
Di perjalanan Vitha sudah tertidur pulas dengan memeluk boneka pemberian darinya. Di perjalanan pulang Dani melihat ada seorang perempuan cantik berjalan di pinggir jalan dengan gaya yang acak-acakan. Melihat hal itu pandangan Dani terus tertuju ke arah wanita itu, tiba-tiba wanita itu melambaikan tangan dan menyuruh Dani untuk berhenti.
Dani menghentikan mobilnya, dia lalu turun menghampiri wanita.
"Ada apa mba," Tanya Dani, Tapi anehnya wanita itu justru terus menunduk tanpa bersuara.
"Mba ada apa, apa aku bisa membantu mu?" Tanya Dani lagi, lagi-lagi wanita itu hanya menunduk tanpa bersuara Dani semakin merinding.
Wanita ini kok aneh yah, dia seperti habis dari hutan.
Tanpa pikir panjang Dani meninggalkan wanita itu dan naik kembali ke mobil, Mobil itu melaju kencang. Di kejauhan wanita itu masih berjalan tergopoh-gopoh dan menghilang di tengah jalan. Melihat kejadian itu Bulu kuduk Dani merinding, ternyata dia baru sadar kalau sekarang sudah pukul 6 sore.
Dani buru-buru ngebut terlihat di sampingnya Vitha masih tertidur lelap, sesampainya di kampung rupanya sudah malam. Dani menggendong Vitha masuk ke dalam rumah dan menidurkannya di kamar tidur, Terlihat Seila sudah kesal denganya.
"Dani, kok lama banget sih?" Tanya Seila khawatir.
"Kamu khawatir yah beb?" Tanya Dani.
"Tidak, aku cuma mau jalan-jalan sore tadi." kesal Seila.
"Maaf deh, tadi kami habis dari jalan-jalan sama Vitha jadi kelamaan." Dani berusaha membujuk Seila, Seila hanya mengangguk Dan balik ke kamar tidur.
"Ngambek," Ledek Dani dengan tersenyum kecil di wajahnya.
Saat Seila ingin tidur tiba-tiba dia mendengar seperti ada suara pintu terbuka di luar, tanpa pikir panjang dia mengambil jaket di pinggir tempat tidur dan memakainya. Seila mengendap-endap keluar dari rumah, di liatnya Dani sedang memakai sepatunya di tangga.
"Satu... dua... tiga... Woaahhh" Cindi memukul pundak Dani, Dani langsung parno dan ingin teriak tapi mulutnya sudah di bungkam oleh Seila agar tidak membangunkan para penghuni kampung.
Dani langsung melepas tangan Seila," kamu apa-apaan sih, ngagetin aja." kesal Dani.
"Mau jalan kok tidak ajak-ajak," Ucap Seila sambil memasukkan tangannya di saku jaket dengan kesal.
"Yaelah beb kok ngambek sih, jalan yuk." Dani menarik tangan Seila untuk berjalan-jalan keliling kampung. Seila lalu melepaskan pegangan dari Dani, dan tersenyum kesal.
__ADS_1
...🦋🦋🦋...
Mereka berjalan-jalan keliling kampung itu, rasanya sudah lama Seila tidak jalan-jalan di kampung itu. Dani terlihat sangat menikmati alam yang sejuk dan dingin ini. Di jalan Seila melihat ada pos ronda tempat berkumpulnya para pria yang bertugas Ronda malam.
"Dani... kayaknya ada ronda malam, singgah yuk." Ajak Seila, Dani hanya bisa mengikuti ajakan Seila. Terlihat di Rinda itu ada beberapa pria yang sedang main domino dan kartu as.
"Permisi pak, boleh ikutan gabung?" Seila menawarkan diri.
"Iya boleh non," Ucap pria itu.
"Bukannya Seila?" Tanya seorang pemudah.
"Iya Seila, aku kok lupa nama kamu siapa?" Tanya Seila balik.
"Kita kan teman kecil, namaku Robin." Robin menyalami Seila.
"Aku Dani," Dani menjabat tangan Seila.
"Kami..." belum selesai Seila melanjutkan perkataannya Dani langsung melanjutkannya.
"Kami Sehati..." Dani memberi kode ke Robin, Mendengar hal itu semua yang ada di pos itu tertawa.
