
Mereka sampai di restauran milik Daniel, seila dan dani turun dari motor menuju ke restauran itu. Entah sudah berapa lama mereka tidak pernah jalan-jalan ke sini lagi. Dengan senang hati Seila berjalan di susul oleh Dani di belakangnya. Hari ini dia menggunakan celana tentara laki-laki dan baju lengan panjang. Celana tentara itu di kasih oleh omnya untuk hadiah ulang tahun Seila.
Dani ikutan di belakang Seila Saat masuk ke dalam restoran rasanya perut nya mulai berbunyi, Mereka duduk di kursi paling pojok menunggu kedatangan Daniel.
"Dani kamu pesan yang mana?" Ucap seila dan memberikan ke dani menu restoran itu.
"Aku pesan ini aja, Ayam geprek level pedas dengan Air putih dan jus alpukat." Ucap Dani sambil menunjuk-nunjuk menu makanan itu.
"Okey Kalau begitu aku juga, bagaimana kalau kita pesan tiga satunya untuk daniel?" Ucap seila.
"Yaelah seila gimana kalau dia tidak bisa makan pedis?" Tanya Dani.
"Ya udah aku chat nih," Seila lalu memberi tau Daniel kalau sekarang dia sudah sampai di restoran milik nya," baru saja terkirim pesan itu, Daniel sudah nongol di pintu restoran. Terlihat kalau dia sedang mencari seseorang seila tersenyum melihat kedatangan Daniel.
"Hei Daniel, kami di sebelah sini." Teriak seila, Mendengar ada yang memanggilnya Daniel berbalik dan langsung menghampiri kedua teman nya itu.
"Halo bro, lagi pesan apa nih." Ucap Daniel.
"Yaelah kayak kawan baru ketemu selama bertahun-tahun." Ucap seila.
"Eh kalian pesan apa sih?" Tanya Daniel lagi.
"Kami rencana pesan ayam geprek yang super pedes, gimana kalau kita lomba." Seila memberi usulan.
"Sepertinya aku setuju, tapi aku tidak bisa makan yang terlalu pedes." Ucap Daniel
"Yasudah kita pesan level sedang aja, siapa yang tidak kepedesan." Ucap seila.
"Gak seru, mending makan aja gak usah pake lomba-lomba segala." Ucap dani.
"Tapi kan seru kalau ada lomba kayak gitu nya, ayo dong sekali-sekali," Rengek seila sambil memohon-mohon dengan menarik lengan baju dani.
"Iya deh aku ikut, biar aku yang pesan yah." Ucap Daniel.
"Eits biar aku saja," Seila lalu berjalan mendahului Daniel dan memesan 3 paket geprek level sedang kepada kasir.
__ADS_1
"Minumnya jus Jeruk yah." Teriak Daniel.
"Mau pesan apa mba," Ucap kasir.
"Aku dan temanku, mau pesan tiga paket geprek sedang dengan jus alpukat dua, jus jeruk 1 dan air putih dingin nya 3." Ucap seila dengan menunjuk temanya di belakang, saat kasir menatap teman seila terlihat Daniel tersenyum dan melambaikan tangan ke kasir itu.
"Ohh iya mba, sabar menunggu yah mba." ucap kasir, Seila kembali ke kursi nya.
"Eh Daniel kok kasir itu mirip sama kamu?" Tanya seila penasaran.
"Iya dong mirip, dia kan adik aku." Ucap Daniel.
"Pantesan waktu kamu aku menunjuk mu dia memonyongkan mulut." Ucap seila.
"Hahahah, Memang adik sama kakak tidak ada bedanya." Ledek Dani.
"Eh Dia sudah kelas berapa?" Tanya seila lagi.
"Ya ampun dia sudah kuliah, tapi katanya kalau pulang kuliah dia mau bantuin kakanya jualan untuk uang tabungan." Ucap Daniel.
"Yah sering sih, tapi aku bilang sama dia tidak usah di ladenin." Ucap Daniel.
...🦋🦋🦋...
