
Seorang dokter dan beberapa orang perawat datang setelah beberapa saat. Mereka segera memeriksa seluruh bagian vital tubuhku. Mulai dari mata, memeriksa detak jantung, denyut nadi dan memberikan beberapa pertanyaan seputar apa yang kurasakan saat ini
"Pasien sudah sadar sepenuhnya pak dan sudah melewati masa kritisnya. Tinggal pemulihan saja dan masih harus di rawat di sini untuk kami observasi luka di kepalanya, takutnya ada geger otak ringan karena benturan pada saat kecelakaan. Untuk luka luarnya akan segera sembuh dalam beberapa hari" dokter menjelaskan kepada dua orang asing yang berada di ruangan ini
"iya dokter terimakasih banyak, tolong jaga dan rawat pasien ini dengan baik sampai ia benar benar pulih. Untuk semua biayanya akan kami tanggung sepenuhnya" ucap salah satu dari keduanya
"baik pak, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk nona ini, saya permisi karena masih ada pasien lain yang harus saya kunjungi" pamit sang dokter
"iya dokter silahkan dan terimakasih atas bantuan anda" ucap pria itu lagi
Setelah dokter dan para perawat pergi keluar ruangan, suasana kembali hening. Hanya tersisa aku dan dua orang asing ini.
"terimakasih tuan sudah menolong saya, saya tidak bisa membalas semua kebaikan tuan, semoga Allah membalas kebaikan tuan dengan berlipat ganda" ucapku memulai pembicaraan untuk berterimakasih atas pertolongan mereka
"tidak mengapa nona, saya hanya melakukan kewajiban dan tanggung jawab saya saja. Maafkan saya karena telah menabrak nona tadi sehingga nona berakhir di sini"jawab pria yang tadi berbicara dengan dokter
"Tidak mengapa tuan, kecelakaan tadi memang mutlak karena saya yang kurang berhati hati saat menyebrang" jawabku lagi
"iya Nona yang penting tidak terjadi sesuatu yang fatal dengan anda. Maaf nona, apa ada seseorang yang dapat saya hubungi untuk menjaga dan menemani nona di sini? karena kami tidak bisa lama di sini, kami harus segera kembali ke kantor karena ada urusan penting" tawarnya
"tidak ada tuan, Insyaa Allah saya bisa sendiri di sini, anda tidak perlu mengkhawatirkan saya. Untuk biaya rumah sakit, Insyaa Allah saya akan menggantinya di lain waktu tuan ketika saya sudah sembuh, saya akan mencicilnya"
"untuk biaya rumah sakit anda tidak perlu menggantinya nona, kami sudah melunasinya sampai anda benar benar pulih, ini sebagai permohonan maaf dan tanggung jawab kami atas insiden ini. Saya harap nona lekas sembuh dan dapat segera beraktifitas kembali" ucap pria itu lagi, pria yang ini memang lebih sopan dan ramah berbeda dengan yang satunya lagi, dia hanya diam dan sibuk dengan benda tipis berbentuk persegi panjang yang mirip dengan hand phone tapi ukurannya lebih besar, entah apalah itu namanya aku tak tau karena baru pertama ini melihatnya. ia duduk di sofa yang ada di ruangan tanpa ikut berbicara sepatah katapun, sibuk dengan dunianya sendiri
"baik tuan, Skali lagi terimakasih atas bantuan dan kebaikan tuan" ucapku tulus untuk berterimakasih
"sama sama Nona, kalau begitu saya pamit. Ini kartu nama saya, kalau ada apa apa Nona bisa menghubungi saya di nomor ini" ucapnya sambil menyerahkan kartu namanya
__ADS_1
"baik tuan" ucapku sambil mengambil kartu nama yang dia berikan dan ku letakkan di atas meja kecil di sampai tempat tidur
segera ia mendatangi pria yang sedang duduk di sofa
" tuan sudah selesai, kita bisa kembali lagi ke kantor sekarang karena ada rapat penting dengan dewan direktur yang sempat tertunda karena insiden ini" ucapnya sopan pada pria itu.
Pria tersebut segera bangun dari duduk dan sekilas merapihkan jasnya yang agak sedikit kusut karena terlalu lama duduk sepertinya.
"saya harap anda segera pulih nona" ucapnya ketika sudah berada dekat denganku
"iya tuan, terimakasih banyak atas bantuan anda" jawabku sungkan. Aku merasa agak takut dan sungkan ketika berbicara dengan pria yang satu ini, berbeda dengan temannya lebih terasa rileks. Mungkin karena auranya kali ya beda, ia terlihat lebih tegas saat berbicara.
Tanpa banyak bicara lagi mereka segera meninggalkan ruangan ini. Sunyi, sepi rasanya di sini.
"kamarnya gede banget, lebih gede dari kontrakannya Esty" monolog ku ketika memperhatikan sekeliling.
