KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Hancur Duniaku 2


__ADS_3

"Neng mau turun dimana" ucap pak supir membuyarkan lamunanku


"Di rumah sakit terdekat dari sini pak. Kira kira rumah sakit apa ya pak yang paling dekat jaraknya?" tanyaku, karena jujur meskipun aku sudah setahun tinggal di kota ini tapi aku tidak tau jalan dan tempat tempat yang ada di sekitar sini.


"oh kalau rumah sakit yang paling Deket dari sini paling rumah sakit kasih ibu neng,si Din anterin kesana?" tanyanya lagi


"iya pak, tolong agak cepat ya pak bawa mobilnya, anak saya sedang sakit perlu tindakan secepatnya" pintaku


"Insyaa Allah neng, neng jangan putus berdoa ya, Insyaa Allah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk umatnya yang senantiasa berdoa dan meminta hanya kepadanya" nasihat pak supir tulus kepadaku


"iya pak, Insyaa Allah. Terimakasih banyak ya pak nasihatnya" jawabku

__ADS_1


Kami kembali terdiam dalam pemikiran kami masing, aku melihat putriku masih damai dalam tidurnya. Matanya yang selalu memancarkan kebahagiaan kini hanya diam terpejam seolah ia sangat damai dalam tidur panjangnya.


"De,,, bangun dong sayang. umi kangen,, biasanya kita jam segini lagi seneng seneng mandi sambil main air, Dede gak mau main air sama umi..sehabis mandi Dede bisa puas ***** de, Dede kan paling suka ***** sambil di elus elus pipinya" 'ucapku sambil terus menciuminya, tak terasa air mataku menetes terus menetes membasahi pipiku.


"neng sudah sampai" ucap pak sopir mengagetkanku


"oh iya pak, alhamdulilah" segera aku turun dan ku ambil uang dari dalam kantongku untuk membayar ongkos


"ga usah neng, untuk tambah tambah biaya ke dokter aja uangnya, Insyaa Allah bapak ikhlas, semoga si desanya lekas sembuh ya" ucapnya ramah


segera ku berlari masuk kedalam, ruang IGD lah tujuan utamaku. Setelah sampai aku langsung masuk dan meminta tolong dan menjelaskan apa yang terjadi pada putri semata wayangku pada perawat yang sedang berjaga, Alhamdulilah pihak rumah sakit ini sangat sigap dalam menangani pasien yang datang meminta pertolongan. Setelah kubaringkan anakku di brangkar yang ada di dalam ruangan, anakku segera di periksa oleh dokter jaga yang sedang bertugas.

__ADS_1


"permisi Bu, ibu di minta untuk ke bagian pendaftaran dulu ya. Insyaa Allah anaknya sedang di tangani dokter, mari Bu saya antar" ucap salah satu perawat. Tanpa menjawab aku mengikuti arahannya. Di ruang pendaftaran aku di beri formulir untuk data pasien. Setelah mengisi formulir dan membayar biaya pendaftaran aku kembali keruangan IGD, ketika aku di depan pintu dokter yang tadi menangani anakku dan seorang perawat mendatangi ku


"maaf bu, putri anda sudah meninggal ketika sampai disini, kami tidak bisa berbuat apa apa untuknya. Waktu kematiannya mungkin sudah beberapa jam sebelum ibu membawanya kesini, saya mewakili pihak rumah sakit minta maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa menyelamatkan putri ibu, ibu yang sabar ya"


tanpa berkata apapun aku menghampiri anakku yang sekarang sudah menjadi jasad, seluruh tubuh kecilnya di tutupi kain selimut, perlahan kubuka kain yang menutupi wajahnya, ku lihat dan perhatikan dengan seksama betapa cantiknya putri kecilku ini, meskipun wajahnya putih pucat dengan bibir yang sudah membiru tapi ia tetep cantik. Ku cium kedua matanya, hidungnya, dahinya, pipinya..


"de,,Ade bangun sayang, kita pulang yuk, Dede mandi sambil main air bareng bareng umi"


"de,, Ayuk atuh bangun,, jangan gini de, jangan tinggalin umi sayang, nanti siapa yang nemanin umi di rumah de,,"


sambil menangis dan memeluk tubuhnya yang sudah mulai dingin dan kaku aku terus mengucapkan kata kata itu, dokter dan perawat yang sedang berjagapun membiarkanku melakukannya, mereka hanya diam melihatnya. Setelah beberapa saat dokter yang tadi menangani anakku menghampiriku

__ADS_1


"ibu yang tabah ya, sekarang Dede udah gak sakit lagi. ibu harus kuat dan ikhlas sehingga jalan Dede lapang tidak tertahan karena kesedihan dan ketidak ikhlasan ibu. Insyaa Allah, ini yang terbaik untuk Dede dan ibu" ucapnya untuk menenangkanku


aku hanya diam tak berkata apapun, rasanya tubuhku lemas tak bertulang, duniaku hancur. nayaku, penyemangat hidupku telah pergi meninggalkanku. Bagaimana kehidupanku nantinya setelah kepergiannya, mengapa ini semua terjadi padaku yaa Allah. Aku selalu bersabar menerima semua takdir yang engkau berikan kepadaku, aku terus berusaha bersabar dan mencoba kuat bertahan untuk anakku, untuk kebahagiannya memiliki keluarga yang utuh meskipun banyak duri yang menancap pada diriku, aku ikhlas yaa Allah tapi mengapa sekarang kau ambil satu satunya kebahagiaanku, penyemangat hidupku. Aku tak tahu apa aku bisa hidup tanpanya, hidupku hancur berkeping keping berhamburan bagai buih ombak di lautan.


__ADS_2