Lastri Kembang Desa

Lastri Kembang Desa
Nonton bareng di bioskop


__ADS_3

Motor itu melaju kencang menyelusuri jalan raya, jalan raya di kota Jakarta benar-benar macet parah. di tambah lagi siang-siang bolong gini, untungnya Seila dan Dani memakai jaket tebal jadi panas nya tidak tembus ke kulit.


Lampu merah terasa sangat lama banget, mungkin karena hawa panas. Dani benar-benar menyesal karena tidak mengendarai mobil ke kampus, padahal biasanya dia naik mobil.


Seila malah tidak peduli dengan hawa panas yang mengintai dirinya, dia malah fokus dengan jalan Jakarta yang benar-benar macet. Di atas motor Seila hanya celingukan ke kanan ke kiri, rasanya dia pengen terbang aja biar cepat sampai di bioskop.


Tak lama kemudian lampu hijau semua kendaraan saling mengejar satu sama lain, motor yang di kendarai nya berusaha untuk melewati deretan mobil itu. Sampai akhirnya jalanan sudah normal kembali seperti semula, macet mulai berkurang tapi sayangnya jalanan yang satu ini sepi.


Rasanya sangat lega karena di jalan setapak ini jalanan tidak terlalu ramai dan juga adem kendaraan juga tidak terlalu ramai. Ini jalan satu-satunya untuk cepat ke mall terdekat di kampus yaitu melalui jalan pintas, jalan ini jarang ada yang tahu arah nya kemana.


Di jalan ini banyak penghijauan, cocok banget bagi pengguna jalan kaki berjalan di sini. entah kenapa ada jalan pintas tapi jarang ada juga yang mau lewat, padahal melewati jalan pintas membuat kita cepat sampai ke tujuan.


Seila menikmati jalan setapak yang adem dan sejuk itu, mereka sebenarnya sudah sering lewat sini kalau mau pulang kampung makanya Seila dan Dani hafal jalan di area sini. Kalau orang lain mungkin sudah kesasar, soalnya kalau tidak biasa lewat pasti bakalan kesasar. apalagi jalan nya sudah untuk di hafal karena pepohonan dari ujung ke ujung pasti sama.


Kata sebagian orang juga jalan ini agak sedikit angker, apalagi kalau lewat sini malam-malam serasa kayak main film horor. Seila dan Dani malah sudah terbiasa dan tidak perlu takut lagi, tak terasa menikmati perjalanan mereka sudah terlihat jelas di depan sana mall gede nan indah.


Mall Green bluefin, salah satu mall yang sangat ramai di kunjungi orang, di dalam sangat lengkap ada permainan anak-anak, tempat belanja, bioskop, jajanan, tempat shopping bahkan ada kolam renang dan permandian nya.


Kebayang nggak sih seluas apa mall itu di dalam sudah sangat lengkap, di tambah lagi dekat dengan hotel dan yang punya orang yang sama.


Dani memarkir motornya di tempat area parkiran, Seila turun dari motor GP itu. Rambutnya acak-acakan gegara di tiup angin, dia lalu mengambil sisir dari dalam tas lalu merapikan rambutnya.

__ADS_1


Seila dan Dani menuju lantai paling atas letaknya di lantai tujuh, tempat bioskop sekaligus kedai kopi tempat orang nongkrong bareng, serta kolam renang juga di samping nya.


Di dalam lift ternyata bukan cuma mereka saja ada beberapa orang juga yang sedang bersama bersama mereka. Semakin naik ke lantai tujuh semakin berkurang orang-orang di dalam lift sampai akhirnya tinggal mereka berdua di dalam lift karena emang mereka telat jadi harus buru-buru sebelum tiketnya habis.


Pintu lift terbuka kali ini banyak juga yang turun menggunakan tangga eskalator, sambil melihat pemandangan mereka juga melihat aksesoris dan beberapa pakaian yang mereka beli.


Keluar dari lift Dani dan Seila berjalan masuk ke dalam bioskop itu, di dalam sudah terlihat sangat ramai. banyak orang yang keluar masuk, Seila dan Dani langsung pergi ke penjual tiket, dan memilih film.


"Seila film habis ini," Ucap Dani kegirangan.


"Syukurlah akhirnya film nya belum lewat pas banget kita yah." Ucap Seila kegirangan.


"Syukurlah," Mereka lalu di kasih kasir tiket tersebut.


Mereka lalu beranjak dari meja kasir menuju ruang tunggu, seila dan Dani kali ini menonton film romantis barat. Mereka memang sangat suka menonton film romantis barat setiap ke bioskop.


...🦋🦋🦋...


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pengunjung yang selesai antri keluar dari dalam bioskop, Dani dan Seila lalu antri untuk masuk ke dalam.


"Diharapkan para pengunjung untuk tidak membawa makanan dan minuman ke dalam bioskop, karena nanti akan ada yang membawa makanan dan minuman." Ucap sang kasir memberi arahan kepada mereka.

__ADS_1


Seila dan Dani ikutan antri masuk ke dalam bioskop, nomor kursi mereka ternyata tidak begitu jauh dari layar. kursi mereka ternyata berada di tengah-tengah jadi nonton nya agak pas gitu. Saat film baru di mulai ada beberapa iklan tayangan film lain di depan layar yang sangat besar itu.


Para penonton begitu menikmati momen-momen film yang baru di mulai, kali ini mereka semua pada serius mengikuti alur cerita film itu tapi belum beberapa menit udah ada beberapa dari mereka yang teriak-teriak histeris padahal film belum begitu lama tayang.


Seila begitu mengikuti dan menikmati alur film tersebut, seakan-akan berada di dalam dunia nyata. Berbeda dengan Dani dia begitu tampak gelisah, setiap kali ada film horor batu rilis seila selalu mengajaknya tapi dia tidak pernah begitu berani saat sudah berada di dalam bioskop.


Saat Semua orang-orang teriak, Dani refleks ikutan teriak, entah dia sengaja atau memang dia takut. Seila malah begitu tenang dan menikmati film nya walau kadang kaget juga cuman gak sepanik orang-orang di dalam.


"Ahhhhhh........." Dani dan beberapa penonton teriak-teriak histeris saat hantu nya nongol, lagi-lagi seila harus mengusap dada dia ikutan kaget setiap Dani teriak.


"Ya ampun kagak kaget aku, lagian hantunya juga tidak keluar layar." ucap seila dengan menyiku lengan nya.


"Yeee, lu gak takut sel? jelas-jelas tuh hantu dah nongol batang idung nya seram banget ihhhhhhh...." tanya nya sambil menunjukan wajah yang seram.


"Ishh apa sih, takut sih cuman gak begitu takut juga." ujarnya sambil cengar-cengir.


"Ahhh ngomong apa sih lu sel, gak jelas ngeselin, nyebelin, ahhh lanjut nonton nya." Dani kali ini tidak mau mendengar komentar seila, meski dia takut tapi dia begitu menikmati setiap momen-momen hantu itu nongol.


"Haaaaa," Seila teriak dan sengaja menakut-nakutinya, sontak saja Dia kaget dan ikutan teriak.


"Haaaa, aneh ahhh males aku." Dani ngambek sontak saja membuat seila tertawa.

__ADS_1


"Hahahaha, bercanda loh jangan masukin ke hati yah nanti sakit loh." ujar nya sambil menunjuk-nunjuk dada Dani.


"Nggak." ujarnya lalu melanjutkan menonton film sambil mengunya popcron yang sudah hampir setengah.


__ADS_2