Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Balik ke kota


__ADS_3

Setelah membungkus masakan itu menggunakan daun pisang Dani kembali ke kamar untuk siap-siap berangkat, Setelah semuanya siap Dani kembali turun. di liatnya di depan rumah Seila sudah siap dengan tas ransel di pundak dengan berkacak pinggang dan rambut terurai.


"Ya ampun bebku sudah ada di bawah, jangan sampai dia marah lagi." Dani cepat-cepat menuruni anak tangga menghampiri Seila. Seila terlihat lebih sangar lagi dari sebelumnya, wajahnya terlihat lebih masam, tiba-tiba saja dia langsung menyemprot Dani dengan kata-kata andalannya.


"Ya ampun, ini sudah jam berapa kita bisa telat ke kampus." Teriak Seila di depan Dani, dengan penuh kekesalan Dani hanya tersenyum semanis mungkin.


"Ehhh, Hantu warianya mana?" Tanya Seila mencari hantu waria di belakang Dani.


"lah, emang hantu nya harus di kasih ikut?" Tanya Dani.


"Iya dong beb, masuk dong cari hantu nya." Ucap Seila yang mulai kesal.


"Yang liat hantunya kan kamu, kamu saja yang panggil." Dani makin kesal juga mendengar perintah aneh-aneh nya Seila.


"Yaudah kita berangkat aja, Nek kami duluan yah." Ucap Seila ke neneknya yang menyaksikan perkelahian mereka.


"Nek kami duluan, nanti libur panjang kami balik lagi." Ucap Dani dan mencium tangan nenek itu diikuti Seila dari belakangnya.


Mobil itu melaju pergi terlihat dari kejauhan Vitha yang baru bangun menangis di hadapan neneknya karena tidak sempat berpelukan dengan Seila dan Dani.


"WAAAAA, WAAAAA, WAAAAAAAAAAA. Hiks Vitha menarik keluar masuk ingusnya dari hidungnya.


Suara tangisan Vitha semakin besar nenek berusaha menghentikan Vitha dan membujuknya.


"Sayang, kak Seila kan cuma pergi belajar nanti dia kembali lagi." Bujuk nenek dan mengusap-usap kepala gadis itu.


"Sungguh? Uhuhuhuuuu, Uhuuuu, Hiks" Tanya Vitha sambil menangis.


"Iya dong sayang, Vitha juga kan harus siap-siap untuk pergi belajar." Mendengar perkataan nenek, Vitha langsung menarik tangan neneknya masuk kembali ke dalam rumah. Tangisannya masih terdengar kecil tapi nenek tidak tega juga memarahi nya, biar bagaimana pun Vitha tetaplah masih anak kecil yang masih butuh teman yang banyak.


Hiiiiiiii hiiiii hiiii, hiks, Vitha masih saja menangis sampai di kamarnya sambil menarik keluar Masuk ingusnya.


...🦋🦋🦋...


Di perjalanan pulang Seila lagi-lagi tertidur di dalam mobil, Dani sibuk mengemudi sampai lupa kalau mereka sudah sangat jauh dari kampung itu.


"Enak banget tidur mu beb," Ucap Dani menggerutu kesal dengan Seila yang sangat menikmati tidurnya itu.


Ya ampun nih anak bikin iri aja deh, Dani benar-benar iri sekarang dengan Seila, padahal dia juga ngantuk.


"Hai," Suara dari kursi belakang.


"Suara, suara siapa?" Dani sempat mendengar suara itu.


"Hai, Dani suayang....." Tak, Suara seseorang memukul pundak Dani dari belakang.

__ADS_1


"Aduhhh," siapa lagi kalau bukan hantu waria itu, yang mempunyai suara lawas itu. Dalam lubuk hatinya Dani semakin tak karuan di buatnya.


"Dani.... Dani.... Dani suayang...." Dari depan, belakang, kiri, kanan, suara itu masih terus terngiang-ngiang di telinga Dani, Dani sontak saja ketakutan mendengar suara itu.


Brummm..... Mobil itu tiba-tiba terhenti, Seila kaget dan terbangun. dia melihat wajah Dani sudah pucat dan bergetar.


"Dani ada apa denganmu," Tegur Seila saat itu.


"A, Aku... aku... aku..." Dani tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan membuat Seila semakin panik dan heran.


"Ada apa sih Dani?" Tanya Seila kesal di buatnya.


