Koko Tan

Koko Tan
part 23


__ADS_3

Wahyu pun tersenyum kecil


" kita pulang apa di sini aja ?" tanya Wahyu


" pulang aja mas " ujar visya


" ya udah yuk pulang " ujar pak Wahyu kemudian menggandeng tangan visya


****


" Chen .....kenapa kamu kabur dari rumah" ujar seorang pria yang ada di dalam mobil bersama Koko Tan


" aku hanya ingin keadilan" ujar Koko Tan


" kau tau, berapa banyak polisi dan agen rahasia ku yang kau bunuh karena sikap mu itu?, kau anak ku Chen, biar bagaimanapun aku tidak akan pernah membiarkan mu sendirian tanpa aku, kau bisa di tangkap polisi Chen " ujar pria itu yang ternyata adalah ayah dari Koko Tan


" apa aku salah jika aku ingin ayah berhenti menjual manusia, kasian mereka ayah, mereka punya masa depan yang cerah, mereka punya hak masing-masing" ujar Koko Tan sambil berteriak


" aku tidak pernah mencari mereka, tapi mereka yang datang kepada ku " ujar ayah Koko Tan


" sudah berapa banyak wanita yang kau jual ayah " ujar Koko Tan sinis


" ingat Chen, aku tidak pernah memaksa mereka untuk bekerja kepada ku, mereka datang sendiri, aku sebagai orang yang tidak mau rugi harus memberikan kontrak kepada mereka, jika mereka tidak menjalankan tugas mereka dengan baik, aku akan membiarkan mereka sesuai isi kontrak, untuk urusan mereka hamil atau kasus HIV itu urusan mereka " ujar ayah Koko Tan sedikit geram


" hemm kejam, aku ingin tetap di Indonesia, aku tidak ingin pulang ke Korea, ataupun ke Thailand, dan satu lagi ,aku ingin lebih baik " ujar Koko Tan santai

__ADS_1


"hemm kenapa rupanya nya kamu ingin di Indonesia, bukannya kamu suka melihat wanita-wanita seksi yang ada di kandang ku " ujar ayah Koko Tan


" mereka semua membosankan, makanya aku benci mereka " ujar Koko Tan


" lalu selama 10 tahun ini apa alasan mu membunuh para polisi dan agen rahasia ku " tanya ayah Koko Tan


" pertama, agen rahasia mu menuduh aku membunuh Akira kekasih ku sendiri, padahal jelas-jelas Akita di bunuh mereka karena Akira ingin melindungi aku, kedua aku membunuh polisi karena mereka tidak teliti dalam mengungkapkan kasus, aku benci dengan mereka, dan juga dengan kau ayah " ujar Koko Tan semakin sinis


" jelas saja Akira terbunuh, siapa pun orang yang menjauhkan aku dengan anak ku akan menanggung resiko nya sendiri" ujar ayah Koko Tan


" aku ingin menjauh dari mu ayah !!!" teriak Koko Tan


" silahkan jika kau ingin jauh, tapi jangan salah kan aku, jika keberadaan mu terendus kepolisian " ujar ayah Koko Tan


****


Wahyu dan Visya telah sampai di rumah visya .....


" ayo mas mampir dulu " ujar visya sambil tersenyum


Wahyu pun mengikuti Visya dari belakang


" Assalamualaikum bu " ujar visya sambil masuk ke dalam rumah


" Waallaikumsalam ndok " ujar Bu Titin sambil keluar dari dapur

__ADS_1


" Astagfirullah nak wahyu kenapa wajah nya memar begitu " ujar Bu Titin panik


" cerita nya panjang Bu " ujar Wahyu


" yowes ayo duduk dulu, visya bikin kopi Yo " ujar Bu Titin


" enjeh Bu'e " ujar visya kemudian menuju dapur


" coba ceritakan le, Ono OPO "ujar Bu Titin


" Wahyu cerita poin penting nya aja ya Bu, jadi tadi Wahyu sempat di pukuli oleh para orang-orang asing yang mencari Koko Tan, mereka marah dengan keluarga saya karena mereka mengira, keluarga saya menyembunyikan Koko Tan, tentu saja kami tidak tau apa-apa, tapi setelah saya membaca selembaran yang di berikan oleh salah satu orang itu, saya baru tau, bahwa Koko Tan adalah buronan polisi di Korea Selatan, dan semua identitas milik Koko Tan yang ada di tas itu semua palsu, rumah Koko Tan bukan di Beijing tapi di Korsel, dan Koko Tan juga tidak amnesia " ujar Wahyu serius


" Astagfirullah, mengapa kampung kita bisa menerima Koko Tan dengan mudah tanpa menyelidiki lebih lanjut" ujar Bu Titin sambil mengelus dada nya


" seperti yang sebelumnya terjadi, kita tau nya Koko Tan amnesia, makanya dengan mudah kita terima dia di kampung ini "ujar wahyu


visya pun datang membawa kopi


" kopi nya mas " ujar visya sambil tersenyum maniis


" makasih ya visya " ujar Wahyu sambil menatap wajah visya yang malu itu


" lalu bagaimana dengan barang-barang Koko Tan , dan juga toko milik Koko Tan " ujar bu Titin


" untuk sementara kita simpan dulu Bu, bisa jadi bukti jika suatu saat nanti ada polisi yang datang,kita juga tidak tau kan uang yang di gunakan modal uang halal atau bukan" ujar Wahyu

__ADS_1


__ADS_2