KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Adam Reases Alexsander Prov "Terpesona"


__ADS_3

Hari sudah menjelang petang ketika aku dan asisten pribadiku Frans berusaha mengejar waktu yang mepet untuk menghadiri meeting bersama para direktur utama dari setiap anak cabang perusahaan di sebuah restoran mewah yang sudah kami booking sebelumnya. Laju kendaraan yang di kami kendarai memang sedikit ngebut karena waktu yang memang tersisa sedikit. Supir pribadiku membuat kesalahan, ia menabrak seorang gadis yang hendak menyebrang jalan. Bukan mutlak kesalahannya karena memang aku yang memintanya untuk mempercepat laju kendaraan. Kami segera membawanya ke rumah sakit terdekat, karena luka yang di derita gadis itu sepertinya cukup serius dan terlebih ia tidak sadarkan diri. Setelah sampai di rumah sakit, gadis itu segera di bawa ke ruang UGD dan di tangani oleh para dokter dan perawat yang sedang berjaga. Frans segera menghubungi para direksi dan meminta maaf bahwa kami sepertinya akan datang terlambat karena insiden ini. Frans juga mengurus semua administrasi dan menelepon koleganya untuk mengurus kejadian kecelakaan tadi sehingga sopir pribadi kami tidak mendapat masalah karenanya. Begitulah Frans ia selalu bertindak cepat dan dapat di andalkan. Setelah gadis itu selesai masa kritisnya, ia di pindahkan ke ruang rawat inap. Aku meminta dia di rawat di ruangan yang terbaik dengan semua fasilitasnya, karena ini bentuk tanggung jawab kami kepadanya atas kejadian yang tak mengenakkan ini. Kami menunggu cukup lama sampai gadis itu sadarkan diri. Aku terdiam memperhatikannya, ia menangis, ya menangis dalam tidurnya. Entah apa yang sedang ia impikan tapi air matanya yang terus menetes menandakan betapa sedihnya mimpi yang sedang ia alami dan membuatku juga dapat merasakan kesedihan dan kepedihannya, ia Gadis itu adalah gadis yang kuat. Meskipun matanya terpejam tapi bisa kurasakan betapa berat beban hidup yang ia jalani. Gurat gurat kesedihan yang tertutup dengan paras cantiknya seakan membuatku terenyuh ingin selalu berada di sampingnya, memeluknya, memberinya kekuatan. Aku terpana pada pandangan pertama. Setelah ia sadar aku segera menjauh, aku berusaha menepis rasa "itu" rasa yang tak mungkin hadir begitu cepatnya. Frans mewakiliku meminta maaf atas kejadian yang telah menimpanya dan respon gadis itu justru di luar ekspektasiku, ia tidak marah dan tidak menunjukkan sedikit pun rasa benci pada kami atas apa yang telah terjadi padanya, ia malah berterima kasih kepada kami karena telah membawanya ke rumah sakit dan berjanji untuk mengganti semua biaya yang kami keluarkan setelah ia pilih dengan cara mencicilnya,, so amazing, fikirku


Disaat orang lain mungkin akan menuntut atau malah akan mengambil keuntungan dengan kejadian ini, tapi ia malah sebaliknya. Aku makin terpesona padanya.


Setelah berpamitan kami segera melanjutkan rencana awal kami yaitu meeting bersama dewan direksi

__ADS_1


"Frans tolong kau cari tau biodata gadis tadi, aku penasaran seperti apa sebenarnya dia. Apa benar ia sepolos itu atau tadi hanya aktingnya saja untuk menarik simpati kita" ucapku ketika kami berada dalam mobil menuju restoran tempat meeting berlangsung


"baik tuan, apa tuan mulai tertarik padanya. Saya rasa beliau memang gadis yang baik, saya dapat merasakannya selain parasnya yang cantik saya rasa" ucapnya menilai perhatianku yang sedikit berbeda pada gadis itu. Frans pasti tau, ada rasa yang khusus pada gadis itu. Ia adalah orang yang sangat peka dan pastinya sudah tau luar dan dalam kepribadianku karena kami sudah lama saling mengenal


"baik tuan, besok saya usahakan susah dapat biodata lengkapnya, saya harap tuan bisa berjodoh dengannya, ia gadis yang baik dan tulus" ucapnya lagi

__ADS_1


"Hemm, berusahalah dan tolong pantau terus ia selama di rawat di sana, aku ingin ia mendapatkan perawatan yang terbaik" ucapku tegas


"baik tuan, akan saya laksanakan"


Setelahnya kami kembali fokus dengan pekerjaan dan pemikiran kami masing masing. Aku tak sabar ingin segera mengenalnya, mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Aku terpesona padanya, terpesona pada pandangan pertama "gadisku"

__ADS_1


__ADS_2