Disini falisitasnya sangat lengkap dan terkesan mewah, ada tv yang berukuran cukup besar, sofa bahkan ada kulkasnya juga di ruangan ini. "Serasa di hotel hotel yang biasa ku lihat di tv di sinetron yang biasa kak Mirna nonton" fikirku
Setelah beberapa saat asik menelisik ruangan, tiba tiba ada suara pintu di ketuk dari luar, ternyata seorang perawat datang membawakan makan malam untukku.
"permisi nona, ini makan malamnya"
"Di habiskan ya nona, semoga anda lekas sembuh" ucapnya ramah padaku.
Setelah memberikan dan menyimpan nampan yang berisi makanan itu, ia segera pamit meninggalkan ruangan.
Penasaran segera ku lihat menunya "yaa Allah, beneran ini makanan di rumah sakit? bisa cepet sembuh nih aku kalau tiap hari makanannya Beginian" ucapku ketika melihatnya. ada nasi lengkap dengan lauk pauknya, buah beserta dengan puding dan susu sebagai pelengkapnya. Cacing cacing di perut ini sepertinya sudah mencium aroma sedap dari makanan yang ada di depan mata, mereka meronta segera ingin di nafkahi, tak ingin berlama lama menahan lapar karena dari siang aku belum makan, segera ku ambil makanan tersebut dan ku lahap dengan hikmat.
__ADS_1
"Masyaa Allah,, enak banget. Terimakasih yaa Allah atas Rizky mu hari ini. Esty dah makan belum ya? Bagaimana cara menghubunginya? aku gak tau nomor teleponnya? dia pastinyw akan khawatir ketika pulang kerja tidak menemukanku di rumah" monolog ku lagi ketika teringat dengan Esty teman baikku
Pintu di buka dengan paksa dari luar, sepertinya orang tersebut sangat terburu buru ingin segera masuk ke ruangan ini. Aku sedikit takut, siapa yang ingin masuk kesini dengan kasar seperti itu. Ketika pintu sudah terbuka lebar dan aku lihat, ternyata orang tersebut adalah Esty, orang yang barusan terlintas dalam pikiranku
"yaa Allah sha.. apa yang terjadi? kenapa lu sampai bisa kecelakaan sha? gue bingung banget pas pulang kerja ga ada elu, Untung aja tadi gue di kasih tau tetangga kalau ada kecelakaan di depan gang dan katanya korban di bawa ke rumah sakit ini" ucapnya setelah melihatku. Dia terlihat sangat khawatir melihat keadaanku
"iya ty, aku tadi sempet ke tabrak mobil, tapi aku gak apa apa kok cuma luka luka kecil aja. Insyaa Allah besok juga bisa pulang mungkin" jawabku untuk menenangkannya
"Alhamdulilah atuh kalau ga apa apa, sekarang apa yang lu rasain? udah di periksa dokter lagi belum? trus di mana orang yang nabrak lu? tanggung jawab gak tuh orang?" tanyanya beruntun
Aku tersenyum mendengarnya, aku terharu dan bahagia ternyata ada orang yang mengkhawatirkan ku setelah kak Mirna dan ibu mertuaku
"Alhamdulilah sudah di periksa tadi sama dokter, besok akan di observasi ulang luka yang ada di kepalaku, semoga ga ada apa apa ya dan aku bisa segera pulang. Untuk orang yang nabrak aku, dia sudah bertanggung jawab kok nih buktinya aku ada di sini, di taruh di tempat rawat yang nyaman dan semua biaya udah mereka tanggung semua. Ga apa apa kok ty, lagi pula memang tadi aku yang salah, aku yang ga ati ati pas nyebrang jalan,hehe.. Dan kalau boleh jujur ada sih yang aku rasain ty"
"Apa yang kamu rasain sha? aku panggil dokter dulu ya" jawabnya panik dan akan segera keluar memanggil dokter
aku segera menarik tangannya, mencegah dia keluar ruangan. Ku tarik lengannya lagi sampai badannya sedikit membungkuk, ku bisikkan apa yang kurasakan saat ini
"Aku lapar ty, dari tadi siang belum makan karena keenakan tidur,,hehe" bisikku padanya
"yaa Allah,, dasar lu ya bikin gue khawatir aja. Ya udah makan dah Sono, bisa kan? apa mau gue suapin?" tawarnya
"bisa ty, kita makan sama sama ya, ini banyak banget, aku gak mungkin bisa habisin ini semua sendiri. Lagi pula kamu juga pasti belum makan malam kan?" jawabku dan mengajaknya untuk makan bersama
"beneran nih? tar lu gak kenyang lagi, gue makannya banyak banget loh" candanya
"iya bestie,, kita makan sama sama ya biar berkah" ucapku lagi.
__ADS_1
Akhirnya kami makan bersama, setelah makan aku bercerita tentang kronologi saat aku kecelakaan sore tadi, sampai akhirnya kami tertidur bersaman karena lelahnya dengan semua kejadian tak terduga hari ini. Aku bersyukur karena banyak orang baik di sekitarku, salah satunya Esty, bestieku, teman baikku yang ku temukan tak sengaja dibus dalam perjalanan ke kota ini. Terima kasih yaa Allah..