Koko Tan

Koko Tan
part 25


__ADS_3

Wahyu dan Bu Titin pun segera pulang menuju rumah, sedangkan visya mencoba merapihkan keras dan uang yang berterbangan di mana-mana


" uang sebanyak ini dapet dari mana Yo Koko Tan " ujar visya lirih


tiba-tiba mba Kun datang


" Assalamualaikum ukhti " Teriak mba Kun lewat jendela kamar


" Astagfirullah, waallaikumsalam Kun " pekik visya yang kaget


" jangan kaget gitu dong " ujar mba Kun cengengesan


" kamu nih kebiasaan banget sih, kalo Dateng ngagetin " ujar visya sambil monyong


" Vis kamu sekarang percaya to sama aku kalo Koko Tan itu bukan orang baik " ujar mba Kun yang membuat Visya sedih


" Iyo Kun kamu memang benar " ujar visya sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh


" itu kok ada lukisan yang mirip sama kamu vis " tanya mba Kun ketika dia melihat gambaran yang di buat Koko Tan saat dia di puskesmas


" iya itu lukisan Koko Tan, pas dia di rawat di rumah sakit " ujar visya


" dia ngelukis kamu Vis, waahhh keren ya bisa mirip gini " ujar mba Kun sambil tersenyum melihat lukisan itu


visya pun mulai mengingat momen di mana dia di peluk oleh Koko Tan dan juga momen dia menyuapi Koko Tan


" udah Kun gak usah ngomongin dia aku males banget " ujar visya yang benar-benar kecewa dengan Koko Tan


****

__ADS_1


Wahyu dan bu Titin sudah sampai di rumah, di sana ada pak Sofian yang baru saja pulang dari kebun


" habis dari mana nak waktu " tanya pak Sofian


" habis dari rumah kulon pak " ujar wahyu kemudian bersalaman dengan pak Sofian


" nak wahyu Terimakasih banyak ya " ujar Bu Titin yang terlihat lemas


" njeh Bu sami-sami " ujar wahyu


" ibu kok lemes gitu kenapa to Bu " ujar pak Sofian sambil memegang bahu Bu Titin


" ibu gapopo pak" ujar Bu Titin


" yowes kalo begitu Wahyu jemput visya dulu Yo Bu, seperti nya mau hujan ini " ujar Wahyu


" le nak Wahyu" ujar pak Sofian


" enjeh pak " ujar Wahyu


" anak ku visya belom kamu apa-apain kan " tanya pak Sofian sambil tersenyum jail


" durung pak, lagian kan belom nikah " ujar Wahyu malu-malu kucing disaat dia teringat dengan kejadian di pagi hari saat dia mencium visya


" Bagus, kalo sekedar pegang tangan udah to pastinya, .. ciuman sudah ? " tanya pak Sofian jail yang membuat Wahyu salah tingkah


" emm sudah pak " ujar Wahyu sambil menunduk


" hahaha wes gak usah takut, bapak juga dulu begitu sama ibu nya visya , tapi jangan keseringan juga kalo cium anak bapak ya, lebih baik segera menikah " ujar pak Sofian

__ADS_1


" enjeh pak " ujar Wahyu sambil tersenyum tipis


glegerrrrr ......


suara gemuruh petir di awan


" pak kalo begitu saya jemput visya dulu ya, kasihan kalo visya sendiri di sana " ujar Wahyu panik


" yowes Iyo nak Wahyu, ehhh tapi ingat Yo jangan macem-macem " ujar pak Sofian


" enjeh pak , ora macem-macem kok " ujar Wahyu kemudian bersalaman dengan pak Sofian dan menjemput visya


7 menit kemudian wahyu sampai ....


"Assalamualaikum " salam wahyu saat masuk ke dalam rumah


" waallaikumsalam, kok di jemput to mas, kan ada motor ibu di luar visya bisa pulang sendiri kok " ujar visya sambil tersenyum manis


" gak lah vis, ini mau hujan jugaan kamu sendiri di sini, di sini juga tetangga jauh takut kamu kenapa-kenapa, rumah ini kan terlalu masuk ke dalam " ujar Wahyu sambil memasang wajah khawatir nya


" hehe gimana gak masuk ke dalem, orang rumah ini kan Deket sama kebuh bapak biar kang Imin lebih Deket berangkat kerja nya " ujar visya sambil tersenyum


" ya udah ayo pulang mau hujan vis" ujar Wahyu sambil mengandeng tangan visya


belom sempat mereka melangkah, hujan terlebih dahulu menguyur kampung jati lutung


" kan hujan " ujar Wahyu kemudian duduk di tepi ranjang


" hehe Iyo mas " ujar visya cengengesan

__ADS_1


__ADS_2