KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

Alesha Nur Aisyah itu adalah nama lengkapku, namun ayah dan ibuku cukup memanggilku dengan nama Alesha. Aku hanya seorang gadis kampung, gadis biasa yang hanya lulusan sekolah menengah pertama atau biasa di singkat menjadi SMP. Setelah lulus dari SMP aku tidak meneruskan sekolah lagi karena keterbatasan biaya. ayahku bekerja serabutan, apa saja beliau kerjakan mulai dari kuli bangunan, penggali sumur, pencari rumput untuk makan ternak kambing ataupun sapi tetangga, apa saja ayahku kerjakan yang penting keluarganya tetap bisa makan cukup sedangkan ibuku punya warung kopi kecil kecilan di pinggir jalan utama yang hasilnya alhamdulilah cukup untuk menutupi kekurangan apabila ayahku sedang tidak bekerja. maklumlah buruh serabutan kadang kerja kalau sedang di butuhkan selebihnya ya nganggur dan cuma bantu bantu ibu di warung. Meskipun keadaan kami yang serba pas Pasan tapi aku sangat merasa bersyukur kepada Allah karena aku di lahirkan di keluarga ini, keluarga yang hangat, yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai agama dan sopan santun. aku tidak pernah merasa malu ataupun minder dengan keadaan ini karena ayah dan ibuku selalu mengajarkan aku tentang arti "bersyukur", bersyukur bahwasanya Allah masih memberikan nikmat sehat untuk hidup, bersyukur masih di beri rezeky yang cukup, bersyukur masih bisa beribadah dengan tenang dan bersyukur akan segala kekurangan yang kami jalani karena kata ayah di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita dan kekurangan seperti kami.

__ADS_1


Pagi itu seperti biasa aku membantu ibu di warung karena ayah sedang bekerja, ayah di minta tetanggaku untuk membersihkan rumput di sawahnya yang sudah meninggi. Ketika aku baru selesai mencuci piring di belakang warung ternyata sudah ada 3 orang pria yang sedang asyik bersenda gurau sambil menikmati kopi hitam dan gorengan buatan ibuku. Dari obrolan yang aku tangkap ternyata mereka berasal dari ibukota di kirim dari perusahaannya untuk meninjau proyek pembuatan gedung percetakan baru yang ada di desaku. Seperti biasa mereka menggodaku dengan tameng ibuku,, salah satu ada yang bertanya pada ibu" Bu si enengnya geulis pisan, boleh kenalan tidak?" guraunya

__ADS_1


hii readers ini karyaku yang keduaku, meskipun yang pertama get stuck di bab 7(tapi insyaallah akan lanjut kok setelah ini selesai,aamiin). jangan di bully ya maklum masih amatiran, doakan aku smoga ini bisa lancar jaya, cpt selesai dan di sukai oleh readers semua. Happy reading😘😘

__ADS_1


__ADS_2