"Seila Hantu.... Hantu waria," Dani menunjuk-nunjuk ke belakang agar Seila memeriksa nya. Seila lalu menoleh ke belakang, terlihat hantu waria itu melambaikan tangannya ke Seila.


"Argggg, Dani dia ikut sama kita Dani." Seila terus menutup muka nya, dia teringat mimpi buruk nya semalam.


"Kalian juahat.... Uhuhuhuuuu.... Uhuuuu....u... Hantu waria itu seperti menangis di kursi pojok karena kehadiran nya tidak di terima. Mendengar hantu itu menangis Seila dan Dani saling memberi kode, mereka kebingungan.


"Dani dia nangis!" Ucap Seila memberi kode Dani.


"Terus... Terus kita harus bagaimana?" Dani semakin ketakutan, kali ini ketakutannya sudah berlipat-lipat.


"Uhuhuhuuuu.... Uhuhuhuuuu...." Hantu waria di belakang mobil semakin menangis.


"Sebenarnya Kenap kamu mengikuti kami." Seila berbalik ke belakang membentak hantu itu, tapi hantu itu sudah hilang entah kemana.


"Serius kamu Seila?" Tanya Dani sambil melihat ke belakang menggunakan kaca spion.


"Iya aku serius, syukur..." Tiba-tiba Dani menghentikan perkataan Seila.


"Seila kamu salah, dia masih ikut di belakang kita." Kata-kata Dani barusan sontak saja membuat


"Aduhhh mau kamu apa sih?" Bentak Seila kesal.


"Hahahaha, Seila, seila... aku mau nya Dani..." Teriak Hantu waria itu.


"Hahahaha, Dani kayaknya hantu warianya suka sama kamu." bisikan Seila membuat bulu kuduk Dani semakin berdiri kali ini bukan karena takut tapi geli saja mendengarnya.


"Ish apa sih, kayaknya hantunya mau aku bacakan Yasin deh." Kesal Dani.


"Supaya apa Dani?" Tanya Seila.


"Supaya dia sukanya sama kamu, kamu kan perempuan." Ucap Dani sengaja menakut-nakuti Seila.


"malas ahh, kayaknya aku mau tidur lagi." Seila memejamkan matanya.

__ADS_1


"Seila, kita langsung ke kampus yah?"


"Iya, sekalian balikin hantu itu ke WC." Seila berbicara dengan nada yang lemah, seperti nya ngantuk nya datang lagi.


"Hahahaha, gila juga ide kamu." Kesal Dani dengan ide Seila barusan.


"Aku mau ikut yah sama kamyu." Hantu waria itu tiba-tiba mendekati Dani, sontak saja hal itu membuat Dani terkejut.


"ish kamu menganggu, pergi sana." Usir Dani jijik.


"kamyu jijik yah sayang." Ucap hantu itu lebay.


"ish, sana jangan dekat-dekat kamu." Bentak Dani semakin jijik. Dani rasanya sangat iri dengan Seila yang sudah terlelap lagi.


"Seila, Seila... hantu nya berani dekat-dekat." bisik Dani.


"biarin saja, hantunya bilang kalau dia sangat menyukaimu, dan ingin menciummu." Ucap Seila yang masih tidak sadarkan diri itu.


"Apa... Apa kamu bilang Seila, dia mau mencium ku?" Tanya Dani langsung kaget.


"iya, seperti ini katanya." Seila menarik leher Dani ke arahnya dan ingin menciumnya.


Hmmm...


"Ada apa dengan wanita ini, aku merasa jijik juga melihat nya, ish sana kamu."


Pang....


Suara keras menghantam pundak seila, Seila langsung terbangun. betapa kagetnya dia melihat tangannya sudah melingkar di leher Dani. Matanya langsung terbelalak seperti habis liat Hantu.


"Ada apa ini?" Seila bertanya kepada Dani.


"Ish harusnya aku yang tanya sama kamu, ada apa denganmu." Tanya Dani balik.


"Aku pikir aku sedang bermimpi di suruh hantu waria itu." Seila memegang kepalanya seperti nya kepalanya pusing.


"Ada apa Seila?" Tanya Dani khawatir.


"Gak tau nih kepala aku seperti pusing deh, mungkin karena aku mimpi buruk kali."


Syukurlah Seila tidak ingat sama sekali apa yang barusan dia katakan.


Huahahaha....


Suara tertawa sedang mengintainya, Dani dan Seila sempat mendengarnya. tidak salah lagi itu khas tertawa hantu waria itu.

__ADS_1


...🦋🦋🦋...


__ADS_2