Koko Tan

Koko Tan
part 18


__ADS_3

" visya mau tanya boleh Bu " ujar visya


" tanya opo" jawab Bu Titin


" ibu kenapa gak buka usaha rias Bu, ibu tuh pinter merias lho " ujar visya yang baru tau jika ibu nya memiliki bakat terpendam


" dulu ibu gak ada modal, dulu kan hidup nya susah, kerasa enak baru ini ndok ,setelah kerja keras bersama bapak, dulu ibu pingen tapi gak ada modal, sekarang udah ada modal ibu jadi mikir dua kali mau buka usaha itu ndok, di sisi lain bapak kamu itu gak mau kalo ibu kerja karena penderitaan ibu dulu waktu awal menikah dengan bapak sudah berat, di sisi lain juga ibu ingin mengurus keluarga kecil kita " ujar Bu Titin Sambil tersenyum maniis


" bapak cinta banget Yo Bu, sama ibu " ujar visya yang terharu dengan sikap bapak nya itu


" Iyo, bapak kamu itu gak mau jika ibu bekerja, bapak mu itu, liat ibu jagain kalian sama di rumah duduk manis aja udah seneng banget" ujar Bu Titin


" kalo visya yang buka usaha tata rias gimana Bu " ujar visya dengan antusias


" boleh itu ndok nanti ibu tanyakan sama bapak kamu " ujar Bu Titin


mereka pun melanjutkan aktivitas mereka di dalam kamar sedangkan Fadel dan Wahyu.....


" ini kurang pas Fadel coba kamu pake baju yang santai aja, kalo pake jas gini kelihatan kamu yang jadi lurah nya " ujar Wahyu sambil memperhatikan ujung rambut sampai ujung kaki Fadel


" hehe Iyo juga ya, kamu aja yang mc hanya menggunakan kemeja biasa " ujar Fadel cengengesan


" buka lemari mu sebelah nya aku mau liat mana yang cocok " ujar Wahyu yang seperti nya mewarisi ilmu ibu nya yang pandai mengatur setelan baju


" yang ini baru pas Del, kamu keliatan ganteng tanpa harus tampil pake jas " ujar Wahyu sambil mengeluarkan baju di salah satu lemari Fadel


" kamu juga ganteng banget yu, pake baju itu, kamu jadi janjian ya sama si Tan" ujar Fadel yang penasaran


" hehe nanti aku pake jaket kok pas MC nya " ujar Wahyu dengan senyum manis nya, Wahyu memang sangat tampan, menggunakan baju apa pun, namun tetap saja visya masih ragu untuk menerima cinta Wahyu yang tulus dan suci itu


tiba-tiba sepasang kaki sedang melangkah menuju kamar Fadel


tak tak tak


suara high heels


" mas Wahyu " panggil visya


Wahyu terkesima melihat penampilan visya yang begitu anggun dan mempesona, di tambah lagi lesung pipi nya membuat Visya sempurna bagaikan bidadari yang nyasar di kampung jati lutung

__ADS_1


" cantik Vis, cantik banget " ujar Wahyu yang belum pernah melihat visya berdandan


" hehe tenang saja nak Wahyu, ibu hanya memberikan polesan dikit di wajah visya, kalo mau yang lebih cantik ya nanti pas menikah " ujar Bu Titin


" tapi ini sudah lebih dari cukup Bu, apalagi visya memang tidak pandai dandan, jadi di beri olesan dikit aja terlihat sangat cantik" ujar Wahyu


" yowes berangkat sana vis, keburu make up nya luntur gara-gara keringat mu yang Segede jagung itu" ujar Fadel yang tau bahwa adik nya gerogi dan malu di hadapan Wahyu


" yowes ayo Vis" ujar Wahyu sambil tersenyum manis


" kita berangkat bareng ya, ibu juga bareng Fadel naik motor" ujar Bu Titin


" ohhh yaudah kalo gitu Bu " ujar Wahyu


" gagal ya mau godain visya di jalan, hehe kalo ada ibu pasti cuma diem aja " bisik Fadel di telinga Wahyu yang membuat Wahyu sedikit malu karena Fadel bisa membaca pikiran nya


" huss sembarangan aja " pekik Wahyu


mereka pun berangkat menuju balai desa, sesampainya di balai desa mereka terpana dengan pesona Wahyu dan Visya, tak ketinggalan Koko Tan yang tadi nya sibuk mengatur mic, kini mata nya tertuju pada visya yang anggun dan cantik


