Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Persiapan ekspor alam


__ADS_3

Semua sudah siap terlihat tas mereka sudah pada di isi bekal dan botol air minum masing-masing, Daniel mengecek perlengkapan di bawah.


"Tali udah, pompa udah, kemah juga udah, tambal bank juga udah, apa lagi yah yang belum?" pikirnya saat itu sambil mengingat-ingat. Dia lalu membuka bagasi mobilnya. Benar saja kompas jalan akhirnya Daniel mengambil kompas jalan itu lalu membawanya ke atas rumah.


Terlihat yang lain udah pada siap di dapur untuk makan. Daniel lalu masuk ke dapur, mereka semua sudah duduk di lantai sambil menunggu giliran masing-masing. kali ini lauk mereka beragam macam ada ikan, ayam, udang. sayurnya juga ada dua jenis ada kangkung tumis dan sayur bayam campur jagung.


"Kalian makan secukupnya aja entar sakit perut di jalan kalau kekenyangan." nasehat seila.


"Ceweknya kalau ada yang mau buang air kecil panggil aku aja," ucap Daniel.


"Otak mu mesum, jangan mau di jaga dia otaknya eror." timpal zaka.


Setelah semua selesai makan mereka lalu pamitan ke tuan rumah nenek Seila.


"Nek pamit dulu yah kita mau ekspor alam," pamit seila dan teman-teman nya.


"Seila bawah jimat yang di kasih ibumu itu bisa menjaga kamu dan teman-temanmu dari marabahaya makhluk gaib dan tersesat di jalan." nasehat nenek mengingatkan seila.


"Iya nek udah ada di dalam tas, seila berangkat dulu yah." Seila dan temannya lalu mencium tangan nenek Seila mereka semua memeluk nenek itu satu persatu.


"Nek kami berangkat doakan pulang dengan selamat yah." ucap lani.


"iya nak, kalian jaga diri kalian dan jaga teman-teman kalian juga. Hutan itu belum terlalu banyak orang yang berani masuk ke dalam." Nasehat nenek.


"Iya nek, assalamualaikum." mereka semua lalu turun ke bawah.


"Waalaikumsalam," nenek lalu di luar teras memperhatikan mereka semua.


Sepeda mereka sudah lengkap, para cowoknya bagi tugas ada yang bawah pompa ada yang bertugas bawah tali dan ada yang bertugas memasang bendera di setiap arah yang mereka jalani. kali ini yang pegang kompas ketua mereka sendiri yaitu Dani, hanya Dani yang bisa di ajak serius yang lain pada somplak friends susah di ajak serius pada banyak bercanda.


Alhasil mereka semua ternyata pada pintar naik sepeda jadi tidak perlu satu orang jadi beban. hanya saja mereka belum terbiasa aja naik sepeda mengespor hutan.

__ADS_1


"Kalian udah pada siap, sekarang kalian berdoa sesuai keyakinan masing-masing untuk meminta keselamatan." mereka semua lalu berdoa. Terlihat banyak orang yang keluar dari rumah untuk menyaksikan mereka.


"Mereka pada ganteng dan manis-manis yah, pada sopan-sopan lagi. saat mereka melewati sederet orang yang menatap mereka, semua pada sopan dan senyum.


"Permisi kami izin lewat yah Bu," ucap seila dan teman nya yang lain.


"Iya mba seila silahkan," ucap ibu-ibu itu.


"Kalian mau ke mana yah?" Tanya salah satu cowok di samping seila.


"Owhh kami mau jalan-jalan ke hutan dekat kampung ini." ujar Dani dengan sopan.


"Kalian tau jalan?" tanya cowok itu terlihat dari badan nya dia bukan pria sembarangan. badan nya cukup atletis.


"Ehh nggak terlalu paham sih," ucap seila sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Gimana kalau aku ikut jadi pemandu kalian," ucap nya menawarkan diri.


"Yah kalau mas nya punya sepeda sih boleh-boleh aja,"


"Ada aku punya sepeda gunung kayak kalian, gimana boleh nggak?" tanya nya lagi.


"Iya mas boleh, oh iya kami cuma bawah bekal makanan aja sama air Aqua untuk bekalnya kalau mas mau siapin bekalnya boleh beli di jalan nanti juga gak masalah." ucap Moli.


"Beli di jalan aja mas, kebetulan kan aku dapat cuti libur di kantor jadi pulang kampung, eh kebetulan ketemu kalian jadi niat mau ikut." ujarnya dengan sopan.


"Iya tidak papa kami tunggu yah," ucap seila, seila memang kenal sama mas itu tapi usianya terpaut sangat jauh dengan pria itu, mungkin sudah masuk kepala tiga sedangkan mereka masih 20an keatas seila aja masih dua puluh dua tahun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah beberapa menit untuk menunggu pria itu dia lalu membawa sepeda nya keluar dengan tas ransel dan bekal di dalam nya. yang membuat mereka kaget sepeda yang di pake nya ternyata lebih mahal dari sepeda anak-anak orang kaya itu.

__ADS_1


"Wah mas sepeda nya cakep ini memang khusus sepeda gunung." ucapnya.


"Sepeda kalian semua juga pada bagus pasti mahal." ujarnya.


"nggak mahal kok mas, yok jalan yok." ucap Dani lalu mereka semua menuju jalan besar di jalan besar nanti ada jalan yang menuju hutan.


Mereka semua mengarungi jalan raya itu, terlibat orang-orang di kampung pada melihat mereka dan berbisik-bisik.


"Loh aku tidak pernah ketemu mereka di kampung kecuali perempuan yang itu dengan laki-laki yang satu itu." Ucap salah satu ibu-ibu.


"Hei mas Doni mau kemana nih pagi-pagi udah pada naik sepeda aja." teriak salah satu pria yang ada di warung itu.


"Ini mas mau jalan-jalan sama mereka semua." ujar mas doni menanggapi pria itu dan ternyata teman nya sendiri.


"Hati-hati di jalan yah mas," ucap nya sambil melanjutkan sarapan nya.


"Lur bentar ke rumah yah, jalan-jalan kalau aku sama mereka udah pulang." ucap Doni.


"Jam berapa lur?" Tanya nya lagi.


"Sore aja kayaknya kami agak lama ekspor alamnya atau malam aja gak papa." ucapnya.


"Okey siap lur." mereka semua lalu meninggalkan tempat itu.


Cukup melewati beberapa rumah sudah sampai di kawasan hutan. Tak lupa mas Doni menasehati mereka semua sebelum masuk ke hutan ada aturan yang harus di jaga agar tidak menganggu penghuni lain.


"Okey, jadi kalau kita mau masuk ke hutan harus baca doa dulu dan permisi sama penghuninya biar kita tidak digangguin." Nasehat mas Doni.


"Iya mas Doni bener tuh," ujar Renata menanggapi nya, Terlihat mas Doni hanya tersenyum ke arah Renata.


Mereka lalu berdoa dengan keyakinan mereka masing-masing sebelum memasuki hutan.

__ADS_1


__ADS_2