
setelah asik melihat Tari remong, kini para warga kembali di manjakan dengan tari adat Bondan, yaitu tarian yang menceritakan tentang kasih sayang orang tua kepada anak nya, beruntung nya Koko Tan sudah mempersiapkan properti untuk tarian tersebut, seperti boneka Bayi, payung , kendil, dan alat dapur yang biasa di gunakan ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari
" wahhh ternyata masyarakat lutung jati ini memiliki banyak sekali bakat ya pak, saya sangat senang di undang di acara ini " ujar kepala kampung sebelah yang di undang oleh pak Roni
" iya saya sangat senang dengan hasil latihan mereka " ujar pak Roni sambil mengangguk kan kepala nya
pertunjukan demi pertunjukan pun terlewati kini saat nya acara perlombaan di mulai, banyak sekali peserta yang ikut , dan para warga pun tetap antusias melihat lomba itu
" baiklah, ibu-ibu , bapak-bapak, dan teman-teman lainnya, kita akan menyaksikan lomba bakat yang di ikuti oleh beberapa warga kampung kita, dan juga kampung tetangga, di sini ada 20 orang peserta, oke langsung saja, peserta pertama kita dari kampung gudang areng , Dwi Andini " ujar Koko Tan
para warga pun memberikan tepuk tangan kepada Dwi, Dwi mulai menunjukkan bakat menari nya di depan warga
selagi Dwi menari Koko Tan menghampiri visya
" vis kamu ikut lomba menyanyi ??" tanya Koko Tan yang penasaran
" apa!!!, ngga kok ko, aku sama sekali gak mendaftarkan diri untuk lomba " ujar visya yang panik
" kok ini ada tulisan visya di daftar buku peserta lomba " ujar Koko Tan menunjukkan sebuah buku, yang di mana buku itu di siapkan untuk para peserta mendaftar kan diri
" ehhh buset.... itu kan tulisan nya Fadel " cletuk Arin yang ada di samping visya
" astagfirullah, kak Arin piye iki , mas Fadel ini keterlaluan banget sih " ujar visya sambil mengeluarkan air mata karena benar-benar terkejut
" udah sekarang kamu latihan di belakang panggung sama aku, OPO wae lah lagune, pasti bagus kok " ujar Arin menyemangati visya
" Vis untung aja kamu nomer urut 19 jadi masih ada waktu buat latihan" ujar Koko Tan
" nomer 20 nya siapa ko ??" tanya Arin
" Wahyu maduswara " ujar Koko Tan santai
" coba pinjem dulu kaya gak asing sama nama nya " ujar Arin kemudian merebut buku yang di pegang Koko Tan
" jati lutung!!" ujar visya yang membaca nama kampung peserta
" tuh kan bener Wahyu mau nyanyi " ujar Arin
" kalian kenapa to kok rempong tenan" tanya sukilah yang dari tadi asyik melihat Dwi menari
" haduhhh gawat pokok e !!!" ujar visya, sukilah hanya bisa mengangkat alis nya dan kebingungan
" yowes ayo kita ke belakang panggung" ujar Arin sambil menarik tangan visya dan Koko Tan
Wahyu yang melihat visya menuju belakang panggung jadi penasaran, namun dia tidak bisa berkutik karena dia sendiri sebagai MC
" tenang Vis, aku bakal bantuin kamu kok " ujar Koko Tan sambil menggenggam tangan visya yang gemetaran
" Ya ampun Koko Tan, malah bikin tambah gerogi aja, senyum nya mana tahan " Guman visya
" tolongin apa ko, aku nih gak ada persiapan sama sekali " ujar visya
" Aku bisa main gitar kok " ujar Koko Tan sambil tersenyum
" Hadehh ko jelas Koko udah lupa lah, Koko kan amnesia" ujar visya
" tunggu sebentar ya aku ambil gitar dulu " ujar Koko Tan kemudian meninggalkan visya dan Arin
" Vis, kok aku jadi ikutan gerogi ya " ujar Arin kepada visya
__ADS_1
" gerogi kenapa mba ?? " tanya visya
" iya senyum nya Koko Tan mana tahan " ujar Arin sambil memegang pipi visya
" manis Yo hehe " ujar visya
Koko Tan pun datang sambil membawa gitar yang tadi di buat properti
" aku coba dulu ya " ujar Koko Tan sambil duduk di sebelah visya dan mulai memetik senar gitar yang dia pangku
jreng.....
