KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Ternyata Ada Yang Kepo "Adam Prov"


__ADS_3

Di balik pintu sebuah ruangan rahasia, tepatnya di dalam ruangan pribadi milik frans, ada sepasang telinga yang sedang konsentrasi penuh untuk mendengarkan percakapan kedua orang yang sedang berada di luar ruangan. Ia sedang harap harap cemas menunggu kabar dari sang asisten bagaimana kelanjutan misi yang di berikan kepada sang asisten yaitu menjerat sang pujaan hati agar tetap selalu berada di sampingnya dan selalu dalam pengawasannya. Yap, seseorang yang sedang di Landa gelisah dan cemas tersebut tak lain dan tak ayal adalah Adam Reases Alexander sang pemilik perusahaan. Ini semua adalah rencana yang sudah di rancang dengan sangat matang olehnya dan sang asisten. Rencana ini timbul setelah sang bos mengetahui asal muasal air mata yang menetes saat Alesha tak sadarkan diri setelah kecelakaan. Rasa penasaran tersebut terjawab sudah setelah Frans sang asisten menemukan asal usul dan perjalanan hidup Alesha, rasa kasian dan empati yang Adam rasakan semakin besar setelah mendengarkan apa yang di tuturkan Frans tentang betapa menyedihkannya kehidupan Alesha ketika masih tinggal bersama kedua orang tuanya di kampung halamannya dan lebih menyedihkan lagi saat sudah menikah dengan mantan suaminya. Adam begitu emosi mengetahui kebenarannya, hingga terbersit lah wacana rencana ini yang tujuannya adalah agar Alesha selalu dekat dengannya dan selalu dalam pengawasannya.


Flash back on


"permisi tuan, ini data diri tentang nona Alesha sejak saat beliau masih kanak kanak hingga sekarang" ucap Frans sembari menyerahkan biodata lengkap beserta perjalanan hidup Alesha yang ia peroleh dari orang kepercayaannya


"bagus Frans, kamu memang selalu bisa di andalkan" ucap Adam sambil membuka lembar pertama


"Alesha Nur Aisiyah,, nama yang cantik secantik orangnya" puji Adam dengan di iringi senyum tipis yang menghiasi wajah tampannya


"iya tuan nama asli nona Alesha adalah Alesha Nur Aisiyah. Nona Alesha adalah putri tunggal dari ayahnya yang bernama Asep dan ibunya bernama Minah. Mereka tinggal di sebuah desa di pinggiran kota A. Nona Alesha dan keluarganya hidup sederhana di sana, ayahnya tidak mempunyai pekerjaan tetap hanya bekerja serabutan suruhan warga kampung sekitar dan ibunya hanya penjual kopi dan makanan ringan, oleh sebab itulah nona Alesha tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA, beliau hanya tamatan SMP negeri di desa asalnya. Setelah lulus sekolah nona Alesha hanya membantu ibunya berjualan di kedai miliknya dan di situlah beliau bertemu dengan mantan suaminya yang kebetulan sedang bertugas di sana. Lambat laun dalam waktu yang cukup singkat akhirnya sang mantan suami berhasil membujuk nona Alesha untuk menikah dengannya. Setelah menikah Nona Alesha di boyong ke kota B yang merupakan kota kelahirannya dan di sanalah tempat mula penderitaan nona Alesha. Sang mantan suami bersikap kejam, tidak adil dalam memberikan nafkah, tidak perduli bahkan dengan buah hatinya sendiri. ia sibuk sendiri dengan dunia pergaulannya hingga lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan seorang ayah dan puncaknya ialah setelah meninggalnya anak pertama mereka karena sakit jantung bawaan yang di derita sang anak sejak dalam kandungan. Menurut informasi yang saya peroleh, pada malam setelah meninggalnya anak mereka nona Alesha di paksa untuk menandatangani surat cerai, alasannya karena beliau akan segera menikahi kekasih barunya sesama rekan kerjanya di kantor dan karena nona Alesha menolak beliau melakukan tindak kekerasan kepada nona Alesha pada akhirnya nona Alesha bersedia untuk menandatangani surat cerai tersebut karena sudah tidak tahan lagi dengan tindak kelezatan yang di lakukan oleh mantan suaminya "


"apa tidak ada yang menolong Alesha pada saat itu?" potong Adam geram mendengar penuturan sang asisten


"tidak ada tuan, karena kejadiannya terjadi pada waktu malam hari di saat para tetangga sudah istirahat malam dan baru pada pagi harinya nona Alesha menceritakannya kepada sahabatnya yang bernama Mirna yang merupakan tetangga terdekat nona Alesha " terang Frans lagi


"Apa keluarga sang suami turut serta dalam penderitaan Alesha Frans?"


