
" udah lah Bu , kalo jodoh gak akan kemana, visya pasti akan kuliah, visya akan bikin ibu bangga, untuk masalah mas Wahyu biar Tuhan aja Bu, secinta apapun visya dengan mas Wahyu, jika Tuhan tidak mengijinkan ya tetap aja bablas Bu " ujar visya sambil tersenyum maniis Kepada Bu Titin
" ibu yakin kalian pasti berjodoh, wajah kalian itu lho beneran mirip ndok hehe" ujar Bu Titin
Tok... tok...tok. ..
suara ketukan pintu di luar sana
" Bu udah selesai belom kerokan nya ,ada tamu itu bu" ujar visya
" biar di bukain sama Fadel aja ndok, nanggung banget Iki ndok, merah lagi di kerokin nya " ujar Bu Titin yang gregetan dengan hasil kerokan nya di punggung mulus visya
" Iyo Bu, tapi pelan-pelan, iki sakit banget lho Bu " ujar visya
" hehe Iyo Vis tahan lho bentar lagi kok" ujar Bu Titin
ceklekkkkk
Fadel membuka pintu kamar visya
" aaaaaa aaaaaa, mas Fadel keluar " teriak visya yang terkejut karena Fadel masuk tanpa ketuk pintu, dan dengan keadaan visya yang sedang telanjang dada
" buset lagi kerokan to, sorry Vis Mama's gak tau " ujar Fadel enteng ketika dia sudah menutup kembali pintu nya
" enek OPO to le? " tanya Bu Titin
__ADS_1
" ohhh Iyo Bu enek calon besan Dateng, cariin ibu tadi " ujar Fadel yang di luar pintu kamar visya sambil senderan santui di pintu
" sopo to le " ujar Bu Titin yang masih belum mengerti
" Bu Roni Bu, sopo meneh to calon besan Ki " ujar Fadel yang sedikit meninggikan suara nya agar Bu Roni juga bisa mendengar suara Fadel
" yowes Iki wes selesai kerokan nya " ujar Bu Titin kemudian membuka pintu kamar visya dan ....
bryukkkk
" aduhhh sakit Bu " pekik Fadel yang terjatuh karena Bu Titin membuka pintu nya secara tiba-tiba
" sopo suruh senderan di depan pintu, jatuh enak kan rasanya " ujar Bu Titin kemudian meninggalkan Fadel di depan pintu
" piye mas rasane , nano nano yo hahha" ujar visya yang kini sudah memakai kembali baju nya sambil tertawa terbahak-bahak
" lebay sih mas, aku mau bobok istirahat, mas keluar dulu " ujar visya sambil berjalan menghampiri pintu kamar nya
Fadel pun berdiri dan melemparkan boneka keropi di samping pintu kamar visya
" wetttt, gak kena haha " ujar visya
" awas aku mau bobok " ujar visya sambil membalikkan badan Fadel ke arah tembok depan kamar visya kemudian visya mendorong Fadel dan...
dukkk
__ADS_1
Fadel tersakiti untuk yang kedua kali nya
" sorry aku mau bobok dada ...." ujar visya kemudian menutup pintu kamar nya, dan cekikikan di dalam kamar
" ya ampun nasip ku malem ini apes banget, badan ku rasanya kaya habis belah duren di malem pertama, remuk redam " ujar Fadel lirih kemudian menuju kamar nya
****
Setelah berkeliling kampung, pak Wahyu dan Koko Tan pun menghadiri rapat, di sana ada neng Mirna yang sedang duduk di samping pak Roni , neng mirna dan pak Wahyu memang kerap sekali ikut rapat di kampung, karena mereka memliki wawasan luas dan ide-ide yang kreatif dan baru
" mir, kenalin Koko Tan nama nya " ujar pak Wahyu memperkenalkan Koko Tan
" hallo Koko Tan aku Mirna " ujar Mirna sambil melambaikan tangan nya untuk berkenalan
" aku Tan " ujar Koko Tan sambil membalas lambaian tangan Mirna
" silahkan bergabung Koko Tan, wahh ternyata kita punya warga baru ya " ujar pak Roni yang senang sekali dengan kehadiran Koko Tan
" iya Terimakasih pak " ujar Koko Tan
" pasti anda memiliki banyak sekali ide cemerlang, kelihatan dari wajah anda yang bersinar, jangan lupa untuk berpendapat ya Koko " ujar pak Roni penuh wibawa kepada Koko Tan
" iya pak " ujar Koko Tan singkat sambil tersenyum maniis
" silahkan duduk Koko, emang nya gak capek berdiri terus " cletuk pak Wahyu yang membuat Koko Tan tersadar bahwa di belakang nya ada kursi yang telah tersedia
__ADS_1
" ohhh iya aku hampir lupa untuk duduk " ujar Koko Tan yang kemudian mengundang tawa pak Wahyu