Beberapa menit kemudian makanan pesanan mereka datang, Cindi begitu ngiler sama baunya.
"Waw ini sangat harus, kayak ada rasa-rasa..." perkataan seila terpotong dan di lanjut oleh danil.
"Rasa-rasa cinta antara dani dan seila." Sambung Daniel.
"Apaan sih, liat tuh muka nya merah." Ledek Seila ke dani yang langsung salah tingkah.
"Dani kapan sih di lamar? nanti keburu di ambil orang loh, lumayan cewek keren gini." Puji Daniel kepada seila.
"Ngaco kamu kuda Nil, jangan di tanya gitu dong beb aku." Ucap seila sambil merangkul Dani yang langsung salah tingkah mendengar perkataan Daniel.
__ADS_1
"Okey sekarang kita akan lomba makan tapi makannya jangan buru-buru dong nanti tersendat loh." Ucap seila.
"Yapss siapa takut, kayaknya aku tambah sambal deh." Seila merasa sambal nya kurang, dia lalu menambahkan sambal mentang di piringnya sebanyak satu sendok. mata Daniel langsung terbelalak kaget, dani malah ikutan tambah satu sendok.
"What, are you Serious?" Mata Daniel masih melototi sambal yang ada di piring Dani dan seila.
"Okey sekarang waktunya makan," Seila membaca doa diikuti dani dan Daniel, mereka lalu makan. Yang membuat Daniel kaget Seila dan dani bahkan tidak kepedihan sedangkan dirinya sudah kepedesan.
"Kalian kok bisa makan sambal sebanyak itu?" Tanya Daniel terheran-heran.
"Daniel ini Lombok nya menyatu sama garam loh makanya di lidah kami tidak terlalu pedas." Jelas Seila, sambal itu memang terasa asin dan pedas tapi itulah yang membuatnya enak. Setelah makan siang Daniel dan kedua teman nya berbincang-bincang.
"Aku tau nih, pasti kalian sudah sering lomba makanan pedas, sialan kamu bro tidak ajak-ajak." Ucap Daniel dengan memukul pundak Dani pelan.
"Yah kami pikir kamu tidak tahan sama pedas makannya kami tidak mengajak mu, kami cuma berdua saja." jelas Dani.
"Kalian memang yah tidak bisa di pisahkan, lihat nih yah aku geser dani dan duduk di dekat seila pasti nih anak cemburu lagi. Tunjuk Daniel ke arah Dani.
"Ngaco nih bocah," Seila menjitak kepala Daniel, ngaconya sudah berlebihan walaupun sebenarnya Dani beneran cemburu.
"Ya udah kami izin pulang yah," Izin Seila kepada Daniel.
"Eits bro tunggu dulu, pemenang lomba tadi siapa dong." Ucap Daniel sambil senyum-senyum. Seila dan Dani menunjuk ke arah nya.
"Yes, itu artinya aku bisa ikut lomba dong gabung sama kalian, lain kali kalau aku kalah aku traktir deh." janji Daniel kepada kedua sahabatnya.
"Serius nih janji yah, aku pegang nih kata-kata kamu." Timpa Dani.
"Siap bro..." Daniel tersenyum ke arah mereka berdua untuk meyakinkan kedua sahabat nya.
Dani dan seila naik ke motor dan pergi dari tempat itu. Daniel hanya menatap kepergian kedua sahabat nya yang mulai menjauh, dia tau benar perasan Dani ke seila seperti apa bahkan mereka berdua pernah saling marahan karena saling cemburu jika salah satu dari mereka dekat dengan Seila, sampai akhirnya Daniel menyerah dan menganggap Seila dan dani seperti adik baginya.
Daniel masuk ke dalam restoran terlihat adiknya masih sibuk melayani orang-orang yang mulai berdatangan.
"Sakira kamu istirahat dulu deh, biar kakak yang lanjutin." Nasehat Daniel kepada adiknya. Sakira sangat penurut kepada kakanya dia hanya mengangguk dan berlalu dari hadapan kakanya.
__ADS_1