Kurir Arwah Penasaran

Kurir Arwah Penasaran
The New Keeper


__ADS_3

Matahari mengintip dari balik tirai, Reino bersusah payah membuka matanya. Ini hari Minggu dan ia malas sekali keluar rumah. Tiga Minggu telah berlalu sejak kejadian memilukan itu. Reino sudah pulih dan belum ada tugas baru untuknya.


"Waktunya malas-malasan!" serunya sambil meregangkan otot.


Ia membuka tirai dan membiarkan cahaya matahari masuk ke kamar besarnya.


"Selamat pagiii duniaaaa!" teriaknya lantang membuat bi Sri terkikik geli dari taman.


"Selamat pagi mas Reino!" teriak ni Sri balik.


Reino terkejut, ia tersenyum tengil. "Eh, ada orang kirain nggak ada. Masak apa bi?!"


"Hari ini libur mas, tuh temen mas Reino dateng! Bawain makanan banyak banget kayak mau pesta."


"Temen? Temen yang mana ni?" Reino mengernyit heran karena terakhir yang menginap di rumahnya adalah Damar tapi itu sudah lama sekali.


"Itu yang tempo hari nginep sini. Yang cakep bener kek model pakaian dalam!" jawab Bi Sri santai sambil menyiram tanaman.


Reino mengingat sejenak, matanya membulat sempurna. "Mas Ferdi!"


Reino bergegas turun ke bawah menuju ke ruang makan. Seseorang sedang membelakangi dirinya, perawakannya mirip sekali Ferdian.


"Mas Ferdi?!" 


Lelaki itu menghentikan kegiatannya, memutar tubuhnya sambil berkata, "hei pagiiii mas Reiiiiin! Sarapan yuuuk, Eike udah siapin semua masakan kesukaan mas Rei. Ehm, nggak semua sih yaaa, ada kesukaan Louise dan juga Eike dong!"


"John? Ngapain kamu disini? Aku kira tadi mas Ferdi!" Reino kecewa.


"Iiish akika mau numpang sarapan dimari! Tapi modal banyak Eike, tuh macem-macem model makanan!" John berhenti dan berteriak kencang. "Louise, Lou! Cepetan bangun turun, sarapan!"


"Eeh tunggu, Louise nginep disini? Kapan, kok aku nggak tahu?"


John menatap Reino dengan mata berkedip-kedip, "semalem! Abis pargoy kitaaah, kemalaman nginep deh disindang!"


"Whaaaat?! Kalian menginap tanpa izin aku? Waah, bagus banget! Dipikir rumah aku losmen kali!"


John terkekeh, ia cuek saja dan langsung mengambil posisi untuk makan. "Nggak usah bawel jej ya, duduk, makan!" Suara bariton John menggema membuat Reino mau tak mau menurut.


"Morning Rein!" sapa Louise yang tampak cantik dengan gaun kuning kebanggaannya.


Reino hanya mengikutinya dengan tatapan kesal. Ia memakan nasi gorengnya dengan lahap, aneka makanan di depannya sama sekali tidak menarik minat.


"Apa mas Ferdi baik-baik saja?" Reino bertanya karena dirinya penasaran tak ada kabar apapun tentang mantan partnernya itu.


Louise dan John tak menjawab keduanya saling bertatapan. Reino menanti jawaban yang tak kunjung diberikan padanya. Hingga akhirnya ia berhenti makan dan mengulang pertanyaan yang sama.

__ADS_1


"Apa kalian akan tetap bungkam dan tidak memberitahukan padaku apa yang terjadi?"


Louise menarik nafas panjang, ia meletakkan pisau roti nya lalu menjawab. "Apa yang mau kamu tanyain? Bukannya kamu sudah tahu kalau Ferdian adalah pengganti Thomas?"


"Iya aku tahu tapi setidaknya beritahu padaku dimana dia sekarang? Aku sama sekali nggak dengar kabarnya!"


"Tentu saja menjalankan. Tugasnya sebagai Penjaga, apalagi?" sahut Louise lagi.


"Fine kalau kalian nggak ada yang mau jawab! Kalian nggak fait dengan memanipulasi keadaan untuk menjadikan mas Ferdi the next Keeper!" sungut Reino kesal.


"Aku tahu kalian ada dibalik semua ini kan? Kau John, kau merasuki Heri dan melakukan pembunuhan itu kan? Dan kau Louise entah apa peranmu tapi kau ada disana dan tebakanku kau juga yang menebar semua sidik jari Agung di TKP!"