" masyaallah visya ayu benget " ujar Karina yang menyusul visya


" lagi pada make up bareng bu Roni Vis" ujar Karina


" Vis ibu sama mamas duluan ke depan ya " ujar Bu Titin yang menuju tenda yang lengkap dengan kursi dan meja untuk warga duduk


" Vis kamu nanti jangan jauh-jauh dari aku ya, aku ada kejutan nanti buat kamu " ujar Karina


" WOW kejutan apa Rin " tanya visya


" ada deh sekarang temenin aku ke ruang make up yuk, aku belom di make up nih " ujar Karina


Cristina memang sering menyewa bu Roni untuk merias wajah nya di saat ulang tahun desa, namun visya selalu menolak jika di rias wajah nya, alhasil hanya Cristina, dan Karina saja yang di rias, sedang kan sukiah, dia tidak mau menyentuh apa pun make up itu, karena ketomboy an nya yang mendarah daging


" assalamualaikum" ujar visya dan Karina yang baru datang


" waallaikumsalam" jawab sukilah dan Bu Roni bersamaan


" masyaallah, cantik nya vis ,ibu sudah menduga bahwa kamu akan cantik jika di rias oleh ibu mu " ujar Bu Roni sambil tersenyum melihat wajah visya yang sempurna

__ADS_1


" hehe ini juga berkat make up dari sampean Bu " ujar visya malu


Cristina yang mengetahui hal itu cemburu, dia sangat menyukai Wahyu sejak SMA saat dia menjadi murid Wahyu, namun rasa itu selalu saja terhalang tembok yang besar, karena Cristina seorang non muslim, sedang kan Wahyu seorang muslim


" wahhh Vis, pasti mas Wahyu seneng banget liat wajah kamu yang luwes ini " puji Cristina


visya kaget dengan perkataan Cristina, pikiran nya berkecamuk, apakah Cristina sudah mengiklaskan Wahyu


" makasih ya Cristina, kmu juga cantik banget kok " ujar visya


" yowes ,sini ndok Karina giliran kamu sekarang" ujar Bu Titin


" njeh bu" jawab Karina singkat


Cristina sangat cantik menggunakan kebaya berwarna merah marun yang membuat dia terlihat menggoda, sedangkan sukilah menggunakan kebaya berwarna hijau muda karena dia salah satu penggemar keropi, Karina sendiri memilih kebaya berwarna biru langit yang tampak cerah di kulit Karina


setelah berdandan mereka pun menuju tempat duduk yang di persilahkan, sukilah yang tadi nya tidak mau di make up, akhirnya berhasil di make up natural oleh Bu Roni dengan berbagai paksakan teman-teman nya


saat hendak menuju tempat duduk nya Koko Tan menarik tangan visya dan membawa visya ke belakang panggung yang sepi orang


" ada apa ?" tanya visya yang takut karena tiba-tiba dia teringat kata mba Kun untuk berhati-hati dengan Koko Tan


" kamu cantik banget" ujar Koko Tan tanpa memalingkan wajahnya


visya menjadi gugup di depan Koko Tan, rasa gugup visya lebih dahsyat dari pada dia berhadapan dengan Wahyu


" emmm ini berkat ibu, aku permisi ya ko, gak enak kalo ada yang lihat " ujar visya kemudian meninggalkan Koko Tan


" kok aku jadi kaya gini ya, tiba-tiba bawa dia kesini " ujar Koko Tan sambil memukul pelan kepala nya


" Assalamualaikum para warga " sapa pak Wahyu yang tentu saja di iringi jawaban dari penduduk, banyak gadis kampung yang berteriak kagum dengan ketampanan Wahyu


pak Wahyu pun mulai membacakan tata acara yang akan mereka saksikan , kini di belakang panggung Koko Tan sibuk mengurus gadis desa yang bertugas menjadi penari di awal acara


" kita telah mendengar penyambutan dari pak lurah Roni, dimana beliau sangat senang dengan acara ulang tahun desa hari ini, beliau kagum dengan warga dan tamu undangan yang antusias untuk acara ini, oke ... sekarang tiba saat nya kita menyaksikan tari remong dari pemudi kampung jati lutung " ujar Wahyu yang kemudian para warga bersorak


ini pak Wahyu lagi di belakang panggung, Hadehh rasa ingin memiliki ku jadi kambuh kalo liat yang beginian 😂


__ADS_1


__ADS_2