
"Apa kabar nona Alesha, senang berjumpa kembali dengan anda" ucap pria di hadapanku sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan
Aku tak langsung serta Merta membalas uluran tangannya, aku masih terdiam dan menundukkan kepalaku sungkan terhadapnya. "nona Alesha? apa sebegini sopannya ya kalau interview kerja itu, kok terasa sedikit aneh" pikirku dalam hati. Perlahan aku mengangkat kepala ku memberanikan diri untuk menatapnya, ku lihat dengan seksama, ku ingat ingat dalam memory otakku, sebenarnya siapa pria ini? mengapa suara dan gaya bicaranya tidak terasa asing terdengar di telinga? monolog ku dalam hati
"yaa Allah, maaf tuan saya tidak langsung mengenali anda saat bertemu kembali. Maaf atas kelancangan dan ketidak sopan saya."
ucapku sungkan sambil mengantikan kedua tangan di depan dada. iya dia adalah tuan baik hati yang telah membiayai seluruh biaya rumah sakit saat aku kecelakaan beberapa hari yang lalu dan aku belum berterima kasih secara langsung padanya karena ia dan temannya waktu itu tidak pernah datang lagi ke rumah sakit
"tidak mengapa nona Alesha, bagaimana kabar anda? sudah baikan? apa sudah datang kontrol kembali ke dokter? mari kita duduk di sofa, supaya lebih nyaman ngobrolnya" ajaknya lagi padaku untuk duduk bersamanya di sofa
"baik tuan" jawabku mengikutinya untuk duduk bersama di sofa, aku duduk agak menjauh darinya, bukan karena takut tapi lebih merasa sungkan terhadapnya
"loh kok, jauh sekali duduknya? apa nona Alesha takut ya dengan saya? tenang kok saya orang baik, tidak gigit juga sudah jinak soalnya, hahaha" suara tawanya terdengar renyah di telingaku
"tidak tuan, terimakasih banyak, saya lebih nyaman duduk di sini"
"oh iya, bagaimana kondisi nona? apa ada keluhan lain? saya cek ke pihak rumah sakit katanya belum datang lagi ya untuk kontrol?" tanyanya lagi
"iya tuan maaf, saya Alhamdulilah sudah sembuh tuan berkat bantuan tuan dan maaf saya tidak datang kembali ke rumah sakit karena saya rasa sudah benar benar sembuh tuan, Skali lagi terimakasih banyak atas semua bantuan tuan kepada saya" jawabku padanya, aku tidak memberitahu alasan sebenarnya kalau aku tidak kontrol karena tidak punya uang, malu lah, terasa sangat miskin aku sampai sampai biaya untuk kontrol saja tak punya, hehe
"saya rasa, anda harus tetap datang kembali ke rumah sakit untuk kontrol nona, untuk lebih memastikan bahwa kondisi anda sudah benar benar pulih, biar nanti Elin yang akan mengantarkan anda untuk kontrol ke rumah sakit" perintahnya tegas
"tidak tuan, terimakasih banyak atas perhatian tuan, tapi saya rasa itu tidak perlu. saya benar benar sudah pulih. Skali lagi terimakasih banyak."
"tuan maaf atas kelancangan saya, tapi kapan ya tuan saya di interviewnya soalnya dari tadi kita belum mulai, maaf ya tuan" tanyaku sungkan dan ingin segera memulai interview nya dan bisa cepet kerja pastinya
__ADS_1
"hahaha, sampai lupa saya tujuan utama nona Alesha datang ke sini. maaf kan saya Nona Alesha jadi membuat anda menunggu"
" perkenalkan dulu nama saya Frans nona, nona bisa memanggil saya dengan sebutan frans saja. Saya di perintahkan oleh Tuan Adam untuk memanggil dan mengintruksi tugas apa saja yang harus di kerjakan nona Alesha di perusahaan ini. Mulai saat ini, nona Alesha adalah sekertaris pribadi dan asisten kedua tuan Adam setelah saya. jadi mulai lusa nona, sudah bisa mulai bekerja, nanti untuk ruangannya akan ditunjukkan oleh elin sekertaris saya, sampai di sini apa ada yang akan di tanyakan oleh nona Alesha?" tanyanya padaku yang terlihat seperti orang kebingungan bin linglung
" baik tuan Frans tapi maaf tuan, sepertinya ada kesalahan. saya di sini untuk interview jadi cleaning servis tuan bukan sekertaris ataupun asisten pribadi. mungkin tuan salah orang" jawabku merasa bingung atas penjelasannya