"Lalu kau juga yang memukul kepala Agung dan membawanya ke hutan dengan portal dimensi bukan?" Cecar Reino pada kedua pengendali kurir itu.


"John menyamar menjadi Heri dan membunuh Agung untuk menutup semua drama. Betul kan?" 


Ketiganya saling menatap, tanpa adanya pembelaan diri itu artinya asumsi Reino benar. "Kalian benar-benar mengerikan!"


"Kami harus melakukannya." sahut singkat John.


"Kalian mempermainkan takdir seseorang!" ujar Reino kesal.


"Well tidak juga, kami hanya sedikit memodifikasi saja. Harus ada pengorbanan dari setiap tujuan bukan?" Louise membela diri.


"Hhm, benarkah? Itu hanya sedikit negosiasi." Lagi-lagi Louise menjawab dengan penuh misteri membuat Reino kesal.


"Ya, ya terserah kalian! Sejak kapan makhluk gaib seperti kalian menepati janji, heh!"


John dan Louise mengedikkan bahunya bersamaan. "It's just for a long time ago Rein … very, very long time!"


*


*


*


Suara sirine berbunyi nyaring tanda kereta akan segera lewat, pintu perlintasan kereta menutup sempurna. Puluhan kendaraan berhenti menanti kereta lewat. Beberapa menit berlalu tak ada satupun gerbong yang lewat hingga membuat para pengguna jalan menggerutu.


"Mana keretanya sih! Lama bener, udah berapa jam kita nunggu!" celetuk kesal salah satu pengendara sepeda motor.


"Pengawas lainnya mana sih?! Udah buka aja deh kalo.emang nggak ada yang lewat!" ucapan pengemudi mobil disahuti pengendara lain. 


Seorang bapak paruh baya nekat turun dari kendaraannya, ia celingukan ke dalam posko dan tidak menemukan siapapun disana. Akhirnya ia nekat membuka portal penutup perlintasan kereta api. Baru saja terbuka setengah, tiba-tiba suara kereta api yang begitu keras terdengar menderu diikuti angin kencang yang hampir saja menghempaskan tubuhnya.


"Astagaaaa, hampir saja kita semua celaka!" 

__ADS_1


Suara yang hampir sama terdengar mendengung bak rombongan tawon. Fenomena ganjil terasa saat kereta super cepat itu meluncur begitu saja tanpa ada tanda-tanda.


"Gerbong setan!"


"Iya betul itu pasti kereta setan!"


Rangkaian gerbong yang melaju kini tak lagi tampak tapi jejaknya meninggalkan aura negatif menakutkan.


Reino berdiri di peron seperti biasa menunggu kedatangan kereta arwah. Akhirnya ia mendapat panggilan tugas, titik terang muncul dari kejauhan. Reino tersenyum.


"Baiklah, mari kita bekerja lagi."


Kereta dengan tiga belas gerbong berhenti hanya beberapa meter dari Reino. 


"Waah armada baru kayaknya nih!" ucapnya spontan saat melihat kereta bergaya modern ala kereta super cepat di negara maju.


Pintu lokomotif terbuka. Seorang lelaki berpakaian sangat rapi berjalan dengan tenang ke arah Reino. Topi fedora bermotif garis berwarna coklat bertengger gagah di kepalanya. Tubuhnya atletis, berwajah tampan dengan tatapan tajam menggoda ala pria metroseksual. 


"Selamat malam tuan Reino, siapkah anda untuk tugas selanjutnya?"


Reino ternganga tak percaya, Ferdian kini berdiri dihadapannya. Penampilannya jauh lebih muda dan fresh, bahkan jauh lebih tampan.


"Oh my Gosh! It is you mas?!"


Ferdian tersenyum lebar, "yup this is me, Ferdian the new Keeper!"


Reino memeluk tubuh wangi Ferdian, ia tertawa bahagia hingga meneteskan airmata. Setelah beberapa saat kemudian ia melepaskan pelukannya.


"Thomas benar kau akan menjadi orang baru yang sangat berbeda. Look at you now, perfect!" jari Reino membentuk huruf o kecil.


"Well awalnya sulit but here I'm now! Ready for the next mission?" Ferdian bertanya sambil mengerlingkan mata.


"Yes Sir, I am!"


...~~ E N D ~~...


selamat sore teman2 🙏


Akhirnya kelar juga kereta arwah, terimakasih atas dukungan. Selanjutnya mampir yuk di novel terakhir saya sebelum Hiatus dari noveltoon


... "Super Chef System'"...


thanks for all love to me...see u on next season😘😘


cium sayang ~ Lia❤️

__ADS_1


__ADS_2