
Tak terasa setelah menempuh hampir setengah jam lamanya, akhirnya kami tiba di sebuah gedung yang biasa di sebut apartemen. Gedung ini tak kalah megah dari bangunan perusahaan tuan Adam, hanya ini lebih terasa nuansa nyamannya mungkin di sesuaikan karena tempat ini sebagai tempat hunian.
Ternyata ruangan apartemen yang akan aku tempati terletak di lantai 19 gedung ini, beda satu lantai dengan lantai teratas yaitu lantai 20. kata kak Elin lantai paling atas itu hanya terdiri dari satu apartemen pribadi saja milik yang punya bangunan ini, milyader kaya raya dan tampan dan masih sigle pula katanya bersemangat..
Aku tak ambil pusing, toh sudah bisa tinggal di sini saja aku sudah sangat bersyukur, pikirku..
Di lantai 19 ini terdapat empat pintu, sudah termasuk pintu apartemen ku.
Apartemen ku terletak paling pojok di sebelah kiri. Sepi sekali di sini, sangat berbeda dengan rumah kontrakan Esty yang setiap saat terdengar orang berbicara satu sama lain, bersendau gurau sampai suara anak menangis selalu menghiasi suasana ramai di sana.
"sepertinya yang tinggal di sini, masing masing banget ya kak" ucapku pada kak Elin ketika kami akan memasuki ruangan
"biasa sha, alasan utama orang tinggal di apartemen ya untuk hidup lebih tenang karena memang biasanya yang tinggal di apartemen itu ya masing sha "elu..elu..gue..gue" bahasa gaulnya, hehe" ucapnya menjelaskan
"sha, kata sandinya tanggal lahir kamu ya, barusan kakak ganti supaya gampang kamu inget" peringkatnya
"iya kak, terimakasih banyak ya"
"Masyaa Allah, bagus banget kak apartemen nya Luas banget, jauh lebih luas dari kontrakan Esty dan kontrakan aku dulu. ini semua yang ada di sini boleh aku pakai kak? termasuk dapurnya?" tanyaku sambil menghampiri dapur yang memang area favorit aku di rumah
__ADS_1
"iya lah sha, kamu bisa pakai semuanya"
"apartemen ini ada 2 kamar ya sha, masing masing kamar ada kamar mandinya. Untuk kamar mandi tamu, ada di sebelah dapur ya tempat kamu berdiri sekarang skalian ruang cuci. Ini semua kuncinya ya termasuk kunci balkon, jangan sampai lupa kalau malem balkonnya di kunci soalnya angin malemnya kenceng di sini"
"oh iya, rencananya kapan kamu mau pindah sha?" tanya kak Elin padaku
"Insyaa Allah nanti malam atau besok kak, aku rembukan dulu sama Esty dia mau pindahnya kapan" jawabku sambil memperhatikan sekeliling
"iya juga ya, kan Esty hari kerja ya"
"iya kak, pasti dia seneng banget kalau tau kita bakalan pindah tinggal di sini. Kakak tinggal di mana? kalau gak keberatan tinggal di sini juga dong supaya tambah rame, gak sepi" tawarku sambil merajuk padanya
"boleh banget kak, kapanpun kakak mau sekedar nginep atau mau tinggal di sini pintu ini selalu terbuka untuk kakak, tapi selama aku kerja ya,, kan kalau aku gak kerja lagi aku gak tinggal di sini juga, hehe" ucapku sambil menghampirinya dan segera memeluk hangat tubuhnya yang ramping
"ma kasih sayang, kamu baik banget deh" ucapnya sambil melepaskan pelukanku dan mencubit pipiku gemas
"ih kakak, nanti pipiku jadi chubby" protesku
"gak apa apa lah, supaya jadi tambah gemesin" ucapnya lagi
__ADS_1
"udah semua kan ya sha? belanjaan kamu udah di bawa masuk semua kan?"tanyanya
"sudah kak, itu sudah aku taruh di sofa ruang tamu. Aku gak taruh di kamar karena biar Esty milih dulu dia mau pakai kamar yang mana" jawabku lagi
"Masyaa Allah, baik banget Ade kakak yang satu ini, jadi tambah sayang deh"
" udah yuk kita pulang kalau semua sudah beres, kakak juga harus balik ke kantor soalnya" ajaknya
"iya kak, yuk kita pulang. Aku udah gak sabar kasih tau ke Esty kabar bahagia ini, semoga dia seneng ya" harapku
"Insyaa Allah dia pasti seneng dan bangga sha punya temen kayak kamu"
"iya kak, dia sahabat pertama aku, ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di kota ini kak. Dia orang pertama yang mengulurkan tangannya untuk membantuku dengan memberiku tumpangan untuk tinggal bersamanya, dia yang selalu ada untukku, menghiburku, mau mendengarkan semua keluh kesah ku yang selama ini hanya aku pendam sendiri. Aku sangat beruntung bisa bertemu dan bersahabat dengannya dan sekarang rasa syukurku makin bertambah dengan adanya kak Elin sebagai kakakku, terimakasih ya kak sudah mau membantuku seharian ini dan ku harap kakak jangan bosan ya untuk selalu membantu dan membimbingku"
"iya sha, Insyaa Allah, kakak akan selalu berusaha untuk menjadi kakak yang baik untuk kamu. udah yuk ah Melo melonya, time to balik kantor lagi" ajaknya sambil menggenggam erat tanganku
Masyaa Allah, terima untuk hari ini. Hari yang penuh dengan kejutan dan kebahagiaan, hari ini bertambah lagi orang yang perduli dan sayang padaku.
Alhamdulilah..
__ADS_1