggeleng kan kepala nya
" aku gak mau, calon istri ku kenapa-kenapa " ujar Wahyu sambil duduk lebih dekat dengan visya
visya hanya terdiam melihat sikap Wahyu
" tapi kan aku udah biasa mas pulang sendirian" ujar visya sambil tersenyum
Wahyu pun di buat gemas dengan tingkah visya yang keras kepala
" kalo masih ngeyel gak mau di anterin, aku cium lho " ujar Wahyu yang saat ini wajah nya sudah berada di depan visya
" tapi kan mas masih sakit, aku gak mau mas juga kenapa-kenapa " ujar visya gugup karena jarak wajah nya dengan wajah Wahyu makin dekat, jarak nya hanya bagaikan dua lembar kertas yang tercepit
Wahyu pun mencium bibir visya dengan lembut, sambil mengelus rambut visya yang lembut dan wangi itu, visya sendiri merasa aneh dengan ciuman pertama nya itu sekaligus gugup, Wahyu sendiri malah merasa nyaman dengan keadaan itu
" mas ..." ujar visya sambil mendorong pelan tubuh wahyu
Wahyu pun tersenyum manis kepada visya
__ADS_1
" kan aku udah bilang jangan ngeyel " ujar Wahyu sambil tersenyum jail
" iya aku gak ngeyel lagi " ujar visya sambil menunduk wajahnya karena malu