
Pukul 08.00 Di perjalanan Seila dan Dani menjadi semakin kesal dengan hantu itu yang selalu mengikuti mereka, kali ini mereka berdua hanya bisa fokus ke depan saja.
"Dani kita langsung ke kampus yah." Ucap Seila kepada Dani.
"Iya, ini aku langsung menuju kampus kok." Timpa Dani.
"Bagus deh, kalau balik ke rumah kelamaan. Dani, aku kok tidak dengar hantu itu lagi yah?" Tanya Seila heran.
"Udah balik duluan kali ke WC."
"Baguslah, Aku lama-lama bisa stress loh kalau di ikuti terus sama hantu seperti itu." Kesal Seila.
"Kamu mah enak, aku yang paling parah tadi." celoteh Dani kesal.
Mobil itu masuk ke parkiran kampus, terlihat sudah beberapa murid datang. Seila dan Dani turun dari mobil, terlihat para cewek berbisik-bisik.
"Mereka pacaran yah?" Tanya Titin.
"Kayaknya, tapi mereka cocok kok." Balas Dian.
"Cowoknya ganteng banget." Titin kegenitan di buatnya karena tampan Dani yang begitu menggemaskan dan membuat siapa pun akan jatuh hati.
"Ish, jangan besar-besar nanti kita ketahuan pacarnya marah lagi." Tegur Dian kesal dengan ulah Titin.
Seila dan Dani yang mendengar itu malah cuek-cuek saja, mereka sudah sering di kira pacaran. padahal mereka hanya sebatas sahabat saja, Dani sendiri malah sering takut sama Seila yang tomboy itu.
"Keren banget tuh cewek, cantik lagi." kali ini Seila lah yang dapat pujian dari seniornya.
"Iya, tapi sudah ada pacarnya tuh." Tegur Dandi.
"Iya, aku iri deh. Pasti tuh cewek seru deh jadi pacar aku." Dilan menghayal lagi. Dani yang mendengar itu malah tersenyum kecil.
Seru gimana, dia aja kadang nyeselin. suka banget keluar gaya tomboy nya lengan aku bisa putus karena ulahnya. Dani menggerutu kesal dalam hati.
Hmmm, ada apa Dani?" Tanya Seila mengejutkan nya.
"Seperti nya banyak yang menyukaimu." Ucap Dani cemburu.
"Hahahaha, kamu cemburu yah beb?" Tanya Seila menggoda Dani.
"Ishhh apaan sih."
"Muka kamu merah kayak tomat." Tegur Seila dan berlari masuk ke dalam kelas meninggalkan Dani. Dani hanya menggelengkan kepalanya, dan ikutan masuk ke dalam kelas.
Jam istirahat telah tiba, Seila dan Dani memutuskan untuk ke kantin untuk makan siang.
__ADS_1
"Dani aku lapar, ke kantin yuk." Ajak Seila dengan menarik lengan Dani.
"Tunggu," Dani masih saja mengerjakan tugasnya.
"Beb, ayo dong. Tugasnya kan bisa di kerja di kantin." Bujuk Seila berharap Dani akan mendengarnya.
"Okey Seila ku yang manis." Dani berbicara dengan menggeretak giginya.
"Hahhahaha, Tidak ikhlas banget sih ngomongnya!" Tegur Seila.
Mereka berjalan ke kantin terlihat sudah ada beberapa teman cowok dari fakultas lain sedang menunggu mereka.
"Hai bro, hai Seila apa kabar?" Tanya Sandi.
"Okey, kami okey." Ucap Seila, dia dan Dani lalu duduk ikutan bergabung dengan para cowok-cowok ganteng dan keren itu.
"Guys kalian mau pergi liburan kan?" Seila membuka suara.
"Iya, kamu mau ikut?" tanya Rio.
"Pasti lah aku ikut, Tempat kalian kan kampung aku." Timpa Seila.
"Wah, seru dong itu artinya kita bisa nginap di rumah kamu."
"Yah boleh sih... tapi ada syaratnya." Ujar Seila.
"Syaratnya kita boleh ke hutan tapi harus izin dulu, syarat kedua jangan pipis sembarangan tempat, dan... syarat ke tiga jangan berbuat mesum bagi yang suka mesum nih sama cewek nya." Nasehat Seila kepada para cowok-cowok itu.
