KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Aku Pamit ( orang baik yang selalu ada untukku) 2


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore ketika aku sampai di rumah kakak ipar ku untuk berpamitan dengan ibu mertuaku


"Assalamualaikum kak"sapaku pada mba Tita yang merupakan istri dari mas Sugeng kakak iparku, kebetulan beliau sedang menyiram tanaman kesayangan ibu mertuaku di depan rumah. Jarak dari pagar depan ke rumah hanya di batasi oleh taman kecil ini dan pagarnya pun pendek jadi kita bisa melihat apabila penghuni rumah sedang berada di teras ataupun di halaman. Seketika ia menoleh dan tersenyum hangat padaku dan segera membukakan pintu pagar


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, loh dek kok sendirian kesininya Arya mana? belum pulang juga dia?" ucapnya setelah kami saling berdekatan


"iya mba, lesha sendiri kesini, mas Arya lagi ga ada di rumah" jawabku tersenyum sambil mencium tangannya


"Oalah,, ya udah ayo masuk dulu, ibu ada di dalam mungkin belum bangun, tadi sih pas mba keluar ibu masih tidur" ajaknya kedalam seraya sambil menutup pintu pagar.


Kami berjalan beriringan sampai masuk ke dalam rumah


"kamu duduk dulu ya, mba panggilkan ibu di kamarnya. Kamu mau minum apa sha? mau yang seger seger atau yang anget anget nih? nanti mba skalian buatin" tawarnya ramah padaku


"ga usah mba, lesha cuma bentar kok, ga usah repot repot" tokakku ramah tak ingin merepotkan ya


"ga repot kok, orang cuma buatin minum. Teh anget aja ya? gimana? kita ngeteh bareng bareng ibu, mba punya pisang skalian nanti mba gorengin, kamu mau ya,,,Yo wess mba ke kamar ibu dulu ya, kamu istirahat aja dulu di sini" pamitnya segera pergi ke dalam untuk memberitahukan kedatanganku pada ibu mertuaku


Ku pandangi setiap sudut ruang tamu di rumah ini, satu persatu aku simpan dalam ingatanku kalau dulu aku sering kesini hanya untuk merepotkan mereka yang tinggal di sini. tempat ini adalah tempat tujuan pertamaku di saat aku kesusahan, ya mau gimana lagi mau kemana lagi aku meminta bantuan kalau tidak pada keluarga suamiku. ibu, mas Sugeng dan mba Tita adalah orang orang yang selalu ada untukku setelah kak mirna, selalu membantuku dalam setiap kesulitannya terutama dalam hal keuangan yang memang selalu tidak cukup setiap bulannya. Bukan karena aku boros ataupun tidak pandai mengatur keuangan akan tetapi memang mantan suamiku yang terlalu dzolim dalam memberikan nafkah. Mereka selalu saja membantu dan mengerti dengan kesusahanku serta selalu setia mendampingiku di saat saat terpuruk ku "kita ini keluarga sha, ga usah sungkan untuk meminta bantuan dan tolong maafkan Arya yah atas semua sikap dan perbuatan buruknya" ucap ibu mertuaku setiap kali aku datang ke sini ke rumah ini. Ada rasa haru yang menyayat hati ini dan lagi air mataku menetes lagi karena teringat dengan semua kebaikan mereka. Aku bersyukur sekali karena dengan adanya mereka aku tidak sendirian di kota ini, ada keluarga tempat aku berbagi keluh kesah. "Terima kasih ibu, mas Sugeng dan mba Tita" ucapku lirih dalam hati meresapi semua ini.


"sha, kamu sudah baikan nak? maaf ibu belum ke rumah kamu, baru rencananya nanti setelah Sugeng pulang kerja ibu dan mbakmu akan kesana" suara lembut ibu mertuaku menyadarkan aku dari lamunanku


ternyata ibu mertuaku sudah berada tepat di depanku, aku segera berdiri untuk menyambutnya dan mencium tangannya dengan takjub. Tangan hangat dan lembut ini pasti akan sangat aku rindukan nanti, ku peluk tubuhnya yang ringkih karena termakan usia. Air mataku deras menetes tak bisa di bendung lagi, Aku menangis di pundaknya menyalurkan semua rasa yang berkecamuk di hati, seandainya mas Arya tidak sekejam semalam, memaksaku untuk bercerai mungkin aku akan terus bertahan untuk menjadi bagian dari keluarga ini. Aku sangat sayang pada mereka meskipun dengan semua kepahitan dan kepedihan yang mas Arya torehkan padaku.