" Ohh hush ,my dear it's been a difficult year, and terrors don't prey on innocent victims ...trush me darling....trush me darling ......hemmm" Koko Tan menyayikan sebuah lagu yang berjudul BAD LIAR, Koko Tan pun tersenyum manis
" gimana kira-kira aku bisa gak jadi gitaris kamu " ujar Koko Tan
" yowes iya ko " ujar visya sambil tersenyum maniis
visya dan Koko Tan pun mulai latihan di waktu yang terbatas itu, sesekali Arin memberikan masukan untuk nada yang visya ambil
Jam berjalan dengan cepat, kini adalah giliran peserta nomer 18 dan sebentar lagi visya naik ke atas panggung
" Vis semangat oke " ujar Arin sambil menepuk bahu visya
" kak Arin makasih banyak ya " ujar visya sambil memeluk Arin
Di Depan panggung
" Baik lah, kali ini kita akan menyaksikan salah satu kembang desa kampung jati lutung, ini sungguh membuat saya terkejut, tapi oke saya sangat penasaran, mari kita sambut ini dia Navisya Kayla Akbar ..." teriak Wahyu saat memanggil nama visya
visya pun naik ke atas panggung bersama Koko Tan, para warga pun bersorak dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, karena kecantikan navisya hari itu benar-benar luar biasa
jreng.....
"Oooh... (Kumau dia)
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan kumenjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya
Jadi saksi cintaku padanya
'Tak main-main hatiku
Apapun rintangannya kuingin bersama dia
Kumau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Biarkan kumenjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
__ADS_1
'Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya 'ku ingin bersama dia
Kumau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan kumemaksa oh Tuhan
Tapi kucinta dia (yang kucinta hanya dia)
Kumau dia (yang kumau hanya dia)
Kumau dia
Dan hanyalah dia
Aku mau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan kumemaksa oh Tuhan
Tapi kucinta dia (Kucinta dirinya)
Kumau dia (Kumau dirinya)
Hanyalah dia
Tuhan, Kucinta dia"
visya menyayikan lagu tersebut dengan sangat baik dan juga aluanan gitar Koko Tan membuat suara visya menjadi lebih sempurna
prok....prok....prok....
para warga memberikan tepuk tangan yang sangat meriah
" waww suara emas nya benar-benar sangat memukau, ohh iya saya di sini juga akan menunjukkan bakat saya hehe, tapi di sini saya minta tolong untuk navisya Kayla Akbar, kembali lagi ke panggung untuk duduk bersama saya " ujar Wahyu yang tentu saja membuat para warga bersorak gembira
visya pun kembali ke panggung dan berdiri di samping Wahyu
" sebelum nya, saya sudah meminta izin kepada bapak Sofian Malik Akbar, dan juga Bu Titin Ayunda untuk hal ini, mohon maaf para warga jika saya memanfaatkan hari ini untuk kepentingan saya, tapi saya sudah benar-benar ingin mendapatkan kepastian " ujar Wahyu sambil tersenyum ke arah visya
" jadi Navisya Kayla Akbar, apakah kamu mau menjadi istri ku " ujar Wahyu sambil tersenyum manis kepada visya, kemudian mengeluarkan cincin emas di balik saku celana nya
visya hanya mematung dan diam, dia Bingung dengan perasaan nya, visya memang sangat menyukai Wahyu namun visya selalu menutupi hal itu dari teman dan keluarga nya ,di sisi lain dia kasihan dengan Cristina karena Cristina juga menyukai Wahyu, di sisi lain juga kehadiran Koko Tan membuat Visya menjadi tidak fokus kepada Wahyu
" terima Vis aku dukung kamu " teriak Cristina yang seperti nya tau apa yang di pikir kan Navisya
visya pun menatap Wahyu dengan senyum nya yang mengambang, visya kemudian berfikir kembali, dia tidak boleh mencintai Koko Tan, biar bagaimanapun visya adalah seorang muslim, sedang kan Koko Tan seorang non muslim
__ADS_1
" iya aku mau Wahyu maduswara" ujar visya sambil tersenyum maniis
" makasih visya " ujar Wahyu kemudian memakaikan cincin emas itu di jari manis visya