"Seila tenang saja pacar aku tidak mesum kok, cuman genit aja." Ucap Rendi dengan merangkul Moli.
"Moli kamu mau ikut?" Tanya Seila.
"Aku ikut deh kalau Seila ikut, kasian Seila sendiri cewek. Otak anak nih pada udah KO." Moli langsung jadi bahan sorotan para pria.
"Tenang aja cimol, kita gak bakalan berani kok deketin Seila kecuali... Dani cowok setia nya Seila." Mendengar hal itu semua mata tertuju pada Seila dan Dani.
"Cie... cie... Kapan jadiannya?" Tegur zaka.
"Ish apaan sih kalian, liat nih muka beb aku udah merah kayak tomat." Gombal Seila ke Dani dengan mencubit kedua pipi Dani yang memerah itu. Suara tawa terdengar di telinga Dani, mukanya malah tambah memerah.
Hahahaha
"Hahahaha, Dani salting loh Seila, kamu gombalin terus." Tegur Rendi.
"Seila kalau Dani yang tampan ini jatuh cinta kamu harus tanggung jawab loh." Moli sengaja membisik Seila tapi masih membesarkan suaranya.
__ADS_1
"Beb apa aku harus tanggung jawab." Seila malah bertanya balik dengan Dani.
"Harus dong Beb, kita kan sudah bersama sejak kecil." Dani tidak tahan lagi dengan ulah Seila yang suka menggombal nya, dia merangkul Seila dan menunjukkan ke teman-teman nya kalau dia suka sama Seila.
"Di tunjukan guys, Hahahha, aku tunggu undangan nya saja deh." Rio malah menggombal mereka balik.
Hahahahhah
"Udah ahh bahasnya, nanti aku sama Dani baper beneran lagi." Seila menghentikan ledekan mereka.
"Ehhh gimana liburannya, jadi atau tidak?" Tanya Rio.
Jadi dong, mereka serentak menjawab nya
Hahahhaha
"Kalian pernah tidak, ketemu sama hantu waria." Tiba-tiba Rendi membuka pembicaraan.
"hantu waria... kayak gimana tuh bentuknya?" Tanya Rio benggong.
"Gila loh coyy, tidak pernah lihat." Kaget Rendi, Dani tiba-tiba saja saling melirik-lirik dengan Dani.
"Ehmmm, lirikan matamu.... menarik hati..." zaka langsung menyanyi melihat Seila dan Dani saling melirik.
"Ehmmm, kita juga lihat." Dani dan Seila bersahutan bersama.
"What, Are you serious?" Rendi teriak histeris.
"Iya, memang sejak kapan hantu itu muncul?" Tanya Dani mulai kepo.
"katanya sih, dari yang aku tau hantunya sudah lama sebelum kita kuliah di sini. tapi... kata para dosen yang aku beri tau katanya itu ulah dari siswa yang suka telanjang di kamar mandi ketika ada acara bermalam di kampus, dan menarik perhatian hantu waria itu keluar."
Moli menjelaskan ke temannya apa yang sudah dia ketahui, yang selama ini dia sembunyikan karena dia pikir hanya dia yang melihatnya.
"Gila coyy, aku sama Seila malah di ikutin pulang kampung." Dani mulai curhat ke temannya apa yang dia alami.
"Serius kamu?" Rendi dan yang lainnya sontak kaget mendengarnya.
HaHahahahaha, Suara tawa dari teman nya terdengar kencang dan keras. "Guys kamu bisa bayangin gimana rasanya diikuti sama hantu waria itu." Ucap dani kesal.
"Hahaha,Yoi man Pasti seru tuh jadi cerita romantis antara hantu waria dan Dani." Ledek zaka.
"yee ngaco kamu, nanti di datangi baru tau rasa kamu." Kesal Dani.
"Bercanda doang kali bro, eh tapi aku mau loh liat hantu nya. mukanya kayak gimana sih?" Tanya Sandi penasaran.
__ADS_1
"Mukanya mirip kamu," Ledek seila.
"Hahaha, ngaco." Mereka semakin asik ngobrol di tempat itu, bahkan para penjual di kantin sudah sangat kenal dengan mereka semua.