"menangis lah nak, kamu boleh puaskan menangis mu di bahu ini jika memang ini bisa meringankan beban yang kau rasa saat ini nak. Maafkan ibu dan kakak kakakmu ya nak, kamu yang tabah, yang kuat, yang ikhlas ya, ada kami di sini yang selalu ada untukmu" ucapnya sambil terus mengusap punggung belakangku dengan lembut


"Bu maafin lesha ya Bu gak bisa rawat dan jagain cucu ibu" ucapku lirih sambil melepas pelukannya


"iya gak apa apa sayang, ini qodarullah. ibu yakin dan percaya kamu adalah ibu yang baik bahkan sangat baik tapi Allah punya rencana lain yang lebih indah dari ini semua. Udah yuk kita duduk dulu, ibu pegel nih berdiri terus" ucapnya menyadarkan ku kalau ternyata kami masih berdiri

__ADS_1


"yaa Allah, maafin lesha ya Bu, lesha kebawa suasana, ibu gak apa apa kan? yang mana yang sakit " tanyaku khawatir akan kesehatannya


"gak sayang,, ibu gak apa apa cuma pegel aja kok" jawabnya seraya mengajakku duduk bersama di sofa ruang tamu


tak lamapun mba Tita datang dengan membawa teh hangat dan pisang goreng untuk kami santap bersama


"nih teh anget sama pisang goreng fresh from the dapur sudah Datang. Monggo sha di minum tehnya dan di icip pisang gorengnya" tawar mba Tita sambil menaruh gelas gelas teh dan pisang goreng di atas meja dan ikut duduk bersama kami di ruang tamu.


"terima kasih ya mba, maaf aku jadi ngerepotin mba" jawabku sungkan


"iya gak apa apa sayang, mba ga ngerasa di repotin kok, iya kan Bu? dan ini teh untuk ibu yang gak pakai gula ya soalnya gula darah ibu lagi agak tinggi jadi di batasi konsumsi yang manis manisnya ya" ucapnya mengingatkan ibu mertuaku yang memang punya riwayat diabetes


"yah minum yang anyep anyep lagi dong, tuh sha kakak iparmu curang moso cuma ibu yang minum teh tawar,, sedihnya hatiku" gayanya merajuk mencairkan suasana yang tadi sempat sedih mengharu biru


"sementara Bu, nanti kalau gula darahnya sudah turun dan normal Tita bikinin deh teh manis spesial pake telor untuk ibuku tersayang,, untuk sekarang sabar ya" ucapnya merayu ibu yang pura pura merajuk.


aku hanya tersenyum melihat keharmonisan hubungan mertua dan menantu ini, ya ibu mertua ku memang sangat baik tidak pada kami semua, beliau tidak membedakan bedakan perlakuan dan perhatiannya pada anak kandung ataupun menantunya.


"loh masih sore kok sha, lagi pula baru Nyampe juga. Nanti pulangnya dianterin aja sama mas Sugeng, toh bentar lagi beliau pulang kerja" jawab mba Tita


"maaf mba, aku gak bisa lama. Aku mau pamit pergi. Aku kesini mau minta maaf ke mba tita, ibu dan mas Sugeng atas semua khilaf lisan dan perbuatan yang sudah aku perbuat selama ini, aku juga minta maaf selama ini aku sering ngerepotin ibu, mba tita dan mas Sugeng, terima kasih banyak atas semua kebaikan kalian, aku pamit ya ibu,, mba tita" ucapku pada mereka


"loh memangnya kamu mau kemana nak? apa terjadi sesuatu antara kamu dan Arya?" tanya ibu


