KUIKHLAS KAU PERGI

KUIKHLAS KAU PERGI
Aku pergi "selamat tinggal"


__ADS_3

Segera ku langkahkan kaki meninggalkan tempat peristirahatan terakhir anakku. Hari sudah senja ketika aku pergi. Aku berjalan menyusuri jalan, sendiri tak ada yang menemani. Sunyi dan sepi menyelimuti suasana senja kali ini. Sayup sayup ku dengar suara azan berkumandang, ku percepat langkah kakiku mencari masjid atau mushola untuk aku menjalankan kewajibannya yaitu sholat magrib. Alhamdulilah ternyata tak harus jauh aku berjalan aku sudah menemukan masjid yang aku tuju. Segera aku masuk ke dalam, mengambil air wudhu dan menunggu saatnya shalat berjamaah di lakukan. tak lama menunggu, sang imam pun mulai memimpin ibadah kami. Tentram, khusyuk dan khidmat terasa sampai ke relung hati. Syukur nikmat iman dan kesehatan masih bisa menjadi bagian dalam menjalankan perintahnya. Setelah selesai shalat aku segera keluar masjid untuk pergi ke terminal bus melanjutkan rencana awalku pergi merantau ke kota lain, mencari suasana dan lingkungan baru dalam melanjutkan hidupku.


Ketika aku sedang menunggu angkot yang menuju ke arah terminal aku melihat di sebrang jalan ada seorang pria yang sedang kebingungan, sepertinya ada masalah dengan kendaraannya. Karena tak tega melihatnya, segera ku hampiri dia untuk sekedar bertanya dan semoga saja aku bisa membantunya, pikirku


"mas mobilnya kenapa?" ucapku ketika aku sudah berada dekat dengannya


Iya sempat terkejut saat menoleh kebelakang karena mendengan pertanyaan ku, ku bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama karena sepertinya ia tidak merespon niat baikku


"mas maaf, mobilnya kenapa? apa ada yang bisa saya bantu?" tanyaku


"oh iya mba, maaf. Ini mobil saya bannya kempes tapi saya bingung cara untuk memasang ban serepnya, belum pernah soalnya"

__ADS_1


"saya juga baru datang mba ke kota ini, jadi saya tidak tau di mana bengkel terdekat. Apa mba tau di mana letak bengkel terdekat dari sini?" ucapnya bertanya padaku. Ku lihat memang ban depan sebelah kanannya kempes parah, sepertinya tertusuk paku atau sejenisnya


"kalau dari sini agak jauh mas letak bengkelnya, tapi kalau di ijinkan saya bisa kok bantu mas untuk pasang ban serepnya. Kebetulan saya sedikit bisa" ucapku ramah untuk membantunya. Alhamdulilah aku dulu suka memperhatikan dan membantu ayah ketika mengganti ban dan memperbaiki mobil proyek yang ada di dekat warung maklum ayahku kan pekerja serabutan jadi apa saja di kerjakan asal halal "yang penting dapur ngebul" itu filosofi ayah dan keluargaku sampai saat ini, jadi Insyaa Allah sedikit banyak aku tau dan bisa kalau hanya sekedar mengganti ban


"Alhamdulilah,, beneran mba bisa? tapi nanti baju mba kotor? apa tidak apa apa?" tanyanya lagi


"Insyaa Allah,, saya bisa mas. ga apa apa kok. Mana mas alat dongkrak, ban serep dan konci"nya? sudah mau gelap, di sini agak rawan kejahatan kalau sudah malam" ucapku untuk segera membantunya. Memang daerah sini rawan kejahatan kalau malam ataupun siang karena memang tempatnya yang sepi dan jauh dari perkampungan warga hanya ada pemakan umum saja


setelah semua tersedia, segera ku pasang dongkraknya untuk sedikit menaikkan mobil sehingga ban bisa sedikit terangkat, kubuka ban yang kempes dengan kunci yang tadi dia sediakan. setelah ban lepas ku ganti dengan ban serepnya. Semua prosesnya cepat karena aku tak bekerja sendiri, dia dengan cekatan membantuku sehingga pekerjaan ini jadi lebih cepat selesai.


"Alhamdulilah sudah selesai mas"ucapku setelah beres mengganti ban

__ADS_1


"iya, mba terimakasih banyak mba atas bantuannya. Maaf tapi saya sedikit terburu buru, karena belum sholat magrib. Ini ada sedikit rejeky untuk mba, mohon di ambil ya" ucapnya seraya menyerahkan beberapa uang seratus ribuan yang di ambil dari dalam dompetnya


"gak apa apa mas, Insyaa Allah saya ikhlas. Gak usah" ucapku menolak


"mohon di terima ya mba, ini sebagai tanda terimakasih saya atas bantuan mba dan permohonan maaf saya tidak bisa mengantar mba soalnya saya belum sholat" ucapnya memaksa. Karena tidak ingin mempersulit dan membuatnya lama akhirnya aku ambil uang yang ia berikan.


"Terimakasih ya mas, semoga tambah berkah rejeky mas dan semoga mas selamat sampai tujuan dan betah tinggal di sini. kalau mau sholat mas tinggal jalan lurus saja, tidak jauh dari sini ada masjid di sebelah kanan jalan. Saya pamit dulu mas, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, aamin.. Skali lagi terima kasih banyak mba, ati ati di jalan" ucapnya lagi. Aku tak membalas hanya tersenyum membalas ucapannya dan alhamdulilah tak lama angkutan umum yang aku tunggu sedari tadipun datang, aku segera naik dan menuju terminal bus tujuan awal ku.


Di terminal aku sempat bingung, akan pergi kemana aku. karena memang aku belum memikirkan kota mana tujuanku. Kepergianku ini tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, modal nekat saja pikirku. Setelah menimbang nimbang, pilihan ku jatuh ke ibu kota. Di sanalah aku akan merubah hidupku, mengubur semua kenangan pahit yang pernah ku alami dan menggantinya dengan kenangan baru yang ku harap akan jauh lebih baik lagi, aamiin. Selamat tinggal kota penuh kenangan, selamat tinggal masa lalu, aku pamit. Bismillah..

__ADS_1


__ADS_2