"tidak salah nona, karena ini di perintahkan langsung oleh tuan Adam Dan kalaupun nona merasa keberatan akan keputusan ini, nona bisa langsung mengajukan protes padanya, itupun kalau nona berani melakukannya, tapi saran saya lebih baik di urungkan saja karena beliau orangnya sangat galak dan pemarah" ucapnya pelan seakan takut omongannya di dengar orang lain selain aku
"tapi tuan itu tidak mungkin, saya tidak mengenal siapa tuan Adam mana mungkin beliau menjadikan saya sebagai sekretarisnya ataupun asisten pribadinya dan lagi pula anda pasti tau saya cuma orang kampung tuan dan pendidikan saya juga cuma lulusan SMP jadi itu sebuah kemustahilan untuk saya"
"untuk itu semua sudah di persiapkan, nanti setelah pulang kerja nona Alesha akan ada yang membimbing dan mengajarkan pelajaran apa saja yang di butuhkan oleh nona Alesha untuk menunjang kinerja nona di perusahaan selain itu nona juga sudah di daftarkan untuk mengikuti ujian susulan setara dengan ujian SLTA sehingga nona bisa melanjutkan studi nona ke jenjang yang lebih tinggi, dan jangan takut saya dan Elin akan membantu nona untuk segera bisa beradaptasi dengan keadaan ini, jadi nona tidak perlu merasa takut dan risau lagi. Selain itu, nona juga akan mendapatkan fasilitas apartemen sebagai rumah dinas, nona Alesha bisa segera pindah hari ini atau besok, nanti Elin akan menemani nona kesana" ucapnya panjang lebar menjelaskan padaku
"iya tuan, tapi ini sepertinya tidak masuk akal bagi saya, saya masih merasa mimpi, ini beneran gak sih? kok kayaknya terasa aneh dan memaksa ya" ucapku semakin bingung dengan penjelasannya
"apa tuan, apartemen? untuk tinggal saya? apa saya boleh bawa teman untuk tinggal bersama?"
"tentu saja boleh nona, karena apartemen itu hak penuh anda selama anda bekerja di perusahaan ini" jawabnya mantap
tak banyak bicara lagi, aku segera melakukan sujud syukur di tempat ini. Air mataku terus mengalir selam sujud, bukan karena kesedihan lagi aku hari ini menangis, tapi karena rasa syukur yang teramat sangat atas semua kebaikan dan kebahagiaan yang Allah berikan padaku. Sahabat yang sangat baik padaku yang selalu ada untukku, dan hari ini Allah menunjukkan kembali padaku kuasanya, menaikkan derajat ku, melimpahkan padaku sesuatu yang sangat banyak dan berharga yang tidak pernah ada dalam pikiranku bahkan dalam mimpiku. "terimakasih yaa Allah, terimakasih yaa Rabbi atas semua kebaikanmu selama ini, jadikanlah hamba mu ini termasuk orang orang yang selalu bersyukur akan nikmat mu dan tetap instiqomahkan hamba dalam syariatmu, aaminn Allahumma aamiin" doaku dalam sujudku untuk meluapkan rasa bahagiaku..
setelahnya tuan Frans meminta sekretarisnya untuk mengantarkan aku ke rumah sakit untuk kontrol, aku masih menolak dan lagi lagi "ini perintah tuan Adam" ancamnya padaku, setelah kontrol dan memastikan kondisiku benar benar pulih, kak Elin mengajakku ke sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar dan mewah menurutku, aku kembali terperangah dengan bangunan ini "wow keren" itulah yang ada di kepalaku, jujur ini adalah kali pertama aku di ajak berbelanja di tempat mewah seperti ini. Kalau dulu di kampung kalau mau lebaran ya paling aku beli bajunya di pasar tradisional gak ke mall kayak gini lagian kalaupun ada aku dan keluargaku juga gak mampu untuk belinya, hehe. sedangkan waktu aku masih berstatus istri dari mantanku aku belum pernah di ajak kemana mana, jangankan beli baju ke mall gini baju untuk nayaku aja itu semua bekas dari kakak sepupunya anaknya mas Sugeng dan mba tita "andaikan Naya ada di sini, pasti dia seneng banget nih, matanya yang bulat pasti lilrak lirik kesana kemari melihat banyaknya hiasan hiasan dan senyum indahnya pasti selalu terkembang dari bibir mungilnya" monolog ku lagi dalam hati membayangkan seandaianya nayaku masih ada. Aku tersadar ketika kak Elin menyadarkanku
