Koko Tan

Koko Tan
part 4


__ADS_3

pak Sofian sudah sampai di puskesmas, dan menghampiri Fadel, Karna Fadel kerja di puskesmas sebagai supir ambulans


" le...tole. ...nih seragam nya udah sekalian sama handuk dan peralatan mandi mu" ujar pak Sofian sambil memberikan bungkusan di plastik


" matur nuwun njeh pak, kok bukan visya yang anterin pak, jadi gak enak kalo kaya gini hehe " ujar Fadel cengengesan


" Adekmu lagi jagain barang-barang orang yang kecelakaan di bawah pohon beringin itu, banyak sekali barang-barang nya jadi harus nunggu bapak untuk bawa barang nya " ujar pak sofian


" owalahhh Iyo sih pak kelihatan dari wajah nya kalo orang itu banyak uang" ujar Fadel


" bapak mau lihat orang nya boleh gak, penasaran tenan bapak le " ujar pak Sofian


"boleh kok ayo Fadel anterin " ujar Fadel sambil mengantarkan pak Sofian ke ruangan pasien


setelah sampai ruangan pasien


" Masya Allah ganteng tenan Yo le.... mirip popa popa di tv itu " ujar pak Sofian


" popa sopo to pak " tanya Fadel bingung


" itu lho mas-mas yang main drama di tv, kalo anak gadis kampung kita panggil nya popa " ujar pak sofian


" gak paham lah Fadel pak , OPO popa kui " ujar Fadel yang kesal dengan sikap bapak nya


" lho harus nya kamu tau orang Adekmu juga sering liat di tv, pemain nya kaya gini semua " ujar pak Sofian


Fadel pun mencerna kembali omongan bapak nya, setau Fadel visya itu suka sekali menonton drama Korea, kemudian Fadel melihat ke arah orang yang kecelakaan itu, Fadel kembali berfikir ....


" popa...." ujar Fadel lirih sambil berfikir


" ohhhh , aku Reti pak....bukan popa pak...tapi oppa " ujar Fadel antusias karena menemukan jawaban yang dari tadi mengganggu pikiran nya

__ADS_1


" ya kui le..., popa " ujar pak Sofian


" oppa pak, itu panggil buat mas-mas di Korea" ujar Fadel


" Yo kui lah pokok e, bapak mau langsung aja lah ya le, mau susul si visya dulu, assalamualaikum " ujar pak Sofian kemudian pergi meninggalkan fadel


" kalo ini mah bukan oppa Korea, seperti orang Jepang kalo gak cina ....tapi masih ada Indonesia nya sih " ujar Fadel sambil memperhatikan wajah orang tersebut lebih dekat


" hayo mau mesum sama dia ya " ujar Arin yang tiba-tiba mengejutkan fadel


" Astagfirullah..., Arin Yo gak to ,ini lho aku lagi liat mas ini, wajah nya sebenarnya orang korea, Jepang, apa cina to " ujar Fadel yang masih memperhatikan orang tersebut


" ya ampun ganteng banget ya mas " ujar Arin yang terpesona dengan ketampanan orang tersebut


" kamu nih di tanyain orang tua, malah bilang nya lain lho " ujar Fadel yang kesal


" seperti orang Korea, tapi ada Jepang nya, tapi kalo liat dari mata dan hidung nya kaya cina " ujar Arin yang memperhatikan orang tersebut


" gak tau mas, tapi yang jelas dia nanti akan jadi orang tua dari anak-anak ku hahaha " ujar Arin sambil tertawa terbahak-bahak


" GeEr benget kuwe Rin" ujar Fadel yang sebenarnya ingin ikut tertawa tapi mencoba menahan


" sek....sekkk...ini bau asem banget siapa to yang belom mandi perasaan cuma kita bertiga di sini" ujar Arin yang melihat sekeliling nya kemudian matanya tertuju pada bungkusan yang di pegang Fadel


" buset mas Fadel, mandi sana lho baunya kotak- kotak sampe kesini " ujar Arin yang baru menyadari bahwa Fadel belum mandi


" kalo bukan karena orang ini aku udah mandi dari tadi Rin" ujar Fadel kemudian pergi meninggalkan Arin


" haha nesu..... nesu...." ejek Arin kemudian ikut keluar


*****

__ADS_1


" bapak bawa 4, visya bawa 3 ya, Kunti tungguin di sini biar aku minta bantuan warga soalnya dari tadi gak ada warga yang lewat di persimpangan ini" ujar visya sambil memegang koper nya


" Iyo jelas yang lewat jalan sini hanya warga yang ingin pergi ke luar kota saja " ujar pak Sofian sambil membawa koper mereka


mereka pun akhirnya membawa sebagian koper yang ada di dalam mobil tersebut


" Vis tadi kamu itung ada berapa koper" tanya pak sofian


" ada 24 koper pak " jawab visya sedikit lirih karena keberatan membawa 3 koper


" banyak Yo ndok" ujar pak Sofian yang seperti nya terlihat biasa saja membawa 4 koper


mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah, tiba-tiba mereka bertemu pak Tejo


" pak Tejo....pak Tejo....." panggil pak Sofian


" walahh habis dapet undian dari mana bawa koper sebanyak ini " tanya pak Tejo


" pak sesuai sama yang saya laporkan dengan visya tadi pagi, bahwa ada orang kecelakaan di bawah pohon beringin, di jalan persimpangan arah menuju kota, saya mohon bantuan ya pak untuk membawa beberapa koper yang ketinggalan di dalam mobil itu, semua koper itu punya orang yang kecelakaan itu pak, kita harus bantu dia pak " ujar pak Sofian


" owalahhh iya sudah kalo begitu, kalian terus saja biar saya dan warga yang bawa sisa nya, terima kasih pak Sofian atas jiwa kemanusiaan nya" ujar pak Tejo


" njeh pak " ujar pak Sofian singkat kemudian meninggalkan pak Tejo


visya hanya cekikikan di jalan melihat bapak nya yang cemberut


" kamu kenapa cekikikan begitu ndok? " tanya pak Sofian


" habis nya pak Tejo nih lucu pak, mungkin di kira nya bapak gak punya jiwa kemanusiaan Yo pak, sampai dia bilang terimakasih karena bapak punya jiwa kemanusiaan" ujar visya sambil terus cekikikan


" seneng tenan bapak nya di ledekin kaya gitu" ujar pak Sofian yang kesal

__ADS_1


" ora to pak, wes Iki visya gak guyu meneh " ujar visya yang mencoba menahan ketawa nya


__ADS_2