
" mas Wahyu " panggil visya sambil menghampiri wahyu
" iya vis" ujar Wahyu sambil tersenyum
" ayo kita pulang aku capek banget" ujar visya sambil malu
" yowes ayo pulang" ujar Wahyu kemudian mengajak visya menuju motor nya
****
Sudah seminggu visya dan pak Wahyu menjadi sepasang kekasih, visya bahagia karena bisa mendapatkan Wahyu tanpa harus menyakiti hati Cristina,namun ada yang berbeda dari Koko Tan, semenjak visya dan Wahyu bertunangan, dia langsung saja merapihkan barang-barang nya dan menempati rumah pak Sofian yang di huni oleh Imin dan Joko, dia juga selama seminggu tidak pernah menunjukkan batang hidungnya kepada visya, terlebih saat ini Koko Tan sedang merintis usaha pupuk organik dan bibit sayuran, dia juga menjual bermacam-macam jenis bunga dan alat-alat perkebunan lainya, seperti cangkul, sabit, golok, tak lupa juga Koko Tan menjual bermacam jenis pot mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar, dan masih banyak lagi
visya pun yang merasa aneh dengan Koko Tan mencoba menghampiri toko Koko Tan sambil membawa serantang makanan
" Assalamualaikum Koko Tan " salam visya sambil tersenyum maniis
Koko Tan yang sedang menyirami bunga di depan toko nya pun terkejut dengan kehadiran visya
" ehh visya ..." ujar Koko Tan gugup
" ini visya bawain makanan Koko " ujar Visya
" yaudah ayo masuk ke dalam toko " ujar Koko Tan sambil masuk ke dalam toko nya
visya pun mengikuti Koko Tan dari belakang, saat masuk ke dalam toko mata visya terpana dengan susunan bunga dan juga pot yang cantik, semua tertata dengan rapi, apalagi Koko Tan mencat tembok tersebut dengan warna hijau muda yang menambah kecantikan toko itu
" Koko sendirian di sini " tanya visya
" iya sendiri, rencana nya Karina akan ikut kerja dengan ku " jawab Koko Tan santai
" ohhh Alhamdulillah kalo gitu, jadi Karina sekarang bisa kerja " ujar visya dengan antusias
" ohh iya letakan di sini rantang nya " ujar Koko Tan
__ADS_1
visya pun meletakkan rantang itu di atas meja
" aku masak pindang ko " ujar visya sambil tersenyum
kemudian visya pun melepaskan satu persatu rantang yang menumpuk itu
Koko Tan yang duduk di depan visya hanya mematung melihat visya yang makin cantik, terlebih lagi kini visya sudah mau menggunakan sedikit lipstik di bibir nya
" aku bawa banyak nasi sama sayur nya ko, aku pikir aku bisa makan bareng di sini, tapi aku baru ingat kalo di sini gak ada piring hehehe" ujar visya
" yasudah kita makan nya pake daun pisang aja " ujar Koko Tan santai
" tapi kan ini ikan pindang ada kuah nya " ujar visya kebingungan
" yasudah kita makan nya satu rantang, gapapa kan " ujar Koko Tan sambil tersenyum maniis
melihat pindang yang ada di rantang, Koko Tan jadi teringat waktu di mana visya datang dan menyuapi Koko Tan dengan lembut
" Aww!!!, " pekik visya
" kenapa Vis ??" tanya Koko Tan
" hehe gapapa kok cuma kena duri aja tangan nya " ujar visya sambil nyengir
" yaudah aku bersihin dulu duri di ikan nya " ujar Koko Tan
visya hanya bisa menatap Koko Tan, dia tau sosok Koko Tan akan pergi meninggalkan visya jauh setelah dia mengingat kembali siapa dia sebenarnya
tiba-tiba
" Tolong ..... tolong...." para warga berlarian
visya dan Koko Tan pun keluar
__ADS_1
" ada apa Bu " tanya visya
" itu di luar ada orang yang ingin menghancurkan kampung kita " ujar ibu-ibu
" kenapa " tanya visya lagi
" saya gak tau ndok, saya mau pulang dulu " ujar ibu itu
dari kejauhan tampak pak Roni, Bu Roni, di siksa di tengah jalanan
" astagfirullah " ujar visya kemudian berlari menghampiri mereka
Koko Tan yang sadar bahwa visya telah pergi, juga ikut menyusul visya ketempat itu
" katakan di mana kamu menyembunyikan anak muda itu, aku sudah tau dia ada di sini, katakan kalian jangan pernah mencoba menyembunyikan dia " teriak seorang laki-laki
" saya sama sekali tidak tau siapa yang anda maksud" jawab pak Roni
" pak Roni Bu Roni" teriak visya
" ndok " ujar Bu Roni
" ohhh jadi ini anak kalian " ujar lelaki itu sambil menarik visya dan mengarahkan pistol ke arah kepala visya
" saya yang anda cari pak, lepaskan mereka " ujar Koko Tan lantang tanpa takut sama sekali
" huahaha akhirnya aku menemukan mu, kemarilah Chen,...kau tidak akan pernah bisa lari dari pengawasan ku " ujar laki-laki itu
laki-laki itu pun melepaskan visya, dan kini dia membrogol tangan Koko Tan
" ayo kita pulang, jangan berpura-pura amnesia, kau bisa membahayakan mereka Chen " ujar laki-laki itu kemudian meninggalkan pak Roni , Bu roni dan juga visya
" Koko Tan ... " teriak visya
__ADS_1
Koko Tan hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangan nya