KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Mencoba Kuat


__ADS_3

"Sha,, kalau butuh apa apa kakak ada di rumah ya, jangan sungkan. Ingat kamu ga sendirian sayang, banyak orang yang masih sayang dan perduli sama kamu, salah satunya kakak. Kakak mau bersih bersih dulu dan masak, nanti kalau sudah Mateng kakak anterin, kamu juga bersih bersih dan istirahat, jangan banyak pikiran nanti sakit, ok" nasehat panjangnya


"iya kak, terimakasih banyak ya, maaf aku selalu ngerepotin kakak terus. Terima kasih juga ke mas Arif ya kak udah mau bantuin dan nemenin hari ini, aku terbantu banget dan gak ngerasa sendirian lagi berkat adanya kalian" balasku


"Apa sih sha, kamu gak ngerepotin kok, aku kan sudah sering bilang ke kamu kalau aku selalu ada untukmu, kamu udah aku anggap kayak adikku sendiri, makanya kamu jangan sungkan sungkan sama aku, udah sana sekarang kamu mandi dan istirahat, inget kamu harus kuat ya sayang, Dede udah tenang disana"


"iya kak, aku masuk ya"


"iya sayang,, inget kalau ada apa apa jangan sungkan ya untuk kasih tau ke kakak" ingatkannya lagi


Aku tak menjawab hanya tersenyum untuk membalasnya. Ketika ku buka pintu, keadaan dalam rumah masih sama dari tadi pagi yang aku tinggalkan, ku masuk kedalam kamar, kulihat tempat tidur yang tadi masih dipakai kami untuk tidur, selimut bekasnya pun masih teronggok berserak di atas kasur karena tadi tidak sempat aku rapihkan. Ku ambil selimut yang masih tersimpan wangi minyak telon wangi khas tubuhnya yang membuatku candu untuk selalu mencium aromanya. "Ade,,," air mataku kembali menetes mengingat kebersamaan kami yang singkat, Kupandangi seisi kamar ini, box yang berisi baju bajunya, sepatu dan peralatan mandinya pun masih tersimpan rapi di kamar ini, rasanya aku masih tak percaya dengan semua yang telah terjadi hari ini, semua begitu cepat. masih teringat jelas semalam ia masih bersamaku, ku peluk erat tubuhnya dan tak lepas dari gendonganku, bahkan suara tangisannya pun masih terasa sampai saat ini. Rumah ini, adalah tempat yang banyak menyimpan kenangan indahku bersamanya. Memandikannya, memakaikan baju, bermain bersamanya dan menyusuinya sambil menciumi dan mengelus pipinya yang gembil adalah momen momen terindah yang selalu aku lakukan bersamanya. Nayaku adalah penyemangatku ketika aku merasa terpuruk akan peliknya rumah tanggaku bersama suamiku, dia adalah kekuatanku untuk selalu berusaha bersabar untuk menerima takdir. Tapi kini ia telah pergi, pergi untuk selamanya.


Aku tak boleh terus seperti ini, aku harus kuat dan ikhlas menerima ini semua. segera ku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang kotor dan setelahnya aku berwudhu dan melaksanakan sholat shunah wudhu. Aku pernah mendengar dari ceramah di masjid bahwa sholat dapat menenangkan hati dan ini yang ku lakukan sekarang. Aku harus lebih mendekatkan diri kepadanya kepada penciptaku Allah subhanahuwataala. Aku yakin bahwa Allah tidak akan memberikan ujian dan cobaan melainkan aku mampu menjalaninya, ku khusyuk dalam sholat, ku panjatkan doa untuk almarhumah anakku, ku minta kekuatan, kesabaran dan ketabahan untuk dapat menjalani semua ini. Aku berserah hanya kepadanya dan memohon jalan keluar terbaik dari semua masalah yang sedang aku jalani.

__ADS_1


Suara ketukan pintu menghentikan doa yang sedang aku panjatkan, ternyata kak Mirna yang datang membawakan aku makanan.


"sha,, ini makan malam untukmu, di makan ya"


"iya kak, terimakasih banyak"


"kamu habis menangis lagi?,, jangan nangis terus sha kasihan Dede kalau kamu tangisi terus"nasihatnya


"iya kak, Insyaa Allah ini yang terakhir. Terbawa suasana list barang barang Ade"


"ga usah kak, nanti aku aja yang ke pak rtnya, dan sepertinya ga usah ada tahlil aku doain Dede sendiri aja. Lagi pula aku masih nunggu mas Arya juga kan" jawabku


"ya udah kalau begitu, kalau kamu mau ke pak RT bilang ke aku ya, nanti aku anterin supaya kamu gak sendirian kesananya"

__ADS_1


"iya kak, Insyaa Allah ba'da insya aku ke pak rtnya"


"oh ya udah, nanti tinggal panggil aku aja ya. Suamimu belum pulang juga?"


"belum kak, mudah mudahan malam ini dia pulang ya, smoga mas Sugeng sudah memberitahukan kabar duka ini kepadanya"


"iya, semoga saja. ya sudah kamu makan dulu sana, nanti ba'da isya aku antar ke rumah pak RT ya"


"iya kak, Skali lagi terimakasih kak"


" iya sha,, sama sama. udah ya kakak pulang dulu udah mau magrib soalnya, assalamualaikum" pamitnya


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh"

__ADS_1


Setelah kepergian kak Mirna, aku merasa sunyi kembali, teringat kembali serpihan kenangan ku bersama almarhumah nayaku. Rasa sunyi sepi ini, menambah rasa sedih dan rindu yang teramat dalam. "sayang,,,apa umi bisa terus hidup seperti ini? umi kangen Ade,," ucapku sambil menangis pilu menahan rasa sesak yang tak tertahankan ini "yaa Allah,, kuatkan lah imanku"


__ADS_2