"Ohh pacarnya, silahkan duduk." Ucap bapak itu. Terlihat api kecemburuan di mata Dani saat melihat keakraban Seila. Lagi-lagi Seila hanya bisa mengusap dada agar tidak emosi.
Dani... kamu apa-apaan sih, kita kan cuma teman. kesal Seila dalam hati.
Di pos itu mereka bergiliran main kartu sambil ngobrol, sampai tiba di salah satu peristiwa yang menarik di dengar oleh Dani dan Seila.
"Seila di kampung ini ada suatu peristiwa yang menarik loh, kamu pernah dengar?" Tanya Robin kepada Seila.
"Peristiwa seperti apa sih, aku kok kepo yah!" Ucap Seila dengan sedikit penasaran.
"Yaelah, seluruh kampung juga sudah tau," Ucap Robin sengaja memancing kepenasaran Seila.
__ADS_1
"ish, cerita dong Robin." Rengek Seila kepada teman kecilnya itu. tanpa pikir panjang lagi akhirnya Robin menceritakan kejadian yang pernah terjadi di kampungnya.
"Waktu itu kamu pindah ke Jakarta, kejadian tak diinginkan telah terjadi, mba Lastri seorang penghuni desa yang sangat cantik rupawan, suatu hari dia pergi jalan-jalan di kampung lain untuk liburan bersama temannya." Robin melanjutkan ceritanya.
"Saat itu dia bertemu seorang pria yang sangat gagah, namanya Sadli pria itu memang sangat gagah dan sangat suka menggoda wanita lain. Suatu hari Lastri di jodohkan tapi Lastri tidak mau dia lebih memilih Sadli, sampai akhirnya perjodohan di batalkan. Sadli juga menjauh dari kehidupannya dan pergi meninggalkan dirinya, saat itu Lastri sangat benci dengan sadli dan semua kebohongan yang di katakan padanya."
"Lastri kok tidak mau di jodohkan, apa terjadi sesuatu kepadanya?" Tanya Dani.
"Iya, bencana telah datang pada diri Lastri, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Sadli ternyata telah menghamili nya dan bermain dengan wanita lain di belakangnya."
"Terus apa yang terjadi dengan Lastri?" Tanya Seila.
"Lastri waktu itu hamil muda, ketika keluarganya tau dia di kurung di rumah." Ucap Robin.
"Terus, Sadli lari kemana?" Dani semakin kepo saja sama apa yang di cerita oleh Robin.
"Waktu itu dia di pasung di rumah agar tidak bisa keluar-keluar, bapak sudah mencari tau keberadaan Sadli ternyata sadli bukan asli kampung itu, dia juga pendatang yang numpang di rumah keluarga nya." Kesedihan terlihat di wajah Robin.
"Apa bayi nya selamat?" Tanya Seila.
"Lastri sempat pingsan untuk kesekian kalinya, karena stress dengan situasi ini. Hidupnya selalu tertekan keesokan harinya aku pergi ke gubuk untuk mengecek keadaanya tapi dia..." Robin tiba-tiba terdiam.
"Ada apa, apa yang terjadi?" Ucap Dani yakin terjadi sesuatu kepada Gadis itu.
"Kehamilannya ternyata sudah masuk 9 bulan dan dia pendarahan hebat di gubuk itu, Akhirnya Lastri di bawah ke rumah sakit, di rumah sakit Lastri tidak bisa di selamatkan tapi bayinya tetap selamat."
"Apa Lastri punya pesan terakhir sebelum meninggal?" Tanya Seila, kali ini Robin benar-benar dipenuhi seputar pertanyaan dari Dani dan Seila.
"Huhuhu.... Iya berpesan kepada ku untuk menjaga anaknya dan menganggapnya sebagai anak," Robin menangis sejadi-jadinya, dia tidak tau kenapa tiba-tiba menjatuhkan air matanya.
Saat itu Dani dan Seila hanya terdiam dan menguatkan Robin, orang-orang di pos itu juga tau cerita yang sebenarnya malah ikutan terharu dan menguatkan Robin. Tiba-tiba Seila semakin ingin tau apa hubungan Robin dan Lastri kenapa seperti nya di cerita itu dia sangat dekat.
...🦋🦋🦋...
__ADS_1