
Malam itu Nayaku tidak seperti biasanya, ia rewel sekali, badannya juga sedikit demam. Mungkin masuk angin karena memang tadi sore aku memandikannya agak sedikit menjelang magrib. Kak Mirna sudah mengingatkan untuk tidak memandikannya karena sudah terlalu sore takut masuk angin, nasehatnya tapi aku tetap memandikannya karena takut anakku gerah di malam harinya. Tidurnya gelisah dan sedikit ada suara mendesis dari mulut kecilnya. Aku mencoba untuk tenang dan tidak panik, meskipun jujur saja aku takut terjadi apa apa dengan Nayaku. Selalu kupeluk ia dalam gendonganku, tidak kulepas dari gendonganku sama sekali. Aku takut, takut sekali. Dimana mas Arya? di saat seperti ini aku sangat membutuhkannya, membutuhkan figur seorang suami yang dapat menenangkan kegundah gulanaanku. Hampir subuh baru aku berani melepaskannya untuk tidur di atas tempat tidur karena demamnya sudah sedikit turun dan tidurnya pun sudah lebih tenang. setelah kumandang azan tidak terdengar lagi di pengeras suara di masjid segera kuambil air wudhu untuk segera menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah yaitu sholat subuh. Ku sholat dengan khusyuk setelah itu aku memanjatkan doa memohon kesembuhan untuk anakku, "yaa Rabb tuhan hamba yang maha melihat, maha mendengar dan maha berkehendak. Aku hambamu yang penuh dosa ini memohon pun atas segala khilaf dan kesombongan yang telah hamba perbuat, yaa raab yang maha agung hanya kepadamu hamba memohon dan hanya kepadamu hamba memohon perlindungan,, yaa Allah hamba mohon sembuhkanlah anak HBA yang sedang sakit yaa Allah, jauhkanlah ia dari segala marabahaya dan selalu berkanlah hamba kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian darimu ini yaa Rabb. Hamba yakin bahwasanya engkau adalah tuhan hamba yang maha adil dan maha baik,, engkau tidak akan memberikan ujian dan cobaan melainkan hamba mampu untuk menjalaninya. hamba hanya memohon berilah hamba kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujianmu ini yaa Rabb. yaa Rabb tuhan hamba yang maha penggenggam hati manusia,, jika memang mas Arya adalah suami dan imam yang terbaik yang engkau pilihkan untuk hamba dan anak hamba lembutkanlah dan bukakanlah hati mas Arya hamba yaa Rabb, robahlah prilakunya agar jadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab dengan keluarganya dan jika memang mas Arya bukan yang terbaik untuk hamba dan anak hamba maka jauhkanlah dia dari kehidupan hamba yaa Allah,, hamba sudah tidak kuat lagi dengan semua perbuatannya kepada hamba dan anak hamba, hanya kepadamu hamba meminta,hamba bergantung dan hamba berserah diri. Tuhan semesta Allah,, aamiin" doaku memohon ampun dan memohon jalan keluar untuk semua masalahku. Aku yakin dengan segenap keimananku bahwa Allah akan memberikan keputusan yang terbaik untuk aku dan anakku. Tuhanku tidak pernah salah memberikan beban kepada pundak siapa yang ia kehendaki karena ia tuhan hamba yang maha mengetahui dan maha bijaksana. setelah puas aku bercurhat ria dengan rabbku kurapihkan mungkena dan sajadahku, kurebahkan badan yang lelah ini untuk sedikit mendapatkan haknya yaitu istirahat. selagi anakku tertidur lelap akupun berusaha mencoba untuk tidur, mengistirahatkan tubuh ini agar ketika bangun nanti aku bisa lebih kuat dan tegar dalam menghadapi hidup yang keras ini,, bismilah,, semangat💪 ucapku menyemangati diri sendiri agar kuat menghadapi esok hari yang Insyaa Allah lebih baik dari hari ini..