"lesha mau pamit pergi dari kota ini Bu. Lesha sudah di cerai oleh mas Arya semalam, berkasnya pun sudah di tanda tangani. Insyaa Allah ini yang terbaik untuk lesha dan mas Arya, jadi ibu ga usah khawatir dan banyak pikiran ya"


"yaa Allah Arya,, ibu gak percaya kalau kamu tega gini,, lesha, maafin anak ibu ya sayang, maafin ibu yang ga bisa ngurus dan ngajarin anak itu sampai sampai dia jadi orang jahat kayak gini" ucap ibu sambil menangis memelukku


"iya bu, gak apa apa, lesha ikhlas, mungkin ini yang terbaik untuk lesha dan mas Arya" ucapku untuk menenangkan ibu mertuaku sambil mengelus pundaknya

__ADS_1


"sha yang sabar ya, kamu wanita kuat, wanita hebat. Kamu pasti bisa melewati ini semua" tambah mba Tita menguatkan sambil menggenggam tanganku


"kak, titip ibu ya, maafin lesha karena selalu nyusahin ibu, mba dan mas. smoga ibu sehat selalu dan cepet turun gula darahnya ya supaya bisa minum teh manis spesial buatan mba tita" candaku sambil tersenyum untuk mencairkan suasana


"kamu ada ada aja sha, kamu mau pergi kemana sekarang? sudah sore, apa gak sebaiknya besok saja perginya, gak baik wanita pergi sendirian sore hampir malam gini. Kamu nginep aja dulu ya malam ini di sini?" tawar mba tita pada ku


"iya nak, kamu nginep aja di sini malam ini. ibu khawatir sayang kalau kamu perginya sekarang" bujuk ibu juga


"lesha pergi sekarang saja Bu, Insyaa Allah gak apa apa, lesha bisa jaga diri. lesha pamit ya ibu,,mba tita, salam sama mas Sugeng maaf lesha gak bisa nungguin mas sampai pulang takut kemaleman" jawabku menyakinkan diri


"iya nak, kamu hati hati ya di tempat yang baru, jaga diri baik baik. ibu doakan semoga kamu selalu berbahagia disana setelah semua duka dan kesulitan yang kamu alami di sini. Maafin ibu ya nak, karena ulah dan perbuatan anak ibu kamu jadi menderita di sini"ucap ibu lagi


"iya Bu, ibu yang sehat ya dan terimakasih banyak atas semua kasih sayang dan perhatian yang ibu berikan ke lesha" ucapku sambil kembali memeluk tubuh ibu


"sha ini ada sedikit uang untuk biaya hidup kamu di tempat baru, hati hati ya disana, jangan sungkan berkabar kalau ada apa apa ya. Inget kita masih keluarga ya sha meskipun keadaannya sudah berbeda, maafin mba ya" ucap mba tita sambil meyerahkan sebuah amplop kepadaku


"ga usah mba, terimakasih kasih banyak, lesha masih ada sedikit uang mba, sisa uang yang awal bulan mas Arya kasih" jawabku sungkan sambil menyerahkan kembali amplop itu kepadanya


"udah kamu pegang aja ya, untuk pegangan kamu di sana, mungkin suatu saat kamu akan membutuhkannya kelak. Skali lagi maafin mba ya dek" ucapnya tulus memaksa aku untuk menerima pemberiannya


"terimakasih banyak mba dan maafin aku ya yang selalu ngerepotin mba, Skali lagi terimakasih banyak" ucapku kepadanya seraya memeluknya


"iya sha,, kamu hati hati ya di sana"


"iya mba,, lesha pamit, titip ibu ya mba dan titip salam perpisahan dan terimakasih ku pada mas Sugeng" ucapku lagi sambil melepaskan pelukan dan mencium tangannya sebagai tanda perpisahan


"iya sayang"


"Bu lesha, pamit ya. ibu jaga kesehatan ya" pesanku yang terakhir untuk ibu sambil mencium takjim tanganya

__ADS_1


"terimakasih banyak nak, doa dan restu ibu selalu menyertaimu di manapun kamu berada"


aku pamit keluarga keduaku, aku pamit orang orang baik, selamat tinggal. Doakan aku selalu,, Bismillah,,


__ADS_2