Koko Tan

Koko Tan
part 15


__ADS_3

samar-samar terdengar suara lelaki melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Koko Tan pun terbangun dan melihat jam di dinding, ternyata sudah jam 5 pagi di lihat nya, Fadel sedang khusyuk menjalankan kewajiban nya sebagai umat muslim


Koko Tan pun memutuskan untuk duduk di tepi ranjang sampai Fadel selesai sholat


di lihat nya satu persatu foto yang melekat di dinding kamar Fadel, mata nya pun tertuju pada satu foto yang ada di kamar Fadel, di situ ada Fadel, visya, dan kak Rara yaitu kakak nya Fadel yang sudah meninggal dunia ketika kuliah di luar kota, Koko Tan pun mulai mendekati foto Rara dia merasa tidak asing dengan wajah nya, tiba-tiba


" hayo liatin apaan tuh " pekik Fadel yang sudah selesai sholat


" ehhh buset, bikin kaget aja " ujar Koko Tan yang terkejut


" liatin apaan sih ko " tanya Fadel yang penasaran


" emmm itu foto kamu sama visya, itu samping nya visya kakak kalian ?" tanya Koko Tan sambil menatap wajah Fadel dengan serius


" iya itu kakak aku, dia meninggal waktu kuliah di luar kota, sampai sekarang pelaku nya belom juga terungkap, kejadian kematian nya pun secara tiba-tiba, tidak ada satu pun teman nya yang tau kapan kejadian nya, yang mereka tau saat mereka bangun sudah ada mayat kak Rara bersimbah darah di dalam kamar kos mereka, karena dulu satu kamar berisi 3 orang salah satu nya kak Rara" ujar Fadel sambil tersenyum ikhlas dengan kejadian yang dia ceritakan


" maaf jika aku membuat mu sedih, aku tidak tau jika kakak mu sudah meninggal" ujar Koko Tan sambil mengelus punggung Fadel


" yasudah ayo kita keluar, aku mau ke kebun apa kamu mau ikut ke kebun" ujar Fadel sambil melepas kan sarung nya kemudian keluar dari kamar nya

__ADS_1


" ohhh oke-oke " jawab Koko Tan sambil mengikuti Fadel dari belakang


sesampainya di kebun ....


" woww luas ya kebun nya"ujar Koko Tan yang takjub dengan pemandangan hamparan sawah dan juga beberapa tanaman cabai, tomat, dan masih banyak lagi


" hahha, tidak dong sebagian milik warga yang tinggal di kampung ini, tapi memang petani terbesar di kampung ini adalah bapak ku, jadi yooo, Alhamdulillah di syukur Koko " ujar Fadel sambil tersenyum


" jam segini mereka semua sudah bangun dan langsung ke kebun " ujar Koko Tan


" Yo gak to ko, gak setiap hari mereka seperti ini, hanya saja pagi ini akan ada kerja bakti di balai desa jadi mereka bangun subuh,biar nanti pagi nya bisa tepat waktu ke balai desa nya " ujar Fadel sambil berjalan


" kamu setiap hari kesini " ujar Koko Tan kembali


" aku mau balik ke rumah ya, tiba-tiba perut ku mules hehe " ujar Koko Tan


" Oalah yowes kalo gitu ko, nanti aku nyusul ya, padahal baru aja sampe" ijar Fadel


"hehe sorry Del, aku kebelet banget soalnya " ujar Koko Tan kemudian meninggalkan Fadel

__ADS_1


sesampainya di rumah....


" sepi amat pada kemana sih " guman Koko Tan kemudian menuju kamar mandi


Tiba-tiba


" aaaaaa ular tolong ..... ular....." teriak visya yang baru saja keluar kamar nya


Koko Tan pun segera mengakhiri aktivitas nya di kamar mandi dan menghampiri visya


melihat ada ular di depan pintu kamar visya Koko Tan pun dengan siaga mengambil garam dan sapu lantai untuk mengusir ulat tersebut


" visya awas ...." ujar Koko Tan sambil melempar kan gram di arah ular tersebut kemudian dia mengangkat ular tersebut mengunakan sapu lantai yang ia bawa


Koko Tan pun melempar kan ular itu ke arah belakang rumah visya yang dekat dengan tanah lapang yang tidak berpenghuni


Kemudian Koko Tan pun kembali ke rumah, dia melihat visya yang masih tertunduk lemas di depan pintu kamar nya


" pagi-pagi udah bikin orang kaget aja kamu nih Vis " ujar Koko Tan yang menghampiri visya

__ADS_1


" habisnya visya takut, kirain visya gak ada orang di rumah soalnya kan bapak sama ibu visya ke pasar, terus kak Fadel ke kebun " ujar visya yang masih panik


" ya udah sekarang kan ular nya udah pergi, udah jangan takut " ujar Koko Tan


__ADS_2