"menurut informasi yang saya dapatkan mertua dan kakak ipar dari nona Alesha semua baik padanya selain teman nona Alesha yang bernama Mirna tersebut"

__ADS_1


"tolong kamu cari lagi bukti bukti tindak kekerasan yang di lakukan pria bajingan itu Frans, aku mau dia mendapatkan balasan yang lebih kejam dari perbuatan jahatnya pada Alesha, kalau perlu akuisi perusahaan tempat ia bekerja jadikan ia gembel secepatnya dan urus semuanya aku ingin ia menderita, bahkan kalau ia bisa memilih ia lebih ingin mati dari pada hidup di dunia ini" perintah Adam dengan sorot mata tajamnya yang menyiratkan betapa marahnya ia


"baik tuan, segera akan saya laksanakan"


"Terimakasih Frans, aku tunggu kabar ini secepatnya"


" Lantas bagaimana Alesha bisa sampai di kota ini? dan bagaimana dengan kondisi kesehatan Alesha, apa ia sudah datang lagi ke rumah sakit untuk kontrol?" tanya Adam prihatin


"Nona Alesha pergi ke kota ini dengan tujuan untuk melupakan semua kenangan buruk yang pernah ia alami tuan dengan uang yang di berikan ibu dari mantan suaminya, ia tidak mau kembali ke kampung halamannya karena tidak ingin membuat malu dan sedih kedua orang tuanya. Ia bertemu dengan nona Esty yang merupakan karyawan di bagian humas di perusahaan ini di bus yang sama sama mereka tumpangi dan akhirnya nona Esty mengajak nona Alesha tinggal bersamanya karena merasa iba padanya"


"untuk kondisi kesehatan nona Alesha, dokter yang menanganinya mengatakan bahwa nona Alesha belum melakukan kontrol sejak terakhir di perbolehkan pulang oleh dokter, firasat saya nona Alesha tidak datang kembali untuk kontrol di karnakan beliau tidak punya uang untuk itu, karena sampai saat ini nona Alesha belum bekerja dan masih menumpang di rumah kontrakan sahabat baiknya"


"saya rasa nona Alesha tidak mengetahuinya tuan dan menurut saya salah kita juga tidak datang lagi untuk sekedar menjenguknya dan menjelaskan secara langsung padanya"


"hemmm, betul juga apa yang kau katakan frans pasti ia bingung dengan keadaan ini, apa kamu tidak punya cara untuk membantunya? Aku semakin kasian padanya setelah mengetahui latar belakang kehidupannya, wanita itu mengingatkanku pada Alexaku" tanya Adam sambil pandangannya menerawang mengingat kisah pilu percintaannya pada kekasih hatinya yang telah pergi menghilang entah kemana


" maafkan saya tuan, karena kebodohan saya yang sampai saat ini belum menemukan keberadaan nona Alexa" ucap Frans penuh penyesalan


"tidak mengapa Frans, tuhan pasti punya rencana lain di balik semua ini, aku percaya itu"

__ADS_1


"Bagaimana dengan Alesha, apa kau punya rencana untuk membantunya" tanya Adam lagi


" sebenarnya saya punya satu rencana tuan, saya rasa tuan juga pasti senang karena bisa terus berada dekat dengan nona Alesha untuk menjaga dan melindunginya" tawar Frans berhati hati


"cepat Frans katakan jangan membuatku penasaran! apa kau mau aku pecat hah!" perintah Adam penasaran sambil pura pura marah dan mengancam frans


"Rencananya ialah dengan menjadikan nona Alesha sekertaris sekakligus asisten pribadi kedua anda tuan selain saya , secara otomatis secara tidak langsung ia akan bisa selalu berada dalam jangkauan anda"


"Apa ia akan mau, aku rasa akan susah untuk membujuknya. lagi pula bukankah ia hanya lulusan sekolah menengah? pasti akan susah sekali ia untuk beradaptasi dengan keadaan ini" jawab Adam sedikit pesimis


"saya pastikan nona Alesha mau menerimanya tuan, anda tidak perlu khawatir. untuk membantu nona Alesha agar cepat bisa beradaptasi saya akan membantunya dengan sebaik mungkin dan saya rasa nona Alesha adalah wanita yang cerdas dengan daya tangkapnya yang cepat sehingga saya yakin ia pasti akan cepat bisa beradaptasi dengan keadaan ini" jawab Frans mantap


" kau memang yang terbaik Frans, segera laksanakan ini. Aku sudah tidak sabar untuk selalu dekat dengannya untuk menjaganya seperti aku menjaga Alexa dulu" jawab Adam bahagia di hiasi dengan senyum cerahnya, secerah matahari di pagi hari, tak sabar untuk menantikan kabar baik tersebut


"baik tuan, akan segera saya laksanakan"


"Terimakasih Frans, kau boleh keluar sekarang. aku tunggu kabar baik darimu"


"baik, saya permisi tuan"

__ADS_1


flash back off


__ADS_2