"sha, kamu cobain ini semua ya, aku yakin sih ini semua pas di badan kamu, pasti cocok banget deh untuk kamu, ga sabar aku liatnya" ucapnya bersemangat sambil menyodorkan beberapa stell baju untukku
"ya kak, ini semua untuk aku?" ucapku bingung
__ADS_1
"iya lah, ini semua baju untuk kamu pakai kekantor mulai lusa, udah cepetan kamu cobain ya semua, itu kamar gantinya di sana" ucapnya tak sabaran
"mari nona, saya tunjukkan kamar gantinya" ucap seorang pramuniaga yang berada di sebelahnya
"tuh sha, cepetan di cobain kalau ada model yang kamu gak suka, boleh langsung kamu ganti aja, udah cepetan kasian tuh mbaknya nungguin kamu, setelah ini juga kan kita mau ke apartemen" ucapnya lagi
"iya kak, tapi apa ini tidak terlalu banyak untukku? nanti uang gaji pertamaku habis untuk bayar semua baju ini" ucapku lagi
"hahaha, kamu ada ada aja deh sha, ini semua dari pak Frans untuk kamu, gratis kok jadi kamu gak usah mikirin untuk ganti. Lagi pula kan malu juga masa sekertaris big bos bajunya gak ganti ganti, Iya kan. udah sana sayang kita masih ada beberapa agenda nih dan aku juga masih harus balik ke kantor kan" ucapnya lembut padaku sambil mendorong lembut tubuhku untuk segera mengerjakan apa uang ia pinta
semua baju yang kak Elin pilihkan ternyata pas melekat di tubuhku dan terasa nyaman. Semuanya lengkap termasuk sepatu, tas dan hijabnya tentunya. Meskipun kan elin tidak memakai hijab tetapi ia tau sekali jenis hijab yang cantik dan pas di padankan dengan semua baju ini, cantik dan elegan. Aku agak syok ketika melihat label yang masih melekat pada baju baju dan semua pernak perniknya, semua harganya fantastik dan di atas rata rata, sepertinya, hehe. Aku tak banyak protes lagi karena merasa tak enak dengan kak Elin yang sepertinya sedikit terburu buru di buru waktu.
"kak Elin, maaf ya karena harus mengantarkan aku kesana kemari kak Elin kerjaan kakak jadi terbengkalai deh" ucapku sungkan ketika kami berada di dalam mobil setelah selesai berbelanja semua perlengkapan untuk kebutuhanku bekerja lusa
"gak apa apa kok sha, santai aja. lagi pula kan ini perintah dari pak Frans, jadi ya ini termasuk kerjaan aku juga, lagi pula aku seneng kok bisa temenin kamu, pantas kalo pak adam kepincut sama kamu dan mau kamu selalu dekat dengan dia, karena kamu memang orangnya baik dan tulus, aku bisa rasakan itu" ucapnya sambil memegang erat tanganku
"hah, tuan Adam kenapa kak? aku gak ngerti tentang yang bagian tuan Adam yang apa tadi kak?" tanyaku bingung padanya, sebenarnya aku dapat mendengar dengan jelas apa yang ia bicarakan barusan tapi aku hanya ingin memperjelasnya saja, rasanya bagian ini yang lebih di luar nalar untukku. seorang tuan Adam yang hebat, pemilik perusahaan yang sangat megah di ibu kota, yaa Allah.. mungkin aku salah dengar.. pikirku positif
"ah apa sha? Oh iya sekarang tujuan terakhir kita ya, apartemen yang nanti akan kamu tinggali, semoga kamu betah ya. Apartemennya Deket kantor sha, jadi kamu kalau mau berangkat dan pulang kerja tinggal jalan kaki aja, suasananya juga enak banget, apalagi kalau sore hari, kamu bisa nikmatin sunset ibu kota loh" ucapnya mengalihkan pertanyaan ku sebelumnya
"masa kak, Masyaa Allah banget ya kak. Aku berterima kasih banget sama tuan Frans dan tuan Adam atas semua kebaikan mereka berdua kepadaku, semoga Allah membalas semua kebaikan mereka dengan beribu ribu kebaikan yang lebih, termasuk untuk kak Elin yang baik hati" doaku tulus untuk ketiga orang ini
"aamiin,, terimakasih sha atas doanya, doa yang sama untuk kamu ya sayang, semoga hidupmu selalu di penuhi kebahagiaan dan keberkahan ya sayang" ucapnya tulus padaku
"aamiin kak, terimakasih"
__ADS_1