
" permisi Bu Candra apakah pemuda tersebut boleh pulang sekarang" ujar Vina yang menghampiri Bu Candra
" apa dia ingin pulang ?" tanya Bu Candra
" emm iya Bu dia gak betah di kamar pasien " jawab visya lirih
" yasudah coba kita lihat kondisi nya, jika kondisi nya memungkinkan untuk di bawa pulang, kmu boleh kok ajak dia pulang" ujar Bu Candra
" iya Bu terimakasih" ujar visya
mereka pun segera menuju ruang pasien
" saya cek dulu ya kondisi nya mas " ujar Bu Candra sambil tersenyum manis
Bu Candra pun mulai mengecek kondisi pemuda itu
" bagaimana Bu apakah boleh di bawa pulang??" tanya visya
" kondisi nya sudah membaik, kalian boleh pulang kok " ujar Bu Candra
" beneran dok ?? " tanya pemuda tersebut
" iya boleh " jawab Bu Candra
visya dan pemuda tersebut pun langsung pulang
di perjalanan......
" Vin sopo kui kok ganteng banget" tanya Bu Tejo yang kebetulan habis dari butik Bu Rini
__ADS_1
" oh Iki Bu, orang yang kecelakaan tadi malem, ini saya mau bawa ke rumah Karna barang-barang nya di rumah semua" jawab visya ramah
" emm le ...siapa nama nya " tanya Bu Tejo kepada pemuda tersebut
" aku lupa Tante " jawab pemuda tersebut datar
" hahh!!!!, " Bu Tejo kaget bukan kepalang
" di ini amnesia bude, jadi lupa sama namanya sendiri ini, kita mau ke rumah lihat barang berharga milik dia siapa tau ada identitas dia " ujar visya sambil tersenyum maniis
" yowes ya bude duluan mau coba baju baru dari butik Bu Rini" ujar Bu Tejo sambil memainkan tangannya yang mengunakan gelang emas
" kalo di sini panggiilan buat ibu-ibu yang paruh baya adalah bude, jadi nanti kamu kalo ketemu mereka panggil aja bude ya, kalo bapak-bapak panggil aja pakde " jelas visya kepada pemuda tersebut
" siap bude " jawab pemuda itu cengengesan
" ya ampun bude culik juga nih orang " guman visya yang kesal dengan pemuda tersebut
" bagaimana pak Stefen" tanya pak Tejo yang sedang memperhatikan pak Stefen yang sedang membaca huruf aksara HAN di KTP pemuda tersebut
" nama nya Feng An-toan, usia 29 tahun, seorang sarjana hukum, alamat Beijing" ujar pak Stefen sambil memegang kartu identitas milik pemuda tersebut
" apa!!!" teriak semua orang yang ada di tempat itu
" kita urus dia supaya polisi bisa langsung bawa dia ke Beijing kasian nih anak kalo di sini, pasti dia gak terbiasa dengan kehidupan di desa" ujar pak Tejo
" pak saya sama sekali tidak bisa membaca ini" ujar pemuda itu sambil memberikan kertas yang bertuliskan aksara Han
" bagaimana ini pak " tanya pak Tejo kepada yang lainnya
__ADS_1
" biar polisi saja yang mengurus semua nya" ujar pak Stefen kepada yang lain nya
" pak saya akan tinggal di sini saja, saya beli rumah di sini dan akan mendirikan usaha kecil-kecilan di sini " ujar pemuda itu santai
" apa !!! " semua orang kembali kaget dengan perkataan pemuda tersebut
" hidup di kampung tuh gak enak le, kamu harus tahu itu" ujar Bu Titin memberi tahu
" saya tidak tau rumah saya dimana, keluarga saya siapa, apakah bapak dan ibu bisa menjamin bahwa polisi bisa mengantarkan saya dengan selamat ke Beijing bertemu dengan keluarga saya, apakah bapak dan ibu yakin bahwa saya sekarang masih tinggal di Beijing " ujar pemuda itu serius
" yasudah bagaimana baik nya saja jika memang itu yang kamu inginkan" ujar pak Tejo
" kalo boleh saran nih pak buk, kita panggil dia siapa ya " ujar visya Sambil nyengir
" Feng An-toan....., bagaimana kalo Toan aja keren tuh " ujar Arin yang tiba- tiba memberikan usul
" Bagus sih tapi lebih bagus jika di panggil Tan" ujar pemuda itu sambil tersenyum manis
" kalo begitu mari Koko Tan saya antar keliling kampung, sambil menawarkan rumah milik warga yang di jual di kampung ini" ujar pak Stefen
" Koko Tan" ujar Arin dan Visya bersamaan
" panggilan untuk dia khusus dari saya, kalian juga harus begitu ya hehe " ujar pak Stefen cengengesan
" visya ayo ikut " ujar koko Tan sambil tersenyum maniis Kepada visya
" ohhh Iyo mas " ujar visya yang gugup
Hallo kak ini visual Koko Tan nya ya, semoga suka dan bisa menyesuaikan imajinasi kalian, terimakasih banyak 🙏🙏
__ADS_1