Koko Tan

Koko Tan
part 24


__ADS_3

" ibu benar-benar kaget nak Wahyu dengan berita ini " ujar Bu Titin


" iya setidaknya kita tau kejadian ini lebih cepat Bu " ujar Wahyu sambil menyeruput kopi nya


" bagaimana jika kita cek berkas-berkas Koko Tan, aku yakin berkas yang di bawa Koko Tan pasti penting banget Bu, mas " ujar visya antusias


" ide bagus itu kita cek aja sekarang, ibu juga penasaran " ujar Bu Titin


" yowes ayo kita kesana " ujar Wahyu


" ko sek ibu ambil kunci cadangan nya dulu " ujar Bu Titin yang mengambil kunci cadangan rumah nya


" Vis kok kamu pucat gitu muka nya " tanya Wahyu sambil menatap pekat wajah visya


" visya masih syok sama kejadian tadi mas " ujar visya kemudian menatap wajah Wahyu


mereka pun saling menatap, Wahyu yang gemas dengan wajah visya pun mencubit pipi visya yang imut itu


" itu jadi pengalaman visya, mulai saat ini kita harus waspada terhadap orang yang baru kita kenal " ujar wahyu sambil tersenyum


" enjeh mas " jawab visya kemudian tersenyum manis


" ayo nak wahyu, visya kita berangkat " ujar Bu Titin yang mengejutkan Wahyu dan juga visya


mereka pun akhirnya berangkat ke rumah Bu Titin, yang sebelumnya di tempati oleh Koko Tan

__ADS_1


*****


Ceklekkkkk


kini mereka mulai masuk ke dalam kamar Koko Tan


" kira-kira dimana ya tas nya " ujar Bu Titin sambil membuka lemari


" nahhh itu tas nya " ujar visya


Bu Titin pun langsung mengambil tas tersebut, mereka pun langsung membuka satu persatu map dan juga buku diary milik Koko Tan


di saat Wahyu mengambil sebuah map tiba-tiba ada sebuah foto jatuh dari map itu , Wahyu pun mengambil foto itu dan betapa terkejutnya Wahyu melihat foto kak Rara bersama Koko Tan yang mesra di sebuah kamar


" Astagfirullah ini kan foto Rara " ujar Wahyu yang syok


" Astagfirullah Rara anak ku, .....kok dia bisa foto bareng Koko Tan, ada apa sebenarnya, Rara ......anak ku...." ujar Bu Titin sambil menangisi foto Rara


" mas coba liat map nya " ujar visya yang penasaran


Wahyu pun memberikan map itu kepada visya


" Akira ....


maaf kan aku yang tidak bisa menjaga mu, maaf kan aku yang selalu melibatkan kamu di masalah ku, sekarang kamu sudah tenang sayang, kamu tidak perlu lagi khawatir dengan keadaan aku, di sini aku bertemu dengan keluarga mu, mereka baik seperti yang kamu ceritakan.

__ADS_1


Akira ......


aku melihat foto mu di kamar adik mu, kau adalah orang yang mudah dirindukan, kau adalah kakak terbaik bagi mereka, aku kagum pada mu AKIRA ku sayang, maafkan aku sekali lagi yang sudah membuat mu menderita dan pergi dari dunia ini untuk selamanya


I Love you Akira " visya membaca sebuah surat yang di tulis Koko Tan di map itu kini visya dan yang lain nya tau bahwa kak Rara menjalin hubungan dengan Rara


" Kita harus menyelidiki kasus ini, ibu gak rela jika pelaku pembunuhan Rara tidak di temukan, ibu yakin Koko Tan pasti ada sangkut pautnya dengan kematian Rara " ujar Bu Titin


" tapi di mana kita cari Koko Tan Bu " ujar visya


" ke tempat kuliah Rara yang dulu, ibu yakin mereka pasti tau hubungan Rara dengan psikopat itu " ujar Bu Titin yang kini tak lagi menyebutkan nama Koko Tan


Bu Titin pun menangis dan mengacak-acak kertas-kertas di tas Koko Tan, bahkan beberapa lembar uang pun berterbangan di lantai


" ibu. .. udah Bu, jangan seperti ini " ujar visya Sambil memeluk Bu Titin


" ibu gak rela pokoknya Vis kalo pelaku itu belom juga di temukan " teriak Bu Titin


" Vis sebaiknya ibu aku anterin pulang dulu ya, ibu frustasi banget kayak nya " ujar Wahyu


" yowes iya mas, aku mau beresin ini dulu, berantakan banget soalnya " ujar visya yang tidak bisa meninggalkan kamar itu, karena banyak barang bukti yang berceceran di lantai


" yowes iya kamu hati-hati Yo " ujar Wahyu


" nak wahyu maafin ibu Yo, udah bikin kamu kerepotan " ujar Bu Titin sambil menangis

__ADS_1


" ora Bu " ujar Wahyu sambil mengusap air mata Bu Titin


" sebaiknya kita pulang wae Bu, ibu kondisi nya seperti ini " ujar wahyu kemudian menuntun Bu Titin keluar